Jawa Pos Radar Madiun - Penjaga gawang andalan Timnas Indonesia, Emil Audero, harus mengakhiri kompetisi Serie A musim 2025-2026 dengan perasaan campur aduk.
Meski pada akhirnya ia gagal menyelamatkan timnya, Cremonese, dari jurang degradasi, Emil berhasil menutup musim dengan sebuah pencapaian individu yang sangat impresif.
Ia resmi tercatat sebagai kiper dengan jumlah penyelamatan atau saves terbanyak sepanjang bergulirnya kompetisi kasta tertinggi sepak bola Italia tersebut.
Kepastian turun kastanya Cremonese ke Serie B terjadi setelah mereka menelan kekalahan telak dengan skor 1-5 dari Como pada laga penutup musim Serie A.
Dalam pertandingan krusial tersebut, gawang Emil memang harus kebobolan banyak gol akibat gempuran lawan.
Kendati demikian, ia tetap berjuang keras di bawah mistar dan sempat mencatatkan dua penyelamatan penting, meski usahanya tersebut gagal menghindarkan timnya dari kekalahan pahit.
Akan tetapi, rentetan hasil buruk yang menimpa Cremonese sama sekali tidak menghapus kegemilangan performa individu Emil Audero sepanjang musim.
Berdasarkan data statistik resmi pengelola Serie A, penjaga gawang tangguh ini kokoh berada di puncak daftar kiper paling sibuk yang sukses mementahkan peluang lawan.
Secara keseluruhan, Emil Audero sukses membukukan 125 penyelamatan cemerlang sepanjang musim 2025-2026.
Angka tersebut membuatnya unggul atas kiper Cagliari, Elia Caprile, yang menempati posisi kedua dengan 122 penyelamatan.
Emil juga sukses mengungguli mantan kiper Manchester United yang kini berseragam Fiorentina, David De Gea, yang menorehkan 121 penyelamatan.
Di bawah ketiga nama tersebut, berturut-turut menyusul Arijanet Muric dari Sassuolo dengan 119 penyelamatan, serta penjaga gawang Atalanta, Marco Carnesecchi, yang membukukan 113 penyelamatan.
Catatan fantastis Emil tersebut semakin disempurnakan dengan keberhasilannya mencetak 11 clean sheet atau nirbobol dari total 34 pertandingan yang ia jalani bersama Cremonese.
Baca Juga: Deretan Tamiya Paling Laris di Indonesia, Banyak Diburu Kolektor dan Pebalap
Menariknya, di tengah nasib buruk yang menimpa timnya, masa depan karier Emil Audero justru masih sangat terbuka untuk berbagai skenario yang jauh lebih menguntungkan.
Saat ini, penjaga gawang tersebut masih berstatus sebagai pemain pinjaman dari klub Como.
Belum ada kepastian apakah manajemen Cremonese memiliki rencana atau dana untuk mempermanenkan statusnya setelah mereka dipastikan turun kasta.
Jika opsi pembelian permanen tersebut tidak direalisasikan, maka Emil berpeluang besar untuk ditarik kembali ke pangkuan Como pada musim depan.
Situasi ini tentu menjadi angin segar bagi sang kiper, mengingat Como baru saja memastikan diri meraih tiket bergengsi untuk berlaga di Liga Champions (UCL) musim depan.
Hal ini berarti Emil Audero memiliki peluang emas untuk mencicipi kerasnya atmosfer kompetisi antarklub paling elit di benua biru. (naz)
Editor : Mizan Ahsani