Jawa Pos Radar Madiun - Langkah Manajemen Persib Bandung dalam mengumumkan pergantian pelatih kepala untuk kompetisi musim depan dinilai banyak pihak sebagai keputusan yang sangat cermat.
Setelah Bojan Hodak resmi meletakkan jabatannya usai menorehkan tinta emas lewat raihan tiga gelar juara secara beruntun, kendali taktis Maung Bandung kini sepenuhnya berada di tangan Igor Tolic.
Keputusan manajemen tersebut sama sekali tidak mengejutkan publik sepak bola nasional.
Penunjukan Tolic yang telah mengabdi sebagai tangan kanan Hodak selama dua musim terakhir dianggap sebagai pilihan paling aman atau safe bet demi menjaga stabilitas tim.
Deputi CEO Persib Bandung, Adhitia Putra Herawan, menegaskan bahwa Tolic sudah sangat mengenal luar dalam kedalaman skuad serta kultur unik yang ada di dalam tubuh Persib.
Faktor adaptasi yang instan inilah yang menjadi nilai plus utama.
Terlebih lagi, rekam jejak karier pria kelahiran 25 September 1977 ini sebelum mendarat di Bandung juga sangat mumpuni.
Jauh sebelum memutuskan menjadi asisten Hodak, Tolic sudah kenyang pengalaman sebagai pelatih kepala di sejumlah klub luar negeri, seperti NK Osijek II dan NK Kustosija di Kroasia, serta Wadi Degla di Liga Mesir.
Baca Juga: Babak Baru Pangeran Biru: Igor Tolic Arsiteki Persib Bandung Mulai BRI Super League Musim Depan
Rekor Pertandingan Interim yang Menjanjikan
Satu hal yang tidak kalah krusial adalah modal jam terbang Tolic yang sudah sempat teruji di atmosfer Liga 1.
Selama dua musim mendampingi Hodak, pelatih asal Kroasia ini tercatat sudah empat kali memimpin langsung skuad Pangeran Biru dari pinggir lapangan.
Terutama ketika Hodak harus absen akibat sanksi skorsing wasit maupun saat harus menyelesaikan urusan pribadi yang mendesak.
Hasil dari empat pertandingan interim tersebut terbilang sangat memuaskan dan tidak mengecewakan.
Di bawah komando Tolic, Maung Bandung sukses meraup dua kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya menelan satu kali kekalahan.
Salah satu momen yang paling membekas di benak para bobotoh tentu saja terjadi belum lama ini, tepatnya pada 17 Mei 2026.
Kala itu, racikan strategi Tolic berhasil membawa Thom Haye dan kawan-kawan memetik kemenangan dramatis dengan skor ketat 2-1 saat menjamu tim kuat PSM Makassar.
Baca Juga: Deretan Tamiya Paling Laris di Indonesia, Banyak Diburu Kolektor dan Pebalap
Karakter Analis yang Adaptif dan Gemar Beri Kejutan
Sebelum didapuk sebagai suksesor posisi yang ditinggalkan Goran Paulic, Igor Tolic pada awalnya mengemban peran vital sebagai analis utama dalam staf kepelatihan Bojan Hodak.
Kejelian luar biasa dalam membedah video pertandingan dan membaca kelemahan lawan menjadi senjata utama yang membuatnya sangat disegani.
Secara filosofi dasar, Tolic dikenal sebagai sosok pelatih yang sangat adaptif terhadap strategi apa pun yang diterapkan oleh kubu musuh.
Meskipun memiliki fleksibilitas taktik yang tinggi, Tolic memilih untuk tetap menjaga kesinambungan sistem bermain yang sudah diwariskan oleh Hodak.
Dalam empat kesempatan memimpin Persib, ia secara konsisten terus mengusung pola dasar 4-3-3 yang dalam penerapannya di lapangan kerap bertransformasi menjadi 4-2-3-1.
Ia gemar menempatkan satu gelandang jangkar yang didorong bertindak lebih menyerang ke depan.
Kendati setia dengan pakem formasi peninggalan Hodak, Tolic memiliki karakteristik unik karena gemar bereksperimen dan memberikan kejutan tak terduga dalam susunan pemain.
Publik tentu ingat ketika ia memasang Robi Darwis sebagai winger kanan sejak menit awal saat Persib menjamu Madura United pada 22 Februari 2025 lalu, yang menjadi debut perdana Robi di posisi tersebut sebagai starter.
Eksperimen serupa juga pernah ia tunjukkan saat menjadi sosok pertama yang berani memplot Tyronne del Pino sebagai striker murni ketika Maung Bandung berhadapan dengan Juku Eja.
Baca Juga: Mitos Kipas Angin Sebabkan Paru-Paru Basah Terbantahkan, Ini Fakta Medis dan Penyebab Aslinya
Angin Segar untuk Pembinaan Pemain Muda
Hal positif lain yang sangat dinantikan dari era kepemimpinan Igor Tolic adalah keberaniannya dalam mengorbitkan talenta-talenta muda lokal.
Latar belakangnya yang menghabiskan waktu bertahun-tahun membina akademi sepak bola saat berada di Kroasia membuat Tolic memiliki rasa hormat dan apresiasi yang sangat tinggi terhadap produk asli didikan akademi klub.
Karakter kepelatihan yang ramah terhadap pemain muda ini dipastikan menjadi angin segar sekaligus motivasi berlipat bagi para talenta muda potensial milik Maung Bandung yang selama ini menanti menit bermain reguler.
Nama-nama pemain muda berbakat seperti Nazriel Alfaro, Athaya Zahran, hingga Zulkifli Lukmansyah kini berpeluang besar unjuk gigi dan berkembang lebih jauh di bawah asuhan tangan dingin pelatih baru mereka. (naz)
Editor : Mizan Ahsani