Jawa Pos Radar Madiun – Momentum Juventus untuk mengamankan posisi empat besar Serie A justru terganggu oleh kabar buruk dari lini depan.
Dusan Vlahovic dipastikan absen setidaknya tiga pertandingan akibat cedera betis yang belum pulih.
Striker asal Serbia itu sebelumnya sudah menepi saat Juventus menghadapi Atalanta.
Kini, tim medis memastikan proses pemulihannya membutuhkan waktu lebih lama dari perkiraan awal, membuatnya kemungkinan baru kembali pada awal Mei 2026.
Jadwal Berat Tanpa Mesin Gol
Absennya Vlahovic bukan sekadar kehilangan satu pemain, tapi juga hilangnya referensi utama di lini serang.
Baca Juga: Juventus Tahan Pembicaraan Lanjutan Kontrak Dusan Vlahovic, Ini Alasan CEO Damien Comolli
Dalam beberapa pekan ke depan, Juventus harus menjalani laga penting tanpa kehadiran striker andalan.
Ia diprediksi melewatkan tiga pertandingan krusial, yakni melawan Bologna pada 20 April, bertandang ke markas AC Milan pada 27 April, serta menjamu Hellas Verona pada 3 Mei.
Rangkaian laga tersebut datang di fase penentuan, saat Juventus masih bersaing ketat di papan atas untuk mengamankan tiket Liga Champions.
Spalletti Dipaksa Cari Solusi Cepat
Pelatih Luciano Spalletti kini dihadapkan pada situasi yang tidak ideal. Tanpa Vlahovic, variasi serangan Juventus diprediksi akan berkurang, terutama dalam hal penyelesaian akhir.
Meski performa Vlahovic sempat naik turun musim ini, perannya tetap vital dalam skema permainan.
Ia menjadi target man sekaligus tumpuan utama dalam membongkar pertahanan lawan.
Manajemen klub memilih tidak mengambil risiko dengan memaksakan pemain kembali terlalu cepat.
Baca Juga: Proyek Scudetto Juventus Dimulai! Luciano Spalletti Minta 5 Pemain Top, Ini Daftarnya
Fokus utama saat ini adalah memastikan pemulihan berjalan maksimal agar tidak memperparah cedera.
Ujian Nyata Juventus di Akhir Musim
Kehilangan pemain utama di fase penentuan musim jelas bukan skenario ideal.
Juventus kini harus mengandalkan kedalaman skuad atau melakukan penyesuaian taktik agar tetap kompetitif.
Absennya Vlahovic bisa menjadi titik rawan, tetapi juga membuka peluang bagi pemain lain untuk tampil.
Dalam situasi seperti ini, respons tim akan menentukan apakah mampu bertahan di zona Liga Champions atau justru tergelincir di akhir musim.
Editor : Andi Chorniawan