Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Nasib Juara Liga Inggris Ada di Tangan Crystal Palace, Arsenal dan Manchester City Saling Harap-Harap Cemas

Titis Osi Kurniawan • Selasa, 12 Mei 2026 | 14:29 WIB
Para pemain Crystal Palace merayakan gol. (EVENING STANDARD)
Para pemain Crystal Palace merayakan gol. (EVENING STANDARD)

Jawa Pos Radar Madiun - Bayangkan sebuah skenario film olahraga di mana dua raksasa saling sikut demi takhta tertinggi, namun nasib akhir mereka justru ditentukan kuda hitam yang punya agenda tersembunyi.

Itulah drama nyata yang sedang tersaji di pentas sepak bola daratan Inggris musim ini.

Duel sengit antara Arsenal dan Manchester City untuk memperebutkan mahkota juara dipastikan terus menyala hingga detik terakhir.

Menariknya, takdir kedua tim raksasa tersebut kini justru berada di ujung tanduk sebuah klub asal London Selatan, yakni Crystal Palace, yang siap menjadi hakim penentu siapa penguasa Premier League yang sebenarnya.

Manchester City sudah mengirimkan sinyal bahaya kepada rival utamanya. 

Skuad racikan Pep Guardiola sukses melibas habis Brentford FC dengan skor telak 3-0 saat berlaga di Stadion Etihad pada Sabtu (9/5) malam. 

Kemenangan vital ini membuat mesin tempur The Citizens melonjak mencapai perolehan 74 poin.

Sementara itu, Arsenal masih duduk manis di puncak klasemen sementara dengan raihan 79 poin. The Gunners baru saja menang dengan penuh drama kontra West Ham pada Senin (11/5) dini hari.

Baca Juga: Bangkit dari Kubur! RX King 2026 Rumornya Ditenagai Mesin VVA, Intip Bocoran Spesifikasinya

Posisi Unik Crystal Palace

Di tengah panasnya perburuan gelar ini, nama Crystal Palace mendadak menjadi pusaran perhatian publik.

Pasukan The Eagles memiliki jadwal yang sangat krusial karena harus menghadapi kedua kandidat juara tersebut secara beruntun.

Palace dijadwalkan bertandang ke markas Manchester City pada Kamis (14/5) dini hari, lalu menjamu Arsenal pada laga pamungkas kompetisi 24 Mei mendatang.

Namun, terselip sebuah bumbu drama finansial di balik pertemuan Palace dan Arsenal.

Pada awal musim lalu, Arsenal membajak gelandang serang Eberechi Eze dari kubu Palace dengan mahar transfer mencapai GBP 60 juta atau sekitar Rp 1,42 triliun.

Dalam klausul kesepakatan rahasia itu, Palace berhak mencairkan bonus tambahan senilai GBP 10 juta (setara Rp 236,7 miliar) asalkan The Gunners sukses mengunci gelar juara liga.

Situasi ini memunculkan ironi yang sangat luar biasa. Jika Palace tampil kesetanan dan menjegal Arsenal di pekan terakhir, mereka justru akan kehilangan suntikan dana segar bernilai fantastis tersebut.

Menanggapi posisi krusial timnya sebagai penentu juara, pelatih Crystal Palace Oliver Glasner memilih bersikap dingin.

Pelatih yang baru saja sukses membawa timnya menembus babak final Liga Konferensi Europa musim ini menegaskan tidak ada niat sedikit pun untuk membantu pihak mana pun.

“Saya tidak bertanggung jawab atas Arsenal. Begitu pula dengan City. Tetapi, saya hanya bertanggung jawab atas Crystal Palace,” ujar Glasner.

Sang pelatih asal Austria ini juga menegaskan bahwa loyalitasnya murni hanya untuk kemajuan skuadnya sendiri.

“Aku hanya dibayar agar bisa memberikan yang terbaik bagi Palace. Bukan Arsenal atau City,” lanjutnya.

Jika anak asuh Glasner mampu mengalahkan City atau minimal menahan imbang mereka pada Kamis nanti, maka Arsenal bisa meraih gelar juara jika memenangkan pertandingan di pekan ke-37.

Sebaliknya, jika Crystal Palace tumbang, maka penentuan gelar juara bisa terjadi di pekan ke-38 yang merupakan pertandingan terakhir. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#Arsenal #juara #crystal palace #manchester city #liga inggris