Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Invasi Bintang Jepang di V-League 2026: Jahstice Yauchi Tinggalkan Klub Baru Megawati ke Pink Spiders

Mizan Ahsani • Rabu, 13 Mei 2026 | 09:10 WIB
Jahstice Yauchi saat masih berseragam Hyundai Hillstate. Pemain asal Jepang itu gabung dengan Pink Spiders. Adapun di musim 2026/2027, Hyundai Hillstate ganti mendatangkan Megawati Hangestri. (OSEN)
Jahstice Yauchi saat masih berseragam Hyundai Hillstate. Pemain asal Jepang itu gabung dengan Pink Spiders. Adapun di musim 2026/2027, Hyundai Hillstate ganti mendatangkan Megawati Hangestri. (OSEN)

Jawa Pos Radar Madiun - Angin perubahan tengah berembus kencang di bola liga voli Korea, V-League, menjelang bergulirnya musim 2026-2027.

Penerapan sistem agen bebas untuk kuota pemain Asia membuka gerbang persaingan yang lebih liar dan dinamis di bursa transfer.

Menariknya, di tengah perburuan atlet berbakat dari seluruh penjuru benua, nama-nama pevoli asal Jepang justru tampil mendominasi dan sukses memikat hati klub-klub raksasa Korea Selatan.

Kemampuan dasar yang solid, pertahanan sekuat karang, hingga mentalitas pekerja keras menjadikan para bintang Negeri Sakura ini sebagai komoditas paling panas yang diperebutkan di pasar transfer musim ini.

Pink Spiders Gaet Jahstice Yauchi

Langkah agresif langsung ditunjukkan oleh Pink Spiders yang kini diarsiteki oleh pelatih Tomoko Yoshihara. 

Tim raksasa ini resmi mengamankan jasa Jahstice Yauchi dari Hyundai Hillstate, yang di musim 2026/2027 mendatangkan Megawati Hangestri. 

Perekrutan Yauchi bukanlah tanpa alasan yang kuat. Statistik mencatat, ia merupakan penyumbang poin terbanyak di antara seluruh pemain kuota Asia tahun lalu dengan torehan 466 poin.

Catatan individunya sangat gemilang, memuncaki daftar servis dengan rata-rata 0,35 servis per set, dan menduduki peringkat kedua secara keseluruhan untuk efisiensi penerimaan bola di angka 37,9 persen.

Performa luar biasa sebagai kuda hitam pekerja keras ini bahkan mengantarkannya meraih penghargaan Best 7.

Menariknya, kepindahan ini juga menjadi ajang reuni baginya, mengingat ia pernah digembleng langsung oleh Coach Yoshihara saat masih berseragam Osaka Marvelous di Jepang.

Kehadiran Yauchi diharapkan mampu menjadi penawar atas inkonsistensi Pink Spiders musim lalu.

Sebelumnya, strategi rotasi penyerang luar mereka kerap berubah-ubah dan mengandalkan nama-nama seperti Kim Da-eun, Jung Yoon-ju, Choi Eun-ji, hingga Park Min-ji tanpa adanya satu pemain bintang utama.

Baca Juga: Media Korea Tak Segan Jagokan Hyundai Hillstate sebagai Calon Jura V-League, Ini Sederet Alasannya

Hi Pass Corporation Gaet Veteran Timnas

Tidak mau kalah dari pesaingnya, Korea Expressway Hi Pass langsung bergerak cepat menambal lubang yang ditinggalkan Tanacha Soksood akibat kepindahannya ke GS Caltex. 

Pilihan mereka jatuh kepada outside hitter veteran nan sarat pengalaman, Mami Uchiseto.

Pemain berusia 34 tahun dengan tinggi 171 sentimeter ini telah menjadi pilar penting di tim nasional Jepang selama sembilan tahun sejak 2014.

Pengalamannya melanglang buana juga patut diperhitungkan, mulai dari membela Golem Olbia di Liga Italia pada musim 2017-2018, hingga merumput bersama Toyota Autobody Queensaze dan Saitama Ageo Medix.

Kekuatan utama Uchiseto terletak pada kemampuan menerima bola yang sangat presisi.

Stabilitas lini belakangnya telah diakui dunia saat ia didapuk sebagai Best Receiver pada ajang FIVB Grand Champions Cup 2017.

Manajemen klub menaruh harapan besar agar Uchiseto mampu memperkokoh benteng pertahanan bersama Moon Jung-won yang sukses meraih gelar Best 7 setelah beralih posisi menjadi libero tahun lalu.

Kedatangan Uchiseto juga diyakini akan memaksimalkan daya ledak barisan penyerang mereka, yakni legiun asing Moma Bassoko, Kang So-hwi yang baru saja memperpanjang kontrak, serta rekrutan anyar Park Jung-ah.

IBK Altos dan Proyek Ambisius Manabe

Sementara itu, IBK Altos yang kini berada di bawah komando mantan pelatih tim nasional Jepang, Masayoshi Manabe, turut meramaikan tren dengan merekrut Miwako Osanai.

Outside hitter berpostur 175 sentimeter ini memiliki rekam jejak mentereng sebagai pencetak poin terbanyak bagi pemain lokal di SV League Jepang.

Hebatnya lagi, agresivitas serangan Osanai diimbangi dengan kualitas pertahanan tingkat tinggi berkat persentase keberhasilan penerimaan bola yang mencapai 40 persen.

Perekrutan Osanai merupakan bagian dari cetak biru Coach Manabe untuk membangun skuad dengan gaya permainan voli yang serba cepat dan sangat terorganisasi.

Secara keseluruhan, ketiga bintang Jepang ini memiliki satu kesamaan mutlak, yakni fondasi teknis yang luar biasa matang untuk menjaga stabilitas pertahanan, dipadukan dengan keterampilan ofensif yang tajam.

Adapun nilai kontrak tahun pertama kuota Asia yang ditetapkan sebesar USD 150.000 atau sekitar Rp 2,2 miliar.

Bagi ketiga tim di atas, perekrutan pemain asal Jepang dinilai sebagai investasi paling rasional dan berharga untuk menciptakan fondasi kekompakan tim di kerasnya persaingan V-League. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#Jepang #Hyundai Hillstate #megawati #Liga Voli Korea #V-League