Jawa Pos Radar Madiun - Antusiasme tinggi menyelimuti skuad Garuda menjelang gelaran ASEAN Championship (Piala AFF) 2026.
Bek sayap Timnas Indonesia, Sandy Walsh, menyatakan keyakinannya bahwa di bawah asuhan pelatih baru, John Herdman, Indonesia memiliki kapasitas besar untuk akhirnya membawa pulang trofi juara yang sudah lama dinantikan.
Turnamen bergengsi di Asia Tenggara ini dijadwalkan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026.
Indonesia akan menghadapi tantangan besar sejak fase awal karena tergabung dalam Grup A bersama rival kuat seperti Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang kualifikasi antara Brunei Darussalam atau Timor Leste.
Misi Mengakhiri Penantian Panjang
Ambisi untuk meraih gelar perdana menjadi bahan bakar utama bagi para pemain.
Sandy Walsh menekankan bahwa kondisi tim saat ini sangat siap untuk bertarung habis-habisan demi mencetak sejarah baru bagi sepak bola tanah air.
"Indonesia sudah menunggu cukup lama. Ambisi kami adalah menjadi tim pertama (bagi Indonesia) yang memenangkan turnamen AFF. Itulah tujuannya," tegas Sandy Walsh.
Baca Juga: Jadwal Bola Hari Ini 19 April: Ada Indonesia U-17 vs Vietnam dan Manchester City vs Arsenal
Kualitas Skuad di Bawah John Herdman
Kehadiran John Herdman dianggap membawa energi dan pendekatan taktik berbeda yang mampu meningkatkan level permainan tim.
Sandy merasa kualitas skuad yang ada saat ini sudah sangat mumpuni untuk bersaing, apalagi setelah menjalani pemusatan latihan intensif bersama pelatih berkebangsaan Inggris tersebut.
Meskipun jadwal turnamen berdekatan dengan agenda FIFA lainnya di bulan September dan Oktober, Sandy Walsh menjamin bahwa motivasi pemain tidak akan luntur.
"Kami harus benar-benar berjuang untuk itu. Saya yakin PSSI, staf pelatih, dan seluruh organisasi sudah siap memberikan kondisi terbaik guna meraih prestasi tertinggi," tutupnya.
Dengan perpaduan pemain berpengalaman dan polesan taktik dari John Herdman, Piala AFF 2026 menjadi momentum krusial bagi Indonesia untuk membuktikan diri sebagai kekuatan utama di Asia Tenggara. (naz)
Editor : Mizan Ahsani