BANTEN, Jawa Pos Radar Madiun – Awan hitam menyelimuti sepak bola Sumatera Barat.
Tim kebanggaan urang awak, Semen Padang FC, resmi dipastikan terlempar dari kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Setelah menelan kekalahan tipis 0-1 dari tuan rumah Dewa United Banten FC di Banten International Stadium, Minggu (3/5) malam.
Hasil minor pada pekan ke-31 BRI Super League ini menjadi paku terakhir di peti mati Kabau Sirah.
Meski kompetisi masih menyisakan tiga laga, poin maksimal yang bisa diraih Semen Padang tidak lagi mampu mengejar zona aman.
Baca Juga: Jadwal BRI Super League Pekan 31: Pekan Menentukan Siapa Layak Juara dan Terdegradasi
Perlawanan Gigih yang Berakhir Tragis
Turun dengan misi wajib menang demi menjaga asa, Semen Padang sebenarnya tampil all-out.
Di bawah tekanan ribuan pendukung lawan, lini pertahanan yang digalang anak-anak Padang sempat membuat barisan bintang Timnas milik Dewa United frustrasi selama 30 menit awal.
Namun, tembok pertahanan Semen Padang akhirnya runtuh juga.
Pada menit ke-32, Noah Sadaoui berhasil memecah kebuntuan lewat aksi penyelesaian klinis yang gagal dihalau kiper Semen Padang.
Meski terus berupaya membalas di sisa pertandingan, skor 1-0 tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Baca Juga: Marhaban ya PSS Sleman! Super Elja Pastikan Promosi ke Super League Musim Depan
Hitung-hitungan Pahit di Klasemen
Kekalahan ini memaku Semen Padang di posisi ke-17 klasemen sementara dengan koleksi 20 poin.
Secara matematis, dengan sisa tiga pertandingan (maksimal tambahan 9 poin), koleksi poin terbanyak Semen Padang hanya akan menyentuh angka 29.
Angka tersebut tidak cukup untuk menggeser Madura United di posisi ke-15 (batas aman) yang saat ini sudah mengemas 29 poin dan masih memiliki simpanan empat pertandingan.
Kekalahan ini memastikan Semen Padang menyusul PSBS Biak yang lebih dulu dipastikan degradasi setelah dihantam Persebaya Surabaya 4-0.
Baca Juga: Taklukkan Persiku Kudus 2-0, Persipura Jayapura Selangkah Lagi Promosi ke Super League
Siapa Menyusul ke Liga 2?
Dengan jatuhnya PSBS Biak dan Semen Padang, kini tersisa satu slot terakhir di zona merah yang menjadi rebutan tim-tim papan bawah untuk dihindari.
Persaingan di zona degradasi diprediksi akan memanas di pekan-pekan terakhir, melibatkan beberapa tim besar yang belum sepenuhnya aman:
Persis Solo: 27 Poin
Madura United: 29 Poin
Persijap Jepara: 31 Poin
PSM Makassar: 31 Poin
Bagi Semen Padang, musim depan akan menjadi momen evaluasi besar-besaran untuk kembali membangun kekuatan di Divisi Championship (Liga 2) demi kembali ke kasta tertinggi secepat mungkin. (tif)
Editor : Latiful Habibi