Jawa Pos Radar Madiun - Race Direction MotoGP secara resmi memberlakukan protokol baru terkait prosedur masuk pit lane yang mulai diterapkan pada seri GP Prancis di Sirkuit Bugatti, Le Mans, akhir pekan ini.
Langkah ini diambil sebagai hasil kesepakatan antara tim-tim MotoGP dan Federasi Balap Motor Internasional (FIM) demi meningkatkan standar keselamatan di area pit.
Berdasarkan aturan anyar tersebut, seluruh pembalap kini diwajibkan menggunakan jalur masuk pit lane yang telah ditentukan secara spesifik.
Jalur ini ditandai dengan garis putih putus-putus yang harus diikuti selama seluruh sesi berlangsung, mulai dari latihan, kualifikasi, sprint race, hingga balapan utama pada hari Minggu.
Kewajiban Jalur Resmi dan Titik Waktu
Dalam rilis resmi MotoGP, Sabtu (9/5), ditegaskan bahwa pembalap hanya diperbolehkan memasuki pit lane melalui rute resmi yang telah ditetapkan.
Hal ini termasuk kewajiban melewati titik pencatatan waktu masuk (pit entry timing) yang akurat.
Tujuannya adalah untuk menciptakan ketertiban aliran kendaraan saat memasuki area teknis, terutama guna menghindari pergerakan mendadak yang dapat membahayakan kru tim maupun pembalap lain yang berada di area sekitar.
Baca Juga: Jangan Remehkan Innova Reborn Bensin, Kini Lebih Hemat dan Nyaman dari Diesel?
Sanksi Tegas bagi Pelanggar
FIM MotoGP Steward tidak akan segan memberikan sanksi bagi pembalap yang kedapatan melanggar aturan ini. Berikut poin utama pengawasannya:
-
Wajib Garis Putih: Pembalap yang tidak melewati garis putih putus-putus saat masuk pit akan dicatat sebagai pelanggaran.
-
Jalur Utuh: Pembalap harus menggunakan keseluruhan jalur masuk sesuai rute, tidak diperbolehkan memotong jalur di luar ketentuan.
-
Potensi Sanksi: Pelanggaran pada sesi latihan dapat berakibat pada pembatalan catatan waktu atau denda, sementara pelanggaran saat balapan bisa berujung pada penalti waktu atau long lap penalty.
Adaptasi Sesuai Layout Sirkuit
Race Direction juga memberikan catatan bahwa setiap sirkuit dalam kalender 2026 tetap memiliki ketentuan tambahan yang menyesuaikan karakter layout masing-masing lintasan.
Area terlarang dan detail rute di Sirkuit Le Mans mungkin akan berbeda dengan seri berikutnya di Mugello atau Barcelona.
Penerapan aturan ini diprediksi akan membuat pengawasan menjadi jauh lebih ketat, terutama pada momen-momen krusial seperti saat pergantian motor dalam kondisi balapan flag-to-flag atau ketika cuaca berubah secara mendadak.
Para pembalap kini dituntut untuk lebih presisi, tidak hanya di lintasan balap, tetapi juga saat hendak kembali ke garasi tim. (naz)
Editor : Mizan Ahsani