Jawa Pos Radar Madiun – Liga Europa musim 2026/27 diprediksi menjadi salah satu edisi paling panas dalam beberapa tahun terakhir.
Bukan tanpa alasan. Juventus dan AC Milan, dua klub elite asal Italia, kompak turun ke kompetisi kasta kedua UEFA tersebut.
Situasi ini membuat Europa League musim depan terasa seperti “Liga Champions versi lain”.
Dalam daftar proyeksi pembagian pot terbaru, Juventus dan AC Milan berada satu level dengan klub-klub seperti Bayer Leverkusen, Benfica, Lyon, Olympiacos, hingga Real Sociedad.
Baca Juga: Kenan Yildiz Cedera di Juventus, Turki Mulai Panik Jelang Piala Dunia 2026
Juventus Berstatus Unggulan Utama
Masuk Pot 1 menjadi keuntungan penting bagi Juventus. Selain menunjukkan tingginya koefisien UEFA milik Bianconeri.
Posisi tersebut juga membuat Si Nyonya Tua terhindar dari bentrokan sesama unggulan utama pada fase league phase.
Artinya, Juventus tidak akan langsung menghadapi AC Milan, Benfica, atau Bayer Leverkusen di awal turnamen.
Format baru Europa League sendiri kini menggunakan sistem league phase dengan 36 klub dalam satu klasemen besar.
Setiap tim memainkan delapan pertandingan menghadapi lawan berbeda dari tiap pot sebelum menentukan posisi akhir menuju babak gugur.
Sistem ini membuat konsistensi menjadi sangat penting.
AC Milan dan Juventus Bukti Ketatnya Serie A
Keberadaan Juventus dan AC Milan di Europa League sekaligus menunjukkan betapa ketatnya persaingan Serie A musim lalu.
Dua klub raksasa Italia tersebut gagal mengamankan tiket Liga Champions dan akhirnya harus turun ke Europa League.
Bagi Juventus, musim 2025/26 memang berjalan jauh dari harapan. Bianconeri hanya finis di posisi keenam Serie A dengan 69 poin.
Baca Juga: 6 Fakta Musim Mengecewakan Juventus 2025/26: Gagal Raup 70 Poin, Rekor Terburuk sejak 2010/11
Jumlah itu menjadi pencapaian terburuk Juventus dalam lebih dari satu dekade.
Meski begitu, nama besar Juventus tetap membuat klub asal Turin ini dianggap sebagai salah satu favorit juara Europa League musim depan.
Europa League 2026/27 Dipenuhi Klub Menjanjikan
Tak hanya Juventus dan AC Milan, Europa League musim depan juga diisi banyak klub menarik dari liga top Eropa.
Bayer Leverkusen mewakili Bundesliga Jerman.
Prancis mengirim Marseille, Lyon, dan Rennes.
Dari Inggris ada Bournemouth, Sunderland, hingga Crystal Palace.
Sementara Spanyol memiliki Real Sociedad dan Celta Vigo.
Komposisi ini membuat persaingan menuju gelar juara jauh lebih sulit dibanding musim-musim sebelumnya.
Bagi Juventus , kompetisi ini bisa menjadi jalan tercepat untuk bangkit sekaligus kembali merebut tiket Liga Champions musim berikutnya.
Editor : Andi Chorniawan