Jawa Pos Radar Madiun – PSIM Yogyakarta akan menghadapi ujian berat pada pekan ke-28 BRI Super League 2025/26.
Tim berjuluk Laskar Mataram ini dijadwalkan menantang tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, pada Jumat (17/4) pukul 15.30 WIB.
Datang dengan ambisi mencuri poin, PSIM justru harus dihadapkan pada kondisi skuad yang pincang.
Lini pertahanan mereka dipastikan keropos menyusul absennya duet bek asing Franco Ramos Mingo dan Yusaku Yamadera akibat akumulasi kartu kuning.
Badai absen belum usai karena Rakhmatsho Rakhmatzoda dan Anton Fase juga masih harus menepi karena cedera.
Kondisi Skuad dan Klasemen
Saat ini, PSIM tertahan di peringkat ke-9 klasemen sementara dengan koleksi 38 poin.
Tren negatif masih membayangi tim kebanggaan masyarakat Yogyakarta ini setelah menelan kekalahan tipis 1-2 dari PSM Makassar di kandang pada laga sebelumnya.
Rekor 10 pertandingan terakhir PSIM pun tergolong mengkhawatirkan:
1 Kemenangan (vs PSBS Biak, 4-2)
5 Hasil Imbang
4 Kekalahan
Pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel, mengakui tantangan berat yang dihadapi timnya.
Meski kehilangan pilar utama, ia menegaskan bahwa para pemain pengganti harus siap menunjukkan performa terbaik.
"Persiapan sama seperti biasa. Namun kita kehilangan dua pemain karena akumulasi. Tapi anak-anak sudah tahu cara main kita dan itu yang kita minta sejak awal kompetisi. Pemain harus siap saat dibutuhkan tim," ujar Van Gastel dalam sesi konferensi pers, Kamis (16/4).
Mewaspadai Kekuatan Baru 'The Guardian'
Di sisi lain, Bhayangkara FC tengah dalam performa menanjak.
Menempati peringkat ke-5 dengan 44 poin, tim berjuluk The Guardian ini dinilai jauh lebih kuat dibandingkan pertemuan pertama di Yogyakarta lalu.
Van Gastel menyoroti pergerakan aktif Bhayangkara di bursa transfer putaran kedua sebagai kunci kebangkitan mereka.
"Bhayangkara FC adalah tim yang sangat impresif. Putaran pertama lalu mereka catat 21 poin, kemudian memasukkan enam pemain baru. Sekarang mereka sudah mengumpulkan 23 poin (di putaran kedua). Ini adalah tim yang berbeda," urai pelatih asal Belanda tersebut.
Fokus Antisipasi Transisi
Van Gastel secara khusus memberikan instruksi kepada anak asuhnya untuk menjaga kedisiplinan saat menguasai bola.
Kecepatan lini depan Bhayangkara FC dianggap sebagai ancaman utama yang bisa menghukum PSIM lewat skema serangan balik cepat.
Baca Juga: Paul Munster Minta Bhayangkara FC Fokus 100 Persen Jamu PSIM Yogyakarta di Lampung
"Kita waspadai tiga pemain depan yang punya postur dan kecepatan yang berbahaya. Terutama saat kita melakukan penguasaan bola, jangan sampai lakukan kesalahan dan jadi momen transisi bagi Bhayangkara. Kita harus hati-hati," pungkasnya.
Laga sore nanti menjadi pembuktian bagi kedalaman skuad Laskar Mataram.
Apakah mereka mampu memutus tren negatif di tengah krisis pemain, atau justru Bhayangkara FC yang semakin kokoh di papan atas klasemen? (tif)
Editor : Latiful Habibi