Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Drama Marc Klok vs Sumardji: Bantah Tuduhan Rasisme, Tuntut Bhayangkara FC Minta Maaf

Mizan Ahsani • Minggu, 3 Mei 2026 | 10:10 WIB
Kapten Persib Bandung Mark Klok. (IG @persib)
Kapten Persib Bandung Mark Klok. (IG @persib)

Jawa Pos Radar Madiun - Situasi panas menyelimuti BRI Super League 2025/2026 pasca laga pekan ke-30 antara Persib Bandung dan Bhayangkara Presisi Lampung FC, Jumat (30/4) lalu. 

Kapten Persib, Marc Klok, secara tegas membantah tuduhan tindak rasisme yang diarahkan kepadanya terkait insiden dengan pemain Bhayangkara FC, Henri Doumbia.

Kasus ini bermula ketika pihak Bhayangkara FC mengeklaim adanya perlakuan rasis yang diterima Henri Doumbia pada babak pertama.

Laporan tersebut memicu ketegangan di lapangan hingga ruang ganti, yang melibatkan kapten Bhayangkara FC, Wahyu Subo Seto, dalam konfrontasi dengan Klok.

Namun, belakangan terungkap bahwa Doumbia sendiri telah menyampaikan permintaan maaf.

Ia menyadari adanya kesalahpahaman atau salah dengar dalam insiden tersebut.

Baca Juga: Hasil MLS Inter Miami vs Orlando City: Kena Comeback, The Herons Tumbang dalam Drama 7 Gol 

Bantahan Keras dan Rasa Kecewa

Marc Klok mengungkapkan rasa sakit hati dan kekecewaannya atas tuduhan yang dinilainya sangat serius dan merusak reputasi. Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut sama sekali tidak berdasar.

“Saya dengan tegas membantah tuduhan rasisme yang ditujukan kepada saya. Penyebaran informasi yang tidak benar mengenai sesuatu yang tidak pernah terjadi merupakan hal yang tidak dapat diterima dan merugikan nama baik saya,” tulis Klok dalam pernyataan resminya.

Ia menekankan bahwa sebagai atlet profesional, ia menjunjung tinggi sportivitas dan tidak mungkin melakukan tindakan diskriminatif yang bertentangan dengan prinsip dasar sepak bola.

Sentil Peran Sumardji

Tidak hanya menyoroti tuduhan pemain, Klok juga melayangkan kritik tajam terhadap sikap COO Bhayangkara FC yang juga Anggota Exco PSSI, Sumardji.

Klok merasa Sumardji berperan dalam memperkeruh situasi dengan terus melontarkan tuduhan, padahal yang bersangkutan tidak berada di posisi yang memungkinkan untuk mendengar kejadian secara langsung.

Baca Juga: Usut Tragedi Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Polda Metro Jaya Periksa 31 Saksi

“Namun, manajer mereka, Sumardji, yang tidak berada di dekat lapangan, terus menyebut saya sebagai rasis, baik di dalam lorong stadion, dekat ruang ganti, maupun di lapangan setelah pertandingan,” ujar Klok.

Klok mengaku sudah meminta Sumardji untuk berhenti, namun tuduhan tersebut tetap dilayangkan.

“Saya telah memintanya untuk berhenti dan menyampaikan bahwa saya merasa terluka atas tuduhan yang tidak benar tersebut. Saya menilai perilaku ini telah melampaui batas sepak bola dan esensi dari permainan ini,” imbuhnya.

Melihat dampak negatif dari tuduhan yang telah menyebar luas, Marc Klok kini menuntut langkah konkret dari pihak Bhayangkara Presisi Lampung FC.

Ia mendesak adanya klarifikasi resmi dan permintaan maaf terbuka untuk membersihkan namanya dari stigma negatif.

“Saya mengharapkan adanya permintaan maaf resmi dari Bhayangkara Presisi Lampung FC atas kekeliruan dan kesalahpahaman yang merugikan nama saya, serta atas penyebaran tuduhan yang tidak benar,” tegas Klok. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#sumardji #rasisme #persib #bhayangkara fc #marc klok