Jawa Pos Radar Madiun - Demam olahraga padel kini tidak lagi hanya terasa di Jakarta atau Bali.
Tren olahraga raket yang viral sejak 2024 itu mulai menyebar cepat ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Madiun dan sekitarnya.
Popularitas padel yang terus meningkat membuat pembangunan lapangan baru mulai bermunculan di sejumlah kota daerah.
Olahraga yang disebut sebagai kombinasi tenis dan squash ini kini berkembang menjadi bagian dari gaya hidup modern masyarakat urban hingga kota-kota penyangga.
Padel mulai dimainkan berbagai kalangan, mulai pelajar, pekerja kantoran, pebisnis, hingga orang tua.
Permainannya yang santai dan mudah dipelajari menjadi alasan utama olahraga ini cepat diterima masyarakat.
Selain itu, konsep permainan dua lawan dua membuat padel terasa lebih sosial dan interaktif dibanding olahraga raket lainnya.
Mudah Dimainkan Pemula
Salah satu alasan padel cepat viral adalah karena teknik bermainnya relatif mudah dipahami.
Ukuran lapangan yang lebih kecil membuat pemain tidak perlu terlalu banyak berlari seperti tenis.
Bahkan pemain baru biasanya sudah bisa melakukan rally hanya dalam beberapa menit bermain.
Karena itu, padel dianggap cocok dimainkan berbagai usia, termasuk orang yang sebelumnya jarang berolahraga.
Jadi Tempat Nongkrong dan Networking
Padel kini bukan sekadar olahraga.
Banyak komunitas menjadikan padel sebagai sarana berkumpul, memperluas relasi, hingga networking bisnis.
Tidak heran jika banyak lapangan padel kini hadir dengan konsep modern lengkap dengan cafe, area santai, hingga fasilitas coaching.
Fenomena tersebut membuat padel semakin identik dengan gaya hidup urban masa kini.
Pertumbuhan Lapangan Sangat Cepat
Popularitas padel di Indonesia juga terlihat dari pertumbuhan jumlah lapangan yang sangat cepat.
Indonesia bahkan disebut menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan padel tercepat di Asia Tenggara.
Tren ini membuat pembangunan lapangan baru mulai merambah kota-kota daerah, termasuk wilayah Madiun dan sekitarnya.
Munculnya lapangan baru juga diikuti pertumbuhan komunitas lokal yang semakin aktif menggelar latihan hingga pertandingan persahabatan.
Dinilai Lebih Aman untuk Sendi
Selain seru dimainkan, padel juga dianggap lebih nyaman untuk tubuh dibanding beberapa olahraga raket lain.
Gerakannya relatif low-impact karena minim lompatan dan hentakan keras pada lutut maupun pergelangan kaki.
Karena itu, olahraga ini mulai diminati banyak orang dewasa yang ingin tetap aktif tanpa terlalu membebani sendi.
Kombinasi permainan yang mudah, suasana sosial yang santai, dan aktivitas fisik yang tidak terlalu berat membuat padel diprediksi akan terus berkembang di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. (dce)
Editor : Dony Christiandi