Jawa Pos Radar Madiun - Klub bola voli putri Jepang, Victorina Himeji, secara resmi mengumumkan kepergian lima pemain.
Salah satu nama yang ikut terdepak adalah mantan bintang timnas voli putri Korea Selatan, Lee Jae-young.
Melalui situs web resminya, pihak klub memastikan tidak memperpanjang kontrak sang pemain yang banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan akibat cedera lutut pada musim lalu.
Lee Jae-young mendarat di Victorina Himeji pada Juli tahun lalu sebagai upaya untuk kembali ke lapangan setelah mengalami masa vakum yang panjang.
Pada awal kedatangannya, ia sempat menunjukkan performa apik yang mengingatkan pada masa keemasannya.
Namun, cedera lutut menghambat perkembangannya sehingga ia gagal tampil maksimal pada paruh kedua musim.
Melalui rilis resmi klub, Lee menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan sekaligus menyesali kondisinya yang tidak bugar hingga akhir kompetisi.
"Saya dengan tulus berterima kasih kepada Himeji karena telah memberi saya kesempatan untuk kembali sebagai pemain bola voli," ujarnya.
"Menjelang akhir musim, saya tidak bisa bermain seperti yang saya harapkan karena cedera, tetapi dukungan Anda memberi saya kekuatan besar," imbuh Lee.
Manajemen Victorina Himeji juga memberikan apresiasi positif atas kontribusi pertahanan yang diberikan Lee selama berseragam tim tersebut.
"Sebagai pemain yang dibekali kemampuan luar biasa, ia memenuhi peran penting bagi tim melalui penerimaan dan pertahanan yang stabil," tulis pernyataan resmi klub.
Menolak Pensiun di Tengah Bayang Skandal Masa Lalu
Meskipun kontraknya tidak diperpanjang, Lee Jae-young mengisyaratkan bahwa dirinya belum mau gantung sepatu.
Ia berfokus pada pemulihan lututnya dan mencari peluang untuk bergabung dengan klub baru.
"Saya akan berusaha untuk terus memainkan bola voli yang saya cintai," tegasnya.
Perjalanan karier Lee Jae-young memang penuh dinamika. Di liga domestik V-League Korea Selatan, ia adalah sosok bintang besar.
Masuk sebagai pilihan pertama draf musim 2014 hingga 2015 bersama Pink Spiders, ia langsung meraih gelar Rookie of The Year V-League.
Puncaknya, ia memborong gelar Most Valuable Player (MVP) pada musim 2016 hingga 2017 dan 2018 hingga 2019, serta membawa timnya juara.
Namun, karier mentereng tersebut runtuh seketika setelah muncul skandal kekerasan atau perundungan semasa sekolah yang melibatkan dirinya dan sang saudari kembar, Lee Da-young.
Kasus ini berujung pada pencoretan mereka dari kompetisi voli domestik Korea.
Jika Lee Da-young berhasil melanjutkan kariernya ke liga Eropa, Lee Jae-young justru harus berjuang ekstra keras melawan masalah cedera yang terus memperlambat karier profesionalnya di luar negeri. (naz)
Editor : Mizan Ahsani