GIANYAR, Jawa Pos Radar Madiun – Pekan ke-30 Super League 2025/26 akan menyajikan salah satu laga paling panas di tanah air, Derbi Jawa Timur antara Arema FC dan Persebaya Surabaya.
Namun, edisi kali ini tak hanya soal rivalitas kedaerahan, melainkan menjadi panggung benturan filosofi antara dua juru taktik kelas dunia: Marcos Santos dan Bernardo Tavares.
Marcos Santos: Membangun Karakter Agresif Singo Edan
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, memberikan sinyal kuat bahwa timnya akan menanggalkan gaya bermain konservatif.
Setelah menunjukkan disiplin tinggi saat menahan imbang Persib Bandung di laga sebelumnya, pelatih asal Brasil ini kini menuntut keberanian lebih dari anak asuhnya.
Baca Juga: Jadwal Pekan ke-30 BRI Super League 2025-26: Persaingan Gelar dan Zona Degradasi Memanas!
“Kami siap. Secara taktik, sekarang jarak antar lini lebih rapat, permainan lebih vertikal, serangan lebih langsung, dan tim mulai menunjukkan karakter khas Arema dengan kerja keras dan determinasi tinggi,” tegas Marcos.
Ia mengakui bahwa untuk membongkar struktur permainan Persebaya yang rapi, Arema harus tampil lebih menekan sejak menit awal dan berani mengambil risiko dalam membangun serangan langsung.
Bernardo Tavares: Transisi Mematikan dari Kota Pahlawan
Di kubu lawan, Bernardo Tavares tetap setia dengan pakem yang melambungkan namanya di Indonesia.
Pelatih yang pernah membawa PSM Makassar juara ini dikenal sangat pragmatis—mengutamakan organisasi pertahanan yang kokoh sebelum meluncurkan serangan balik (transisi) yang mematikan.
Marcos Santos pun menaruh hormat tinggi pada kolega asal Portugal tersebut.
“Tavares adalah pelatih berpengalaman. Ia tahu bagaimana membuat tim bertahan dengan baik dan menyerang secara efektif,” pujinya.
Kunci Kemenangan: Celah Lini Belakang vs Kesalahan Transisi
Pertandingan diprediksi akan berjalan dengan pola yang jelas: Arema FC mencoba memegang kendali serangan dan mencari celah di lini pertahanan lawan.
Sementara Persebaya akan dengan sabar menunggu satu kesalahan operan atau transisi yang buruk dari tuan rumah untuk dikonversi menjadi gol.
Baca Juga: Persija Masih Berat Bicara Juara Meski Menang Telak 4-0 Dari Persis Solo Di SUGBK
Pertarungan ini akan menjadi pembuktian bagi Marcos Santos, apakah pendekatan "permainan vertikal" miliknya mampu menembus organisasi pertahanan Persebaya yang selama ini dikenal sebagai salah satu yang tersulit untuk ditaklukkan di liga.
Analisis Singkat: Siapa yang Diuntungkan?
Arema FC: Memiliki momentum kebangkitan karakter. Jika mampu mencetak gol cepat, mereka bisa memaksa Persebaya keluar dari zona nyaman pertahanannya.
Persebaya Surabaya: Diuntungkan oleh tekanan yang ada pada tuan rumah.
Gaya bermain Tavares sangat efektif dalam laga tandang dengan tensi tinggi, di mana kesabaran seringkali menjadi kunci kemenangan.
Baca Juga: Menakar Peluang Juara di Tengah Jadwal Krusial, Mampukah Persib Bandung Angkat Tropi Juara Lagi?
Laga ini bukan hanya soal mengamankan tiga poin, tapi juga soal harga diri taktikal di hadapan publik sepak bola Jawa Timur.
Apakah determinasi Singo Edan akan menang, ataukah efektivitas Bajul Ijo yang akan berjaya di Gianyar? (tif)
Editor : Latiful Habibi