Jawa Pos Radar Madiun - Toprak Razgatlioglu menghadapi tantangan baru dalam karier MotoGP-nya akhir pekan ini.
Untuk pertama kalinya, juara dunia WorldSBK itu akan menjajal Sirkuit Le Mans pada ajang MotoGP Prancis 2026.
Berbeda dengan seri sebelumnya di Jerez yang sudah sangat familiar baginya, Le Mans menjadi pengalaman benar-benar baru untuk rider Pramac Yamaha tersebut.
Meski belum pernah balapan di lintasan legendaris Prancis itu, Toprak justru mengaku lebih antusias dibanding merasa khawatir.
“Akhirnya saya bisa balapan di Le Mans dan saya sangat senang,” kata Razgatlioglu.
“Ini adalah sirkuit legendaris yang selama ini hanya saya tonton, jadi sangat menyenangkan akhirnya bisa merasakannya secara langsung untuk pertama kali,” imbuhnya.
Baca Juga: Arsenal Bisa Juara Invincibles, Arteta Bawa The Gunners ke Final Liga Champions 2026
Toprak Ingin Tinggalkan Gaya Balap Superbike
Pembalap asal Turki itu mengakui dirinya masih kesulitan meninggalkan kebiasaan gaya balap WorldSBK saat tampil di MotoGP.
Hal tersebut terlihat saat seri Jerez, ketika ia secara alami kembali menggunakan teknik balap Superbike karena sudah mengenal karakter sirkuit tersebut.
Namun di Le Mans, Toprak merasa memiliki kesempatan untuk memulai semuanya dari awal dan lebih fokus beradaptasi dengan motor MotoGP.
“Saya lebih antusias daripada khawatir. Memang ini trek baru dan masih banyak yang harus dipelajari, tetapi saya melihatnya sebagai sebuah peluang,” ujarnya.
Baca Juga: Arsenal Mulai Yakin dengan Arteta, Fabrizio Romano Sebut Kontrak Baru Tinggal Tunggu Waktu
Ingin Lebih Cepat Beradaptasi
Toprak berharap pengalaman baru di Le Mans bisa membantunya semakin cepat memahami karakter motor MotoGP.
“Di sirkuit yang sudah kami datangi sebelumnya, saya secara alami kembali ke gaya balap Superbike karena trek itu familiar bagi saya. Itu seperti terjadi secara insting,” jelasnya.
“Di sini saya memulai dari nol. Saya berharap bisa langsung memiliki pendekatan yang tepat sejak awal dan fokus penuh beradaptasi dengan gaya balap MotoGP.”
Menurut Toprak, proses adaptasi tersebut menjadi fokus utamanya sepanjang musim debut di kelas premier.
“Itulah yang terus saya pelajari dan mungkin ini menjadi kesempatan bagus untuk membuat langkah maju lagi,” lanjutnya.
Direktur tim Pramac Yamaha, Gino Borsoi, percaya timnya berada dalam posisi yang lebih baik setelah tes di Jerez.
“Kami berharap bisa memulai akhir pekan dengan posisi yang lebih baik dibanding seri-seri sebelumnya,” kata Borsoi.
Menurutnya, cuaca di Le Mans yang sulit diprediksi justru bisa menjadi keuntungan bagi Yamaha.
“Le Mans selalu tidak bisa ditebak, terutama karena faktor cuaca. Sejauh ini kami cukup kompetitif dalam kondisi basah dan jika situasi itu kembali terjadi, kami siap memaksimalkannya,” jelasnya. (naz)
Editor : Mizan Ahsani