Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Liga Voli Korea: AI Peppers Batal Mundur dari V-League, Sedang Proses Akuisisi oleh Anak Usaha KBC

Mizan Ahsani • Jumat, 15 Mei 2026 | 11:36 WIB
Para pemain AI Peppers merayakan poin saat menghadapi Hyundai Hillstate di V-League musim lalu. (KOVO)
Para pemain AI Peppers merayakan poin saat menghadapi Hyundai Hillstate di V-League musim lalu. (KOVO)

Jawa Pos Radar Madiun - Kabar mengejutkan datang dari V-League, kompetisi kasta tertinggi liga voli Korea yang musim depan diikuti oleh Megawati Hangestri.

KBC mengonfirmasi bahwa proses akuisisi klub voli putri Pepper Savings Bank atau AI Peppers oleh platform penyiaran internet SOOP akan segera terwujud.

Berdasarkan informasi dari internal komunitas bola voli pada Jumat (15/5), negosiasi antara kedua belah pihak praktis telah memasuki tahap akhir, dan pengumuman resmi diproyeksikan akan segera dirilis.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa pengambilalihan klub AI Peppers oleh SOOP akan berjalan dalam format suksesi klub, tanpa adanya biaya penjualan (sale price) yang terpisah.

Proses negosiasi akuisisi yang sebelumnya sempat berjalan lambat ini mendapatkan momentum signifikan berkat campur tangan Federasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO).

Federasi dilaporkan mengambil langkah taktis untuk meringankan beban finansial SOOP.

KOVO mempertimbangkan rencana untuk memotong secara drastis kewajiban Dana Pengembangan Bola Voli yang mencapai angka sekitar 2 miliar Won.

Selama ini, besaran dana tersebut kerap menjadi tembok penghalang bagi masuknya klub-klub baru ke kompetisi V-League.

Selain insentif finansial, negosiasi mengenai hak siar media antara Federasi dan pihak SOOP juga dilaporkan telah dibahas secara mendalam.

Baca Juga: Nobar Film Pesta Babi Ramai Dibubarkan Aparat, Menko Yusril Tegaskan Pemerintah Tak Pernah Melarang

Meski proses akuisisi berjalan mulus, status kota yang akan menjadi markas utama (homebase) AI Peppers belum diputuskan.

Kontrak kerja sama antara AI Peppers dengan markas mereka saat ini, Kota Gwangju, telah resmi berakhir pada tanggal 12 Mei lalu.

Perhatian publik kini tertuju pada keputusan strategis apa yang akan diambil oleh SOOP.

Jika tim memutuskan untuk tetap bertahan di Gwangju, mereka dapat mengharapkan dukungan administratif yang masif dari pemerintah kota.

Mulai dari kemudahan penggunaan arena olahraga, hak penggunaan nama tim, hingga kucuran dana sponsor dari perusahaan lokal.

Namun, potensi relokasi juga sangat terbuka.

Mengingat kantor pusat SOOP berlokasi di Seongnam, memindahkan markas tim ke kota tersebut akan memberikan keuntungan logistik yang besar.

Kepindahan ke Seongnam akan memangkas biaya operasional secara signifikan, termasuk memperpendek jarak tempuh dan waktu perjalanan para pemain saat melakoni laga tandang.

Efek Megawati Hangestri, Bersiap Ekspansi ke Asia Tenggara

Di kalangan industri, langkah akuisisi ini dipandang sebagai strategi agresif SOOP untuk mengukuhkan posisinya sebagai platform konten olahraga premium.

Setelah mendulang kesuksesan lewat siaran e-sports dan biliar, SOOP berambisi memaksimalkan pengaruh platformnya melalui cabang olahraga bola voli putri yang memiliki basis penggemar sangat masif.

Lebih jauh, SOOP melihat potensi ekspansi industri global yang menjanjikan.

Dengan mempertimbangkan demam bola voli yang sedang melanda kawasan Asia Tenggara, khususnya di Indonesia, langkah memiliki klub sendiri dinilai sangat strategis.

Terlebih ada keterwakilan pemain Indonesia di V-League yang secara langsung berdampak terhadap peningkatan jumlah audiens.

Saat ini, masih ada beberapa variabel minor yang harus diselesaikan sebelum penandatanganan kontrak final.

Kepastian lokasi markas dan rincian syarat akuisisi akan diungkap sepenuhnya saat pengumuman resmi dirilis dalam waktu dekat. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#soop #megawati #AI Peppers #Liga Voli Korea #V-League