Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Como 1907 Bisa Lolos Liga Champions, Syaratnya AS Roma dan AC Milan Gagal Raih Kemenangan

Mizan Ahsani • Minggu, 24 Mei 2026 | 11:37 WIB
Como tercatat sebagai tim dengan pertahanan terbaik di Serie A.
Como tercatat sebagai tim dengan pertahanan terbaik di Serie A.

Jawa Pos Radar Madiun - Jika AS Roma dan AC Milan gagal meraih kemenangan pada laga pamungkas Serie A Italia Minggu (25/5) dini hari nanti, nama Indonesia bakal lebih sering bergema di Eropa.

Syaratnya hanya satu, Como 1907 harus sukses mengamankan tiga poin penuh.

Como 1907, klub kecil yang disulap oleh Djarum Group kini perlahan mendobrak dominasi lapisan elite sepak bola Italia.

Publik Italia mungkin terkejut, namun masyarakat Indonesia yang mengenal rekam jejak dedikasi Djarum dalam membina olahraga tidak akan heran melihat sentuhan emas grup bisnis ini.

Persaingan Panas Menuju Liga Champions Musim Depan

Musim ini, Como 1907 sudah memastikan diri setidaknya berlaga di Liga Europa (kompetisi kasta kedua UEFA). Namun, asa menuju kasta tertinggi di Liga Champions masih terbuka sangat lebar.

Musim depan, Liga Italia mendapatkan tujuh jatah kompetisi Eropa, yang meliputi empat slot Liga Champions, dua Liga Europa, dan satu Liga Conference Europa.

Saat ini, perolehan poin di papan atas klasemen Serie A berjalan sangat ketat:

Peringkat Nama Klub Main Poin Selisih Gol
3 AC Milan 37 70 +19
4 AS Roma 37 70 +26
5 Como 1907 37 68 +33
6 Juventus 37 68 +27

Tiket terakhir menuju Eropa ini akan ditentukan di pekan ke-38. Skenarionya, Como akan dijamu oleh Cremonese yang tengah berjuang menghindari degradasi.

Sementara itu, AS Roma bertamu ke markas Hellas Verona yang sudah terdegradasi, AC Milan menjamu Cagliari, dan Juventus melawat ke Torino.

Jika duo Milan dan Roma kalah atau imbang, sementara Como menang, maka sejarah baru akan tercipta.

Baca Juga: Diakuisisi SOOP, Tim Voli Korea AI Peppers Masih Dilanda Kekacauan Internal

Merangkak dari Keterpurukan Menuju Tim Elite

Jika menengok statistik Como di Liga Italia musim ini, pencapaian mereka benar-benar membuat decak kagum.

Klub asuhan Cesc Fabregas ini baru promosi ke Serie A pada musim 2024/2025 lalu. Namun, angka-angka mereka berbicara layaknya raksasa lama:

Padahal, pada tahun 2018 klub ini berada dalam kondisi bangkrut sebelum diakuisisi oleh Djarum Group pada 2019.

Berbeda dengan gaya akuisisi instan para taipan Timur Tengah di Liga Inggris atau Prancis, Djarum Group lebih tertarik membangun fondasi organik dari bawah.

Mereka memulai perjuangan klub ini dari Serie D (divisi kelima) hingga akhirnya menembus kasta tertinggi Serie A.

Baca Juga: Transmisi Mobil Matic CVT Jeda dan Menghentak? Jangan Lupa Cek Komponen Vital Ini

Evolusi Sehat yang Terasa Bak Revolusi

Menariknya, Como tidak meraih kesuksesan ini dengan gaya rekrutmen jor-joran yang merusak neraca keuangan. Semuanya dikalkulasi secara presisi.

Pada bursa transfer musim panas lalu, mereka mendatangkan 11 pemain baru, di mana lima di antaranya adalah pemain pinjaman yang dipermanenkan.

Transfer termahal mereka hanyalah Jesus Rodriguez dari Real Betis seharga 22,5 juta euro. Pembelian cerdas ini menjaga klub tetap aman dari jeratan aturan Financial Fair Play.

Tentu saja, peran sentral Cesc Fabregas yang juga berstatus pemegang saham minoritas bersama legenda Arsenal Thierry Henry tidak bisa diremehkan. 

Tangan dingin Fabregas, dipadukan dengan komitmen kuat Djarum Group sebagai salah satu pemilik klub terkaya di Italia, merajut kisah Como bak dongeng modern di daratan Eropa.

Tantangan baru bagi Como akan benar-benar diuji musim depan. Tampil di panggung Eropa akan memaksa mereka meningkatkan kedalaman dan kualitas skuad.

Jika proses evolusi ini konsisten dipertahankan, bukan hal yang mustahil jika suatu hari nanti Como 1907 menjelma dari sebuah tim kejutan menjadi penantang utama gelar Scudetto. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#fabregas #Liga Champions #serie a #liga italia #como