Jawa Pos Radar Madiun - Sorak sorai memenuhi Giuseppe Meazza saat peluit panjang berbunyi, Senin (4/5) dini hari tadi.
Ini bukan sekadar kemenangan biasa. Hasil vs Parma memastikan Inter Milan sebagai penguasa Liga Italia musim 2025/2026.
Namun, jalan menuju gelar tidak sepenuhnya mulus, karena Parma sempat memberi kejutan di awal laga.
Kemenangan 2-0 atas Parma menjadi penentu gelar bagi Inter Milan.
Tambahan tiga poin membuat koleksi mereka mencapai 82 angka dari 35 pertandingan, jumlah yang sudah tidak mungkin dikejar oleh rival terdekat.
Napoli yang berada di posisi kedua kehilangan peluang untuk menyalip. Bahkan dengan tiga laga tersisa, perolehan maksimal mereka hanya 79 poin.
Artinya, Inter telah mengamankan scudetto lebih cepat tanpa perlu menunggu pekan terakhir.
Baca Juga: Hasil Sassuolo vs AC Milan: Neroverdi Menang 2-0, Jay Idzes Cedera
Alih-alih langsung tertekan, Parma justru tampil berani sejak menit awal. Mereka menciptakan peluang berbahaya melalui sundulan Enrico Delprato, meski bola masih melayang tipis di atas mistar.
Momen ini sempat membuat publik tuan rumah terdiam. Ada rasa waspada bahwa laga tidak akan berjalan semudah yang dibayangkan.
Inter tidak tinggal diam. Mereka meningkatkan intensitas serangan dan mulai mendominasi permainan. Peluang emas datang pada menit ke-25 lewat sepakan Nicolo Barella, tetapi bola hanya membentur tiang gawang.
Tekanan terus dilancarkan hingga akhirnya hasil datang di waktu yang sangat krusial.
Di masa injury time babak pertama, Marcus Thuram menjadi pembeda. Sepakan kaki kanannya tak mampu dihentikan Zion Suzuki setelah menerima umpan matang dari Piotr Zielinski.
Gol ini terasa spesial. Thuram mencetaknya ke gawang klub yang memiliki hubungan emosional dengan Parma, kota kelahirannya. Inter pun menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.
Memasuki paruh kedua, Inter tetap menjaga tempo permainan. Mereka terus menekan demi mengamankan hasil. Beberapa peluang tercipta, termasuk dari Denzel Dumfries, tetapi belum menemui sasaran.
Kepastian kemenangan akhirnya hadir pada menit ke-80.
Baca Juga: Tak Hanya Laris Dagang Smartphone, Penjualan Mobil Listrik Xiaomi Juga Terus Meroket
Kerja sama apik kembali jadi kunci. Umpan dari Lautaro Martinez berhasil diselesaikan dengan baik oleh Henrikh Mkhitaryan. Gol ini mengubah skor menjadi 2-0 sekaligus mengunci kemenangan.
Setelah itu, Inter bermain lebih tenang sambil menjaga keunggulan hingga laga berakhir.
Inter Milan total mengoleksi 82 poin dari 35 laga. Pesaing terdekat mereka, yakni Napoli, maksimal hanya akan mampu meraup 79 poin (sisa 3 laga, saat ini 70 poin).
Dengan selisih yang tidak mungkin dikejar, Inter resmi menjadi juara Liga Italia musim ini.
Kemenangan atas Parma bukan hanya soal tiga poin, tetapi tentang konsistensi sepanjang musim.
Inter Milan menunjukkan mental juara dengan tetap fokus hingga akhir, bahkan saat sempat mendapat tekanan di awal pertandingan.
Malam itu di Giuseppe Meazza menjadi saksi bagaimana sebuah tim menuntaskan perjalanan panjangnya menuju puncak dan memastikan bahwa scudetto kembali menjadi milik Nerazzurri. (naz)
Editor : Mizan Ahsani