Jawa Pos Radar Madiun – Moussa Sidibe tidak membutuhkan waktu lama untuk menjadi nyawa baru dalam skema permainan Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Pemain asing asal Mali tersebut menunjukkan performa impresif dan langsung nyetel dengan filosofi permainan skuat The Guardian.
Sidibe mengungkapkan bahwa kelancaran proses adaptasinya merupakan kombinasi antara kesiapan pribadi serta dukungan masif yang ia terima dari seluruh elemen di dalam klub sejak pertama kali menginjakkan kaki di Lampung.
Kesiapan Fisik dan Mental Jadi Kunci
Bagi Sidibe, kondisi fisik yang bugar dan mentalitas yang kuat adalah fondasi utama untuk langsung memberikan kontribusi instan di lapangan.
Ia menegaskan komitmennya untuk tidak cepat puas dan terus bekerja keras demi mendongkrak posisi tim di klasemen.
"Ini sangat berpengaruh secara fisik maupun mental. Kemudian kami akan melakukan lebih banyak lagi untuk bekerja dan mencoba memberikan yang terbaik dalam setiap permainan," ujar Sidibe dengan penuh keyakinan.
Bukan Hasil Kerja Individu
Meski seringkali tampil menonjol dan menjadi pembeda dalam beberapa laga terakhir, Sidibe enggan jemawa.
Pemain lincah ini menekankan bahwa keberhasilannya bersinar di Bhayangkara FC adalah buah dari kerja kolektif yang solid.
Ia sangat mengapresiasi staf kepelatihan dan rekan-rekan setimnya yang membantu mempermudah tugasnya di atas lapangan hijau.
"Tentu faktornya berasal dari tim. Ini adalah kerja tim untuk seluruh tim, baik staf teknis maupun rekan-rekan pemain. Jika seorang pemain bisa menonjol, itu adalah berkat bantuan rekan-rekan setimnya juga. Jadi, mari kita terus bekerja dengan cara seperti ini," tambahnya.
Faktor Pengalaman di Persis Solo
Salah satu faktor krusial yang membuat proses transisinya berjalan mulus adalah pengalamannya merumput di kompetisi sepak bola tanah air sebelumnya.
Sidibe bukanlah orang asing di kancah sepak bola nasional setelah musim lalu menjadi pilar penting bagi Persis Solo.
"Saya tidak mengalami kesulitan adaptasi dengan Bhayangkara FC karena saya sudah pernah ke sini dan bermain di Indonesia. Saya tahun lalu berada di Persis Solo," pungkasnya optimis.
Dengan proses adaptasi yang berjalan tanpa kendala berarti, kehadiran Moussa Sidibe diharapkan menjadi senjata utama sekaligus motor serangan Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam mengarungi ketatnya persaingan kompetisi musim 2025/26. (tif)
Editor : Latiful Habibi