Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kisah Daniel Siebert, dari Guru Olahraga Jadi Wasit Utama Final Liga Champions 2026 PSG vs Arsenal

Mizan Ahsani • Jumat, 29 Mei 2026 | 09:21 WIB
Wasit kawakan asal Jerman, Daniel Siebert, menjadi pengadil di Final UCL PSG vs Arsenal, Sabtu (30/5).
Wasit kawakan asal Jerman, Daniel Siebert, menjadi pengadil di Final UCL PSG vs Arsenal, Sabtu (30/5).

Jawa Pos Radar Madiun - Sorotan pada laga puncak Liga Champions 2025/2026 yang mempertemukan Paris Saint-Germain (PSG) melawan Arsenal di Puskas Arena, Budapest, pada Sabtu malam waktu setempat, rupanya tidak hanya tertuju pada barisan pemain bintang.

Sosok pengadil lapangan yang mendapat kehormatan memimpin pertandingan krusial tersebut adalah wasit kawakan asal Jerman, Daniel Siebert.

Bagi pria berusia 42 tahun sekaligus ayah dari dua anak ini, penugasan di partai pamungkas tersebut akan menjadi panggung terbesar sepanjang karier profesionalnya.

Siebert sejatinya telah merintis perjalanannya di dunia perwasitan sejak masih berusia 14 tahun.

Ia merangkak perlahan melewati berbagai level kompetisi domestik, hingga akhirnya sukses menembus daftar wasit elite internasional pada tahun 2015 silam.

Baca Juga: Indonesia Pilih Pakansari untuk Jamu Vietnam di Piala AFF 2026, Ini Alasan PSSI

Rekam Jejak dan Pengalaman Final

Laga pamungkas antara sang juara bertahan asal Prancis dan wakil Inggris ini memang akan menjadi pengalaman perdana bagi Siebert dalam memimpin final kompetisi antarklub di bawah naungan UEFA.

Kendati demikian, ia bukanlah sosok yang asing dengan tekanan tinggi di pertandingan besar.

Rekam jejaknya mencatat bahwa ia sebelumnya telah dipercaya memimpin dua pertandingan di ajang UEFA EURO 2024 dan tiga laga di UEFA EURO 2020.

Pada musim ini saja, ia telah mengantongi jam terbang tinggi dengan memimpin sembilan pertandingan Liga Champions.

Telepon Emosional dari UEFA

Dalam wawancara eksklusifnya bersama UEFA, Siebert membagikan momen emosional saat pertama kali menerima kabar penugasan tersebut melalui sambungan telepon dari Direktur Perwasitan UEFA, Roberto Rosetti.

Kebetulan saat itu ia sedang bersama sang istri dan langsung menyalakan fitur pengeras suara.

"Roberto mengucapkan selamat kepada saya dan tim. Ia sangat hangat dan mengatakan bahwa kami pantas mendapatkan final ini, dan itu adalah momen yang sangat emosional," ungkap Siebert.

Ia pun menambahkan bahwa penghargaan sebesar ini adalah impian setiap wasit.

"Anda tidak pernah menyangka akan mendapat telepon seperti ini, namun tentu saja Anda selalu berharap di akhir musim bisa ditugaskan untuk laga final," ujarnya.

Baca Juga: Fakta Menarik Final Liga Champions PSG vs Arsenal, Dua Klub Coba Ukir Sejarah di Budapest

Daftar Wasit Final UCL PSG vs Arsenal

Wasit: Daniel Siebert

Asisten: Jan Seidel, Rafael Foltyn

Wasit ke-4: Sandro Scharer

Cadangan Asisten Wasit: Guadalupe Porras Ayuso

VAR: Bastian Dankert

Asisten VAR: Robert Schroder

VAR Support: Carlos Del Cerro Grande

Siebert tentu tidak akan memikul beban berat itu sendirian di Budapest.

Ia akan didampingi oleh dua asisten setianya dari Jerman, yakni Jan Seidel dan Rafael Foltyn, serta Bastian Dankert yang bertugas sebagai pengawas Video Assistant Referee (VAR).

Jajaran ofisial tersebut juga akan diperkuat oleh ofisial keempat Sandro Schärer dari Swiss, asisten cadangan Guadalupe Porras Ayuso dari Spanyol, asisten VAR Robert Schröder, serta dukungan VAR tambahan dari Carlos Del Cerro Grande.

Siebert merasa sangat bangga kepada tim kerjanya, terutama kepada Dankert yang kini sukses melengkapi seluruh pencapaian penugasan final di segala level sebagai operator VAR.

Bagi Siebert sendiri, memimpin laga kesepuluhnya di Liga Champions musim ini merupakan rekor penampilan terbanyak dibanding wasit lainnya.

Latar Belakang Profesi Guru

Di luar lapangan hijau, Siebert ternyata memiliki latar belakang profesi sebagai seorang guru olahraga bersertifikat.

Ia mengaku bahwa pengalaman mengajarnya di sekolah olahraga dan intensitas berinteraksi dengan pesepak bola muda memberikan keuntungan tersendiri dalam membangun komunikasi di lapangan.

Menariknya, musim ini ia bahkan sempat mewasiti pertandingan mantan muridnya yang kini telah menjadi pemain profesional di Bundesliga.

"Selama pertandingan, mereka masih memanggil saya Pak Siebert dengan cara formal seperti saat kita berbicara dengan guru. Jadi saya harus memberi tahu mereka bahwa itu tidak perlu lagi," tuturnya.

Baca Juga: Panduan Lengkap Cek Status ETLE Agar Tak Kaget saat Perpanjang STNK, Waspadai Link Palsu!

Persiapan Jelang Laga Puncak

Terkait dinamika pertandingan modern, Siebert sangat menyambut positif penerapan protokol baru yang melarang pemain untuk mengerumuni wasit guna melancarkan protes.

Menurutnya, aturan yang membatasi alur komunikasi hanya melalui kapten tim tersebut sangat efektif menjaga kondusivitas laga di level tertinggi.

Menjelang malam bersejarahnya di Puskas Arena, Siebert menegaskan hanya akan berfokus menjaga kebugaran fisik dan mentalnya tanpa melakukan ritual persiapan yang berlebihan.

"Saya pasti akan bersemangat, namun saya pandai mengendalikan emosi dan fokus pada apa yang perlu saya lakukan. Jadi saya berharap dapat menikmati pertandingan ini dan tidak menempatkan diri saya di bawah tekanan yang terlalu besar," pungkasnya. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#daniel siebert #Wasit #Liga Champions #final UCL #PSG vs Arsenal