Jawa Pos Radar Madiun - Nama Marc Marquez pernah menjadi simbol dominasi di MotoGP. Agresif, berani, dan nyaris tak tersentuh saat berada di puncak performa.
Namun MotoGP 2026 mulai menghadirkan pertanyaan yang dulu terasa mustahil dibahas: apakah era Marc Marquez akhirnya mulai berakhir?
Pertanyaan itu muncul setelah Marc kembali mengalami crash horor di Sprint Race MotoGP Prancis di Le Mans.
Ducati kemudian memastikan Marc harus absen dari MotoGP Le Mans dan Barcelona akibat patah tulang metatarsal kelima pada kaki kanannya.
Cedera terbaru ini bukan sekadar insiden biasa. Banyak pengamat menilai crash tersebut menjadi simbol betapa sulitnya perjalanan Marc Marquez dalam beberapa musim terakhir.
Ducati GP26 Tak Kunjung Jinak
Sejak awal MotoGP 2026, Marc terlihat belum benar-benar menyatu dengan Ducati GP26.
Masalah mulai muncul di Thailand, kemudian berlanjut dengan hasil mengecewakan di Brasil dan Amerika. Di Jerez, Marc kembali crash. Puncaknya terjadi di Le Mans ketika ia mengalami highside brutal hanya dua lap sebelum finis Sprint Race.
Motor Ducati GP26 yang sebelumnya diprediksi bakal mendominasi justru terlihat sulit dikendalikan dalam beberapa situasi penting.
Bagi Marc, kondisi tersebut menjadi tantangan besar karena gaya balap agresifnya membutuhkan motor yang stabil dan mudah dipahami saat berada di limit.
Baca Juga: Usai Touring Indonesia-Mekkah 27 Ribu Km, Om Daeng Kini Gas Yamaha XMAX Tech MAX ke Eropa
Cedera yang Terus Datang
Karier Marc Marquez dalam beberapa tahun terakhir memang tidak pernah benar-benar lepas dari cedera.
Mulai dari cedera lengan parah, operasi berulang, hingga kini patah tulang kaki kembali menghantam pebalap asal Spanyol tersebut.
Fisik yang dulu menjadi kekuatan utama Marc kini justru mulai terlihat menjadi titik rawan dalam kariernya.
Di usia yang tidak lagi muda untuk ukuran MotoGP modern, proses pemulihan tentu tidak semudah beberapa tahun lalu.
Tekanan Mental Mulai Terlihat
Selain masalah fisik dan motor, tekanan mental juga mulai terlihat membebani Marc Marquez.
Pebalap yang dulu identik dengan kepercayaan diri tinggi kini beberapa kali tampak frustrasi saat menghadapi masalah teknis maupun hasil buruk.
Kondisi itu berbeda jauh dibanding era kejayaannya bersama Honda ketika Marc hampir selalu menjadi favorit juara dunia setiap musim.
MotoGP Mulai Punya Generasi Baru
Saat Marc berjuang melawan cedera dan adaptasi motor, MotoGP kini juga mulai dipenuhi generasi baru yang lebih agresif dan konsisten.
Persaingan semakin ketat, sementara margin kesalahan semakin kecil.
Situasi tersebut membuat jalan Marc untuk kembali mendominasi MotoGP terasa jauh lebih sulit dibanding beberapa tahun lalu.
Crash horor di Le Mans dan cedera terbaru Marc Marquez kembali membuka pertanyaan besar soal masa depannya di MotoGP.
Di tengah masalah Ducati GP26, kondisi fisik yang terus terganggu, serta tekanan persaingan generasi baru, banyak pihak mulai melihat MotoGP 2026 sebagai kemungkinan awal berakhirnya era salah satu legenda terbesar balap motor dunia. (dce)
Editor : Dony Christiandi