Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Thailand Open 2026: Indonesia Tidak Full Team, Ganda Campuran Jadi Andalan

Dony Christiandi • Rabu, 6 Mei 2026 | 17:22 WIB
Ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah dan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu. (PBSI)
Ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah dan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu. (PBSI)

Jawa Pos Radar Madiun - Langkah tim bulu tangkis Indonesia belum berhenti meski baru saja menyelesaikan perjuangan di Eropa. 

Tanpa jeda panjang, fokus langsung dialihkan ke Thailand Open 2026, turnamen individu yang kini menjadi ajang pembuktian baru, terutama bagi sektor ganda campuran.

Kejuaraan level Super 500 ini akan berlangsung pada 12 hingga 17 Mei. Persiapan dilakukan segera setelah tim Indonesia menyelesaikan rangkaian Thomas Cup dan Uber Cup 2026 di Horsens, Denmark.

Perjalanan Indonesia di ajang beregu menghasilkan capaian yang kontras. Tim putra harus tersingkir lebih awal, sementara tim putri justru mampu melangkah jauh hingga semifinal.

Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi sebelum memasuki turnamen individu.

Komposisi Tim Tidak Penuh

Untuk Thailand Open kali ini, Indonesia tidak menurunkan seluruh pemain terbaiknya. Sejumlah atlet utama diistirahatkan setelah tampil di turnamen beregu.

Di sektor tunggal putra, hanya beberapa nama yang kembali diturunkan:

Sementara di tunggal putri, Indonesia hanya mengirim dua wakil:

Baca Juga: Drawing Thailand Open 2026: Ginting Jumpa Unggulan 1, Bagas/Putra Lawan Ganda India

Perombakan di Ganda Putra dan Putri

Sektor ganda putra juga mengalami perubahan komposisi. Beberapa pasangan utama tidak diturunkan dalam turnamen ini.

Pasangan yang tampil antara lain:

Untuk ganda putri, Indonesia menurunkan:

Ganda Campuran Jadi Andalan

Di tengah komposisi yang tidak penuh di sektor lain, ganda campuran justru tampil dengan kekuatan yang hampir lengkap. Sektor ini diproyeksikan menjadi tumpuan utama untuk meraih hasil maksimal.

Beberapa pasangan yang diturunkan:

Komposisi ini menunjukkan keseriusan PBSI dalam memaksimalkan peluang di nomor ganda campuran.

Turnamen ini juga menjadi kesempatan bagi pemain pelapis untuk menunjukkan kualitas. Terutama bagi mereka yang belum mendapat kesempatan tampil di Thomas dan Uber Cup.

Dengan tekanan yang lebih ringan dibanding turnamen beregu, para atlet diharapkan bisa tampil lepas dan memberikan hasil optimal.

Thailand Open 2026 bukan sekadar turnamen lanjutan, tetapi juga menjadi tolok ukur konsistensi performa setelah ajang besar sebelumnya.

Bagi Indonesia, keberhasilan di sektor ganda campuran bisa menjadi penyeimbang sekaligus penanda bahwa regenerasi atlet berjalan ke arah yang tepat.

Kini, perhatian tertuju pada bagaimana para wakil merah putih memanfaatkan peluang. Di tengah komposisi yang tidak penuh, justru di situlah peluang kejutan bisa muncul. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#thailand open 2026 #indonesia #jadwal #ganda campuran #atlet