Jawa Pos Radar Madiun - Rentetan hasil minor yang mendera Juventus belakangan ini tak lantas membuat sang juru taktik, Luciano Spalletti, melempar handuk.
Menjelang laga penentuan Derby della Mole melawan Torino, pelatih kawakan asal Italia tersebut secara tegas membantah rumor yang menyebut dirinya siap mengundurkan diri dari kursi pelatih Bianconeri.
Pertandingan krusial sarat gengsi melawan rival sekota tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadio Olimpico Grande Torino pada Senin (25/5) dini hari WIB.
"Itu (mengundurkan diri) tidak pernah terlintas di pikiran saya," tegas Spalletti, seperti dikutip dari Football Italia, Sabtu (23/5).
Nasib Juventus untuk mentas di kasta tertinggi kompetisi Eropa musim depan memang sedang berada di ujung tanduk. Kemenangan atas Torino pun belum tentu cukup untuk menyegel tiket ke Liga Champions.
Situasi rumit ini merupakan buntut dari kekalahan mengejutkan 0-2 dari Fiorentina pada pekan sebelumnya.
Tepis Isu Mundur dan Konflik Internal
Menanggapi berbagai spekulasi yang beredar, Spalletti mengaku heran dengan betapa cepatnya narasi publik berubah karena hasil di atas lapangan hijau.
Ia juga mengklarifikasi beberapa isu penting terkait posisinya di klub. Spalletti menyoroti opini publik yang bergeser drastis dalam waktu singkat.
Baca Juga: Como 1907 Bisa Lolos Liga Champions, Syaratnya AS Roma dan AC Milan Gagal Raih Kemenangan
"Awalnya semua orang membicarakan kontrak baru, lalu tiba-tiba berubah menjadi soal pengunduran diri. Semua kemungkinan seolah dilemparkan kepada saya," ujarnya.
Ia menyatakan selalu siap mengikuti apa pun keputusan manajemen klub, namun membantah keras telah mengambil inisiatif untuk mundur.
"Saya tidak pernah meminta berbicara dengan siapa pun (untuk mundur)," klaimnya.
Spalletti juga menepis laporan yang menyebutkan dirinya berselisih paham dengan CEO Juventus, Damien Comolli, atau mengajukan tuntutan syarat tertentu demi mempertahankan jabatannya.
Lebih lanjut, mantan pelatih Napoli dan Timnas Italia ini menekankan bahwa evaluasi kinerjanya tidak seharusnya hanya didasarkan pada satu hasil pertandingan atau sebatas status kelolosan ke UCL.
"Masa depan saya tidak bergantung pada apa pun. Perencanaan berarti memiliki keberanian melihat lebih jauh dari sekadar hasil," ungkap Spalletti.
Ia memastikan bahwa Juventus masih berjalan di atas rel proyek jangka panjang yang solid, yang tidak akan langsung runtuh hanya karena selisih satu atau dua poin di klasemen akhir Serie A.
"Kami ingin membangun peluang untuk bersaing memperebutkan sesuatu yang penting, baik kami berada di Liga Champions atau tidak setelah pertandingan ini," pungkasnya. (naz)
Editor : Mizan Ahsani