Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Manajer Persija: Duel vs Persib Banyak Drama, Tak Pantas Disebut El Clasico

Mizan Ahsani • Jumat, 8 Mei 2026 | 05:18 WIB
Para pemain Persija menjalani official training sebelum laga BRI Super League. (IG @persija)
Para pemain Persija menjalani official training sebelum laga BRI Super League. (IG @persija)

Jawa Pos Radar Madiun - Manajer Persija Jakarta, Ardhi Tjahjoko, mengeluarkan pernyataan mengejutkan menjelang duel panas melawan Persib Bandung dalam lanjutan Liga 1 2026.

Ardhi meminta kepada seluruh pihak, mulai dari media, komentator, hingga pengamat sepak bola, untuk berhenti menggunakan istilah "El Clasico" dalam menggambarkan pertemuan kedua tim.

Pernyataan ini muncul sebagai akumulasi kekecewaan manajemen Macan Kemayoran terhadap berbagai polemik yang selalu mengiringi pertandingan tersebut, mulai dari drama perizinan, masalah keamanan, hingga pemindahan venue pertandingan.

Kritik Terhadap Sportivitas dan Drama

Ardhi menilai label "El Clasico" yang diadopsi dari rivalitas Real Madrid dan Barcelona tidak lagi relevan jika melihat realitas di lapangan.

Menurutnya, kualitas pertandingan sering kali tertutup oleh drama non-teknis yang justru mencederai nilai sportivitas.

“YTH para narasumber, reporter, komentator dan rekan wartawan sepak bola Liga 1, saya atas nama manajer Persija Jakarta mulai saat ini menyatakan keberatan dalam hal penyebutan El Clasico dalam pertandingan antara Persija vs Persib,” tegas Ardhi Tjahjoko melalui keterangan resminya.

Ia menambahkan bahwa secara teknis, kualitas permainan dalam duel ini tidak selalu istimewa dibandingkan dengan laga tim lainnya.

"Karena pada kenyataannya masih jauh dari nilai sportivitas, fairness maupun dalam game-nya itu sendiri biasa saja seperti layaknya tim lainnya," ujarnya.

Baca Juga: Kutukan Kandang Persija? Macan Kemayotan Baru 2 Kali Jamu Persib di Jakarta sejak Era Liga 1

Soroti Banyaknya Gimmick

Puncak kekesalan manajemen terjadi ketika Persija kembali gagal menjamu rivalnya tersebut di Jakarta. Pertandingan yang dijadwalkan pada Minggu (10/5) harus dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda. 

Hal ini memperpanjang catatan kelam Persija yang tidak bisa bermain di hadapan publik ibu kota saat menjamu Persib sejak tahun 2019.

Bagi Ardhi, rangkaian masalah ini lebih menonjolkan sisi drama ketimbang prestasi sepak bola.

“Malah cenderung lebih banyak gimmick dan drama yang dipertunjukkan setiap akan melaksanakan pertandingan,” cetus Ardhi.

Imbauan untuk Memandang Sebagai Laga Biasa

Manajer Persija ini berharap dengan dihentikannya sebutan El Clasico, tekanan dan polemik yang menyertai pertandingan bisa berkurang.

Ia ingin semua pihak melihat Persija vs Persib sebagai pertandingan reguler dalam kompetisi Liga 1 tanpa embel-embel berlebihan yang memicu ketegangan ekstra.

“Bagi saya ini hanya pertandingan biasa saja, tidak ada yang istimewa dan tidak pantas juga dikatakan El Clasico,” pungkasnya.

Hingga saat ini, laga Persija Jakarta melawan Persib Bandung tetap akan digelar di Stadion Segiri dengan kehadiran suporter tuan rumah (Jakmania), meskipun status "kandang usiran" masih menjadi luka bagi tim kebanggaan warga Jakarta tersebut. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#el clasico #persija vs persib #manajer persija #BRI Super League