Jawa Pos Radar Madiun - Langkah tim bulu tangkis Indonesia belum berhenti meski baru saja menyelesaikan perjuangan di Eropa.
Tanpa jeda panjang, fokus langsung dialihkan ke Thailand Open 2026, turnamen individu yang kini menjadi ajang pembuktian baru, terutama bagi sektor ganda campuran.
Kejuaraan level Super 500 ini akan berlangsung pada 12 hingga 17 Mei. Persiapan dilakukan segera setelah tim Indonesia menyelesaikan rangkaian Thomas Cup dan Uber Cup 2026 di Horsens, Denmark.
Perjalanan Indonesia di ajang beregu menghasilkan capaian yang kontras. Tim putra harus tersingkir lebih awal, sementara tim putri justru mampu melangkah jauh hingga semifinal.
Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi sebelum memasuki turnamen individu.
Komposisi Tim Tidak Penuh
Untuk Thailand Open kali ini, Indonesia tidak menurunkan seluruh pemain terbaiknya. Sejumlah atlet utama diistirahatkan setelah tampil di turnamen beregu.
Di sektor tunggal putra, hanya beberapa nama yang kembali diturunkan:
- Anthony Sinisuka Ginting
- Mohammad Zaki Ubadillah
- Prahdiska Bagas Shujiwo
- Muhamad Yusuf
Sementara di tunggal putri, Indonesia hanya mengirim dua wakil:
- Thalita Wiryawan
- Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi
Baca Juga: Drawing Thailand Open 2026: Ginting Jumpa Unggulan 1, Bagas/Putra Lawan Ganda India
Perombakan di Ganda Putra dan Putri
Sektor ganda putra juga mengalami perubahan komposisi. Beberapa pasangan utama tidak diturunkan dalam turnamen ini.
Pasangan yang tampil antara lain:
- Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi
- Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin
- M. Rian Ardianto/Rahmat Hidayat
- Muhammad Erwiansyah/Bagas Maulana
Untuk ganda putri, Indonesia menurunkan:
- Isyana Syahira Meida/Rinjani Nastine
- Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari
Ganda Campuran Jadi Andalan
Di tengah komposisi yang tidak penuh di sektor lain, ganda campuran justru tampil dengan kekuatan yang hampir lengkap. Sektor ini diproyeksikan menjadi tumpuan utama untuk meraih hasil maksimal.
Beberapa pasangan yang diturunkan:
- Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu
- Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah
- Dejan Ferdinansyah/Bernadine Wardana
- Verrel Yustin Mulia/Aisyah Pranata
- Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil
- Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti
Komposisi ini menunjukkan keseriusan PBSI dalam memaksimalkan peluang di nomor ganda campuran.
Turnamen ini juga menjadi kesempatan bagi pemain pelapis untuk menunjukkan kualitas. Terutama bagi mereka yang belum mendapat kesempatan tampil di Thomas dan Uber Cup.
Dengan tekanan yang lebih ringan dibanding turnamen beregu, para atlet diharapkan bisa tampil lepas dan memberikan hasil optimal.
Thailand Open 2026 bukan sekadar turnamen lanjutan, tetapi juga menjadi tolok ukur konsistensi performa setelah ajang besar sebelumnya.
Bagi Indonesia, keberhasilan di sektor ganda campuran bisa menjadi penyeimbang sekaligus penanda bahwa regenerasi atlet berjalan ke arah yang tepat.
Kini, perhatian tertuju pada bagaimana para wakil merah putih memanfaatkan peluang. Di tengah komposisi yang tidak penuh, justru di situlah peluang kejutan bisa muncul. (naz)
Editor : Mizan Ahsani