
SLEMAN, Jawa Pos Radar Madiun – Di bawah langit Sleman yang bergemuruh, Ansyari Lubis tetap menjadi sosok yang paling tenang.
Pria asal Sumatera Utara itu baru saja menuntaskan misi besarnya: mengantar PSS Sleman kembali ke singgasana tertinggi sepak bola Indonesia melalui jalur Pegadaian Championship 2025/26.
Keberhasilan PSS meraih tiket promosi bukan sekadar angka di papan skor.
Ini adalah pembuktian Ansyari atas keraguan yang sempat mampir di awal musim.
Kini, namanya bersanding dengan empat kandidat lain dalam nominasi Best Coach versi I.League.
Baca Juga: Preview Final Liga 2, PSS Sleman vs Garudayaksa FC: Ambisi Merusak Pesta Super Elang Jawa
Namun, bagi pria yang akrab disapa "Uwak" ini, gelar individu hanyalah residu dari kerja kolektif.
Menolak Silau Gelar Individu
Saat ditemui menjelang partai puncak, Ansyari menanggapi nominasi pelatih terbaik dengan nada rendah hati yang menjadi ciri khasnya.
Ia menegaskan bahwa ambisinya tidak sedang mengejar validasi pribadi.
“Saya tidak berpikir menjadi pelatih terbaik. Yang saya pikirkan adalah tim. Jika PSS menang dan jadi juara, itu sudah satu bonus yang luar biasa,” ujar Ansyari.
Baca Juga: Jelang Final Liga 2, Widodo Cahyono Putro Sebut Timnya Tak Gentar Dengan Atmosfer Stadion Maguwoharjo
Bagi Ansyari, misi dari manajemen dan harapan yang dititipkan ribuan suporter di tribun Stadion Maguwoharjo jauh lebih berat timbangannya dibanding sebuah trofi di atas meja kerjanya.
Mentalitas Final di Maguwoharjo
Malam nanti, PSS Sleman akan menghadapi ujian terakhir melawan Garudayaksa FC di partai final.
Meski tiket promosi sudah digenggam, Ansyari enggan anak asuhnya tampil lembek.
Baginya, final adalah soal kehormatan dan mentalitas juara.
Ia menyebutkan bahwa para pemain telah menunjukkan respons positif.
Komitmen untuk menutup musim dengan kemenangan manis di hadapan publik sendiri menjadi harga mati.
Daya Magis Stadion Maguwoharjo:
Motivasi Ekstra: Kehadiran suporter bukan beban, melainkan bahan bakar.
Karakter Pemain: Ansyari menekankan sikap (attitude) sebagai pembeda di lapangan.
Konsistensi: Menjaga ritme permainan dari menit awal hingga peluit panjang.
“Pertandingan nanti sudah dinantikan oleh seluruh pemain. Saya pikir mereka sudah memiliki sikap dan karakter yang akan mereka tunjukkan malam nanti,” tegasnya dengan nada optimis.
Kado untuk Sleman Fans
PSS Sleman dikenal dengan basis pendukungnya yang militan.
Ansyari sadar betul akan hal itu. Baginya, atmosfer Maguwoharjo malam nanti harus dikonversi menjadi energi positif, bukan tekanan yang melumpuhkan.
Ia berharap para pemain bisa tampil lepas, menunjukkan perkembangan teknis terbaik yang telah diasah sepanjang musim.
“Ini adalah laga final bagi mereka, tanpa beban. Mudah-mudahan dukungan suporter yang luar biasa ini menjadi energi positif,” pungkas Ansyari.
Baca Juga: Prediksi Skor Arema FC vs PSM Makassar: Singo Edan Masih Punya PR Di Lini Belakang
Kini, Sleman tinggal menunggu beberapa jam lagi untuk melihat apakah sang Elang Jawa akan menutup musim ini dengan pesta yang sempurna dengan mempersembahkan tiket promosi serta gelar juara.
Semuanya akan terjawab setelah laga menarik nanti malam. (tif)
Editor : Latiful Habibi