Jawa Pos Radar Madiun - Arsenal belum bisa sepenuhnya fokus menatap final Liga Champions. Di saat PSG sudah mengunci gelar Liga Prancis dan mulai bersantai, Arsenal justru masih dipaksa bertarung habis-habisan di Premier League.
The Gunners masih harus menjalani dua laga krusial Liga Inggris melawan Burnley di kandang dan bertandang ke markas Crystal Palace.
Dua pertandingan tersebut bisa menjadi penentu dalam perebutan gelar Premier League musim ini.
Situasi itu membuat Arsenal belum bisa melakukan rotasi besar atau mengistirahatkan pemain utama jelang final Liga Champions.
Arsenal Dipaksa Jaga Intensitas
Persaingan papan atas Liga Inggris membuat skuad Mikel Arteta harus terus bermain dengan intensitas tinggi.
Arsenal tidak punya banyak ruang untuk menurunkan tempo permainan karena kehilangan poin sedikit saja bisa berdampak besar pada peluang juara.
Kondisi itu berbeda jauh dengan Paris Saint-Germain yang sudah memastikan diri menjadi juara Ligue 1 usai menang atas Lens.
Dengan gelar domestik yang sudah aman, PSG kini bisa sepenuhnya fokus menyiapkan final Liga Champions.
PSG Bisa Simpan Pemain Inti
Pelatih Luis Enrique diperkirakan akan melakukan rotasi besar pada laga terakhir Ligue 1.
Langkah tersebut membuat para pemain utama PSG memiliki waktu recovery lebih panjang sebelum final Liga Champions.
PSG bahkan berpotensi menikmati jeda tanpa pertandingan kompetitif selama lebih dari dua pekan.
Keuntungan itu sangat penting untuk menjaga kebugaran pemain sekaligus meminimalkan risiko cedera.
Arsenal Hadapi Risiko Kelelahan
Di sisi lain, Arsenal justru menghadapi tekanan besar karena harus menjaga performa di dua kompetisi sekaligus.
Selain faktor fisik, jadwal padat juga meningkatkan risiko cedera pemain inti menjelang laga final Eropa.
Arteta kini dituntut cermat mengatur rotasi agar tim tetap kompetitif di Liga Inggris tanpa kehilangan kekuatan utama di Liga Champions. (dce)
Editor : Dony Christiandi