Jawa Pos Radar Madiun - Budapest akan menjadi pusat perhatian dunia sepak bola pada 30 Mei 2026. Ibu kota Hungaria itu dipastikan menjadi tuan rumah final Liga Champions 2026 yang mempertemukan Arsenal kontra Paris Saint-Germain di Puskás Aréna.
Namun Budapest bukan sekadar kota penyelenggara final kompetisi elite Eropa. Kota yang dijuluki “Mutiara Sungai Donau” itu dikenal sebagai salah satu kota terindah di Eropa karena perpaduan sejarah, arsitektur klasik, dan panorama sungainya yang ikonik.
Atmosfer romantis khas Eropa Tengah membuat Budapest selama bertahun-tahun masuk daftar destinasi wisata terbaik dunia.
Nama Budapest sendiri ternyata berasal dari penyatuan tiga kota berbeda pada tahun 1873, yakni Buda, Pest, dan Óbuda atau Buda Lama.
Wilayah Buda berada di sisi barat Sungai Donau dengan karakter perbukitan, jalan batu klasik, dan bangunan bersejarah yang mendominasi kawasan tersebut.
Sementara Pest yang berada di sisi timur berkembang menjadi pusat ekonomi, pemerintahan, hiburan, dan kehidupan modern kota Budapest.
Dua kawasan itu dihubungkan oleh jembatan legendaris Széchenyi Chain Bridge yang menjadi salah satu ikon paling terkenal di Hungaria.
Baca Juga: Final Liga Champions 2026: Arsenal vs PSG Digelar di Budapest, Harga Tiket Tembus Rp18 Juta
Pemandangan Budapest semakin memukau saat malam hari. Cahaya keemasan dari gedung-gedung tua yang memantul di Sungai Donau membuat kota ini kerap disebut sebagai “Paris di Timur”.
Salah satu landmark paling terkenal di Budapest adalah Gedung Parlemen Hungaria atau Országház. Bangunan bergaya Gothic Revival itu berdiri megah di tepi Sungai Donau dan dikenal sebagai salah satu gedung parlemen terbesar di dunia.
Selain itu, wisatawan juga kerap mengunjungi Kastel Buda yang berada di dataran tinggi sisi barat kota. Kompleks istana tersebut menjadi simbol sejarah panjang kerajaan Hungaria.
Dari kawasan Fisherman’s Bastion, pengunjung dapat menikmati panorama Budapest dari ketinggian dengan latar Sungai Donau dan Gedung Parlemen yang sangat ikonik.
Budapest juga terkenal sebagai “Kota Spa” karena memiliki jaringan mata air panas alami di bawah tanah. Salah satu lokasi paling populer adalah Széchenyi Thermal Bath, kompleks pemandian air panas terbesar di Eropa.
Kombinasi wisata sejarah, budaya, dan relaksasi membuat Budapest selalu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai negara.
Pada final Liga Champions 2026 nanti, perhatian utama dunia sepak bola akan tertuju pada Puskás Aréna.
Stadion modern berkapasitas sekitar 67 ribu penonton itu dibangun di atas lokasi Stadion Ferenc Puskás lama dan resmi dibuka pada 2019.
Baca Juga: Hasil Bayern vs PSG 1-1: Les Parisiens Tantang Arsenal di Final Liga Champions 2026
Nama stadion diambil dari legenda sepak bola Hungaria, Ferenc Puskás, yang dikenal sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah.
Dengan fasilitas modern standar UEFA dan atmosfer megah khas Eropa, Puskás Aréna dinilai sangat layak menjadi panggung final Liga Champions.
Ribuan suporter Arsenal dan PSG diperkirakan akan memadati Budapest menjelang laga final. Selain berburu trofi Liga Champions, para pendukung juga berkesempatan menikmati keindahan kota yang disebut-sebut sebagai salah satu permata Eropa tersebut.
Budapest pada akhirnya bukan hanya destinasi sepak bola. Kota ini menawarkan pengalaman sejarah, budaya, dan panorama yang membuat banyak wisatawan jatuh cinta sejak kunjungan pertama. (dce)
Editor : Dony Christiandi