Jawa Pos Radar Madiun – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh aksi tidak terpuji pemain muda Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto Hengga.
Dalam laga Elite Pro Academy (EPA) melawan Dewa United di Stadion Citarum, Alberto tertangkap kamera melakukan tendangan keras ke arah pemain lawan yang memicu kericuhan di lapangan.
Menanggapi insiden tersebut, COO Bhayangkara FC, Sumardji, memberikan klarifikasi berdasarkan pengakuan sang pemain.
Menurutnya, tindakan emosional Alberto tidak muncul tanpa alasan.
Baca Juga: Prediksi Skor Semen Padang vs Persijap Jepara: Duel Krusial Dua Tim Papan Bawah
Kronologi Hinaan Rasisme
Sumardji mengungkapkan bahwa Alberto mengaku mendengar cercaan rasis yang ditujukan kepadanya dari arah bangku cadangan (bench) lawan.
"Menurut Alberto, ada dari bench itu teriakan: 'Berto hit4m, Berto m*nyet'. Di situlah Berto akhirnya marah dan melakukan tendangan," ujar Sumardji dikutip dari akun instagram @blangkon.football.
Hinaan yang menyinggung warna kulit dan fisik tersebut diduga menjadi pemantik utama yang membuat pemain bernomor punggung 10 itu kehilangan kendali emosi di tengah tensi pertandingan yang memang sudah memanas sejak menit ke-80.
Baca Juga: Duel Para Bintang Timnas Indonesia, Konsistensi Persib Bandung Bakal Diuji Dewa United Malam Ini!
Sikap Manajemen: Tidak Ada Pembenaran
Meski rasisme adalah tindakan yang sangat dicela dalam dunia sepak bola, pihak manajemen Bhayangkara FC menegaskan bahwa mereka tetap tidak membenarkan aksi kekerasan fisik yang dilakukan oleh Alberto.
Sumardji menekankan bahwa sebagai pemain profesional, apalagi di usia muda, Alberto harus mampu mengontrol emosi terlepas dari provokasi apa pun yang diterima di lapangan.
"Tapi apa pun saya bilang, itu tidak boleh dibenarkan dan tidak boleh dilakukan," tegas Sumardji.
Baca Juga: Menang Harga Mati! PSS Sleman Jamu Persiku Kudus Di Stadion Maguwoharjo Malam Ini
Evaluasi dan Sanksi Komdis
Saat ini, kasus tersebut tengah dalam peninjauan.
Pihak manajemen menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Komite Disiplin (Komdis) PSSI terkait sanksi yang akan dijatuhkan kepada pemain yang juga merupakan penggawa Timnas Indonesia U-17 tersebut.
"Jadi menurut saya, dengan kejadian ini tentu Berto harus evaluasi diri dan harus menerima keputusan Komdis nanti," pungkasnya.
Kasus ini pun memicu diskusi luas di kalangan netizen.
Banyak yang mengecam tindakan rasisme di sepak bola Indonesia, namun tak sedikit pula yang menyayangkan reaksi anarkis Alberto yang dinilai dapat merugikan karier masa depannya. (tif)
Editor : Latiful Habibi