Jawa Pos Radar Madiun - Lapangan voli Korea Selatan resmi kehilangan salah satu ikon terbesarnya. Hwang Yeon-ju yang telah mendominasi V-League selama lebih dari dua dekade, memutuskan untuk mengakhiri karier sebagai pemain profesional.
Kepastian tersebut diumumkan langsung oleh klub terakhirnya, Korea Expressway Hi-Pass, melalui siaran pers pada Senin (18/5).
Debut pada tahun 2005 bersamaan dengan bergulirnya V-League, Hwang tercatat sebagai "legenda hidup" yang telah menghiasi lapangan voli putri selama 22 musim.
Dengan pensiunnya Hwang, libero IBK Industrial Bank Altos, Im Myeong-ok, kini menjadi satu-satunya pemain generasi pertama V-League yang masih aktif bermain.
"Saya dengan tulus berterima kasih kepada para penggemar, klub, dan rekan setim yang selalu memberikan dukungan serta cinta di lapangan," ujarnya.
"Meskipun karier bermain saya berakhir, saya akan mencari cara untuk tetap menyapa penggemar voli melalui berbagai kesempatan, seperti menjadi penyiar atau pelatih. Mohon dukung babak kedua dalam hidup saya," sambung Hwang.
Baca Juga: Pep Guardiola Akan Tinggalkan Manchester City, Maresca dan Kompany Kandidat Pengganti
Rentetan Rekor dan Masa Kejayaan
Sepanjang kariernya membela tiga klub berbeda, Hwang menorehkan deretan rekor yang sulit disamai oleh pemain lain.
Ia mengoleksi enam gelar juara V-League, menjadi pemain pertama (baik di divisi putra maupun putri) yang mencetak 300 service aces, serta pemain pertama yang menembus 5.000 poin sepanjang karier.
1. Era Keemasan Pink Spiders
Bergabung dengan Heungkuk Life Pink Spiders pada 2005, Hwang langsung menyabet gelar Rookie of the Year.
Setahun berselang, klub mendatangkan Kim Yeon-kyung. Duet maut dari SMA Hanil ini benar-benar merajai liga dan membawa Pink Spiders meraih tiga gelar juara dalam empat musim.
2. Puncak Karier di Hyundai Hillstate
Pada 2010, Hwang pindah ke Hyundai Hillstate dengan rekor gaji tertinggi saat itu (175 juta won).
Bersama Kenny Moreno dan Yang Hyo-jin, ia membentuk trisula serangan mematikan yang langsung membuahkan gelar juara pada musim 2010-2011.
Di musim tersebut, ia mencetak sejarah dengan memborong gelar MVP All-Star, MVP Musim Reguler, dan MVP Championship sekaligus.
Dominasi Hwang di posisi opposite kanan begitu kuat, hingga membuat Hyundai Hillstate nyaris tak pernah merekrut pemain asing di posisi tersebut selama hampir satu dekade.
Akhir Era Opposite Kidal Lokal
Memasuki masa senja kariernya, menit bermain Hwang mulai tergerus oleh usia, cedera, serta masuknya para pemain asing seperti Megawati Hangestri yang mengisi posisi opposite.
Meski demikian, ia sempat menunjukkan 'percikan terakhirnya' pada musim 2022-2023 dengan mencetak 249 poin dari 28 laga, serta membantu Hyundai Hillstate meraih gelar juara musim lalu sebelum akhirnya pindah ke Hi Pass.
Pensiunnya Hwang Yeon-ju menandai akhir dari sebuah era.
Ia dipastikan akan dikenang dalam sejarah sebagai opposite kidal lokal pertama dan mungkin yang terakhir yang pernah mendominasi V-League secara mutlak.
Akankah Megawati Hangestri mampu menjadi penerus Hwang Yeon-ju dan mengembalikan kejayaan Hyundai Hillstate di V-League? Patut kita nantikan! (naz)
Editor : Mizan Ahsani