Jawa Pos Radar Madiun – Persaingan gelar Liga Inggris 2025/2026 memasuki fase paling menegangkan.
Arsenal kini berada di ambang sejarah setelah membuka peluang mengakhiri puasa gelar Premier League selama 22 tahun.
The Gunners hanya unggul dua poin dari Manchester City jelang pekan ke-37 musim ini.
Situasi tersebut membuat laga melawan Burnley di Emirates Stadium, Selasa (19/5) dini hari WIB, berpotensi menjadi pertandingan penentu.
Jika mampu menang, Arsenal akan memaksa Manchester City berada dalam tekanan besar saat menghadapi Bournemouth sehari setelahnya, Rabu (20/5).
Arsenal Bisa Juara Lebih Cepat
Ada dua syarat The Gunners bisa juara di pekan 37.
Syarat pertama, menang atas Burnley. Kemenangan atas The Clarets akan membuat Arsenal semakin dekat dengan trofi Premier League pertama sejak era Arsene Wenger.
Syarat kedua, City gagal meraih tiga poin kontra Bournemouth pada hari Rabu. Inilah momen penentuannya.
Jika Erling Haaland dkk gagal menang, Arsenal dipastikan langsung menjadi juara Liga Inggris meski kompetisi masih menyisakan satu pertandingan.
Arteta pun meminta timnya tetap fokus dan tidak terlena dengan peluang besar tersebut. “Kita harus memenangkan pertandingan ini,” ujar Arteta.
Baca Juga: Arsenal Belum Bisa Santai! PSG Sudah Istirahat Panjang Jelang Final Liga Champions
Phil Foden Kirim Peringatan untuk Arsenal
Meski berada dalam posisi tertinggal, Manchester City belum menyerah.
Playmaker City, Phil Foden, menegaskan persaingan gelar masih sangat terbuka hingga hari terakhir musim.
“Kami akan terus mengejar,” kata Foden kepada Sky Sports setelah kemenangan 3-0 atas Crystal Palace.
“Banyak hal bisa terjadi di pekan terakhir. Saya sudah beberapa kali merasakan situasi seperti ini ketika pertandingan tidak berjalan sesuai rencana,” sambungnya.
Pernyataan itu bukan tanpa alasan.
Manchester City memang dikenal sering membalikkan situasi dramatis dalam perburuan gelar Premier League dalam beberapa musim terakhir.
Baca Juga: Hasil Practice Moto3 Catalunya 2026: Hakim Danish Tercepat, Veda Ega Pratama Posisi 19
Guardiola Akui Semua Bergantung pada Arsenal
Pelatih Manchester City Pep Guardiola juga mengakui timnya kini tidak lagi sepenuhnya mengendalikan situasi.
“Semuanya tergantung Arsenal. Kalau mereka memenangkan dua pertandingan terakhir, maka tidak ada lagi yang bisa dibicarakan. Kami hanya bisa terus menang dan bersiap jika ada kesempatan,” kata dia.
Manchester City sendiri harus membagi fokus karena akhir pekan ini mereka lebih dulu menghadapi Chelsea di final FA Cup.
Sementara Arsenal mendapat waktu lebih panjang untuk mempersiapkan duel kontra Burnley.
Bournemouth Bisa Jadi Batu Sandungan City
Jika Arsenal sukses mengalahkan Burnley, tekanan besar langsung berpindah ke Manchester City.
Masalahnya, Bournemouth bukan lawan mudah.
Selain menjadi laga kandang terakhir pelatih Andoni Iraola sebelum hengkang, Bournemouth juga masih memburu tiket kompetisi Eropa.
Mereka bahkan masih punya peluang menuju Liga Champions jika mampu finis di posisi enam dengan sejumlah skenario tertentu.
Situasi itu membuat duel Bournemouth kontra Manchester City dipastikan berlangsung panas.
Apabila Arsenal hanya meraih empat poin dari dua laga tersisa dan Manchester City menyapu bersih kemenangan, kedua tim bisa finis dengan poin sama.
Dalam situasi tersebut, penentuan juara akan bergantung pada selisih gol. Saat ini Manchester City unggul tipis dengan selisih gol +43, sementara Arsenal memiliki +42.
Artinya, setiap gol dalam dua laga terakhir bisa menjadi faktor penentu juara Premier League musim ini. (naz)
Editor : Mizan Ahsani