Jawa Pos Radar Madiun – Semangat kekeluargaan terus dijaga oleh manajemen Persib.
Pada Rabu, 15 April 2026, perwakilan klub melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman pemain legendaris era 1960-an hingga 1970-an, Max Timisela, di Desa Ciptagumita, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat.
Di usianya yang kini menginjak 81 tahun, sosok yang akrab disapa Om Maxi ini tampak antusias menerima kedatangan tim dari klub yang pernah ia bela selama belasan tahun tersebut.
Dalam pertemuan hangat itu, Om Maxi menitipkan doa terbaik agar Persib bisa kembali mengangkat trofi juara di musim ini.
"Terima kasih, Persib selalu ingat dengan jasa-jasa para pemain dan pelatihnya, termasuk kepada saya. Saya doakan Persib bisa jadi juara lagi pada tahun ini," ucap Om Maxi seperti dilaporkan website resmi tim.
Jejak Klan Timisela dan Pengabdian Tanpa Batas
Max Timisela bukanlah nama asing bagi pecinta sepak bola Jawa Barat.
Ia memperkuat Pangeran Biru dalam rentang waktu yang cukup panjang, yakni tahun 1962 hingga 1979.
Max merupakan bagian dari dinasti "Klan Timisela" yang melegenda, di mana ia bersama Freddy, Hengky, dan Pietje sukses menembus skuad Persib sekaligus Tim Nasional Indonesia.
Pengabdian sosok kelahiran 7 Juni 1944 ini tidak berhenti setelah gantung sepatu.
Baca Juga: Jelang Laga Pekan Ke-25, Bojan Hodak Peringatkan Soal Jadwal Padat di Fase Krusial
Kariernya berlanjut di pinggir lapangan sebagai asisten pelatih Nandar Iskandar, yang sukses membawa Persib menjuarai Kompetisi Perserikatan 1986.
Bahkan, di awal era profesional, Om Maxi masih aktif mengurusi administrasi di Sekretariat Persib serta terlibat dalam jajaran kepanitiaan pertandingan (Panpel).
Menikmati Masa Tua di Cikalong Wetan
Saat ini, Om Maxi memilih untuk menarik diri dari hiruk-pikuk sepak bola nasional dan menikmati masa tuanya dengan tenang di Bandung Barat.
Meski secara fisik tidak lagi berada di stadion, hatinya tetap tertambat pada klub kebanggaan warga Jawa Barat tersebut.
"Meski di rumah saja, saya tetap enjoy dan mengikuti perkembangan Persib," tuturnya.
Ia pun memberikan apresiasi tinggi kepada manajemen yang masih memfasilitasi rekan-rekan seperjuangannya untuk tetap berkumpul dan menyaksikan laga kandang Persib secara langsung.
"Baguslah kalau Persib tetap bersilaturahmi seperti itu dengan mantan pemain," tambah pria berdarah Ambon tersebut.
Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa jargon "Menang Bersama" yang sering diusung Persib tidak hanya berlaku di dalam lapangan.
Tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan para pahlawan yang telah meletakkan fondasi kejayaan klub. (tif)
Editor : Latiful Habibi