Jawa Pos Radar Madiun - Peta persaingan balap mobil paling bergengsi di dunia, Formula 1 (F1), berpotensi kedatangan kekuatan baru dari Asia.
Produsen otomotif raksasa asal China, BYD, dikabarkan tengah mempertimbangkan secara serius untuk terjun ke ajang balap jet darat tersebut.
Jika terealisasi, BYD akan mencatatkan sejarah sebagai merek asal China pertama yang berkompetisi di F1.
Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, mengonfirmasi bahwa perusahaan saat ini sedang mendiskusikan kemungkinan besar untuk bergabung ke dalam kejuaraan dunia tersebut.
“Kami sedang mendiskusikan masuk ke Formula 1,” ungkap Stella Li sebagaimana dikutip dari laporan Drive dan media Italia pada Jumat (8/5).
Baca Juga: Balapan MotoGP Le Mans Terapkan Aturan Baru, Masuk Pit Lane Bakal Lebih Ketat
Pertemuan Strategis di Shanghai
Langkah BYD menuju F1 tampaknya bukan sekadar rumor belaka.
Stella Li membeberkan bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan langsung dengan CEO Formula 1, Stefano Domenicali, saat kunjungan di Shanghai.
Komunikasi antara kedua belah pihak dikabarkan tetap terjalin secara intensif hingga saat ini.
Menurut Stella, Formula 1 merupakan platform yang sangat menarik karena mencakup aspek gairah, budaya, dan impian banyak orang di seluruh dunia.
Lebih dari itu, F1 dipandang sebagai laboratorium teknologi yang sempurna.
“Keterlibatan di F1 dapat menjadi cara untuk menguji teknologi perusahaan di level tertinggi motorsport dunia,” tambahnya.
Baca Juga: Tak Hanya Pajero, Ini Deretan SUV 7 Seater yang Masih Jadi Favorit di Indonesia Tahun 2026
Daftar Tim Baru atau Beli Tim yang Sudah Ada?
Masuknya BYD ke Formula 1 tentu akan memberikan warna baru dan tantangan besar bagi tim-tim mapan seperti Ferrari, Mercedes-Benz, dan McLaren.
Namun, hingga saat ini belum ada detail teknis mengenai skema bergabungnya BYD.
Ada dua kemungkinan besar yang sedang menjadi perbincangan di kalangan pengamat:
Pertama, membeli tim yang sudah ada dengan engakuisisi kepemilikan tim yang tengah beroperasi untuk mempercepat proses adaptasi teknis.
Kedua, menjadi tim baru ke-12. Artinya, BYD bergabung sebagai kontestan baru sepenuhnya, mengikuti jejak beberapa pabrikan lain yang tengah mengincar slot tambahan di grid F1.
Langkah BYD ini dinilai sangat strategis, mengingat Formula 1 tengah bertransformasi menuju penggunaan bahan bakar berkelanjutan dan penguatan sistem hibrida pada musim-musim mendatang.
Area tersebut tentu merupakan keahlian utama BYD sebagai pemimpin pasar kendaraan listrik (EV) global. (naz)
Editor : Mizan Ahsani