Jawa Pos Radar Madiun – Timnas Indonesia U17 harus bekerja ekstra keras setelah tertinggal 0-1 dari Malaysia U17 pada paruh pertama laga Leg Kedua Asean Boys Championship 2026.
Bertanding di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, hari Kamis (16/4) malam, skuad Garuda Jaya kecolongan melalui situasi bola mati yang dimanfaatkan dengan baik oleh tim tamu.
Dominasi Awal yang Buntu
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, anak asuh Kurniawan Dwi Yulianto langsung mengambil inisiatif serangan.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Putu Ekayana dan kawan-kawan tampil agresif dan mengurung pertahanan Malaysia.
Beberapa peluang emas berhasil diciptakan melalui skema serangan sayap yang cepat.
Namun, disiplinnya lini belakang Harimau Muda membuat setiap upaya Indonesia selalu kandas sebelum membuahkan hasil.
Barisan pertahanan Malaysia tampil sangat rapat, memaksa pemain Indonesia melakukan spekulasi yang belum menemui sasaran.
Petaka Di Babak Pertama
Memasuki pertengahan babak pertama, Malaysia mulai keluar dari tekanan.
Perlahan tapi pasti, tim tamu mulai membangun serangan balik yang merepotkan lini pertahanan Indonesia.
Petaka bagi Garuda Jaya datang pada menit ke-32.
Berawal dari skema tendangan sudut, konsentrasi pemain belakang Indonesia sempat pecah.
Celah tersebut dimanfaatkan dengan sempurna oleh Muhammad Fariz yang berhasil menyarangkan bola ke gawang Indonesia.
Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Malaysia.
Pekerjaan Rumah Coach Kurniawan
Tertinggal satu gol membuat permainan Indonesia sedikit terburu-buru di sisa waktu babak pertama.
Meski terus menekan, skor tipis tersebut bertahan hingga turun minum.
Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto kini dituntut untuk melakukan perubahan strategi yang signifikan di ruang ganti.
Berikut adalah beberapa poin krusial yang perlu dievaluasi:
Penyelesaian Akhir: Efektivitas di depan gawang harus ditingkatkan mengingat rapatnya pertahanan Malaysia.
Antisipasi Bola Mati: Gol Malaysia membuktikan adanya celah dalam koordinasi saat menghadapi tendangan sudut.
Baca Juga: Preview Persebaya vs Madura United, Bernardo Tavares: Tidak Ada yang Suka Kalah!
Kreativitas Serangan: Diperlukan variasi serangan agar tidak mudah dibaca oleh lawan yang bermain disiplin.
Jika pola permainan tidak berubah di babak kedua, Indonesia diprediksi akan kesulitan mengejar ketertinggalan.
Malaysia dipastikan bakal bermain lebih pragmatis dengan menumpuk pemain di area pertahanan sambil mengincar celah lewat serangan balik cepat.
Dukungan suporter di Stadion Gelora Joko Samudro diharapkan mampu membakar semangat Garuda Jaya untuk membalikkan keadaan di 45 menit kedua. (tif)
Editor : Latiful Habibi