Jawa Pos Radar Madiun - Federasi sepak bola dunia atau FIFA resmi mengubah sejumlah aturan pertandingan jelang bergulirnya ajang akbar Piala Dunia 2026.
Fokus utama perubahan ini adalah membatasi taktik tendangan sudut manipulatif yang kerap memicu kontroversi di berbagai kompetisi elite.
FIFA kini memberikan kewenangan penuh kepada wasit untuk membatalkan gol yang diawali oleh pelanggaran dalam situasi bola mati.
Aturan baru ini secara khusus menyasar aksi blok fisik atau adu badan yang terjadi tepat sebelum bola resmi ditendang.
Kepala Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan bahwa taktik curang semacam itu sama sekali tidak bisa dibenarkan di atas lapangan.
"Kami yakin gol seperti itu tidak bisa dibenarkan, ini benar-benar tidak adil," tegas Collina dalam laporannya yang dikutip pada Senin (1/6).
Baca Juga: Francisco Rivera Perpanjang Kontrak 3 Musim di Persebaya, Bernardo Tavares Kegirangan
Taktik blok fisik yang berawal dari kebiasaan klub Arsenal di Liga Inggris ini rupanya mulai menular luas ke level internasional.
Timnas Inggris besutan pelatih Thomas Tuchel pun diketahui mulai mengadopsi skema serupa.
Tujuannya untuk memaksimalkan peluang konversi gol dari setiap kesempatan set piece.
Collina secara khusus menyoroti proses gol Timnas Inggris saat melawan Uruguay dalam sebuah laga persahabatan baru-baru ini.
Dalam laga itu, gelandang Adam Wharton terlihat menghalangi pergerakan bek Uruguay, Jose Maria Gimenez, secara berlebihan sebelum tendangan sudut dieksekusi.
Baca Juga: Penyerang Juventus Yakin Timnas Portugal Bakal Juara Piala Dunia 2026, Kekompakan Tim Jadi Kunci
Menurut Collina, aksi tersebut memberikan ruang bebas yang tidak fair kepada Ben White untuk mencetak gol, sehingga gol itu seharusnya dianulir.
Kini, langkah tegas FIFA telah mengantongi dukungan resmi dari Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB).
Kewenangan Video Assistant Referee (VAR) telah resmi diperluas untuk meninjau pelanggaran yang terjadi sebelum bola dimainkan.
IFAB mendukung percepatan aturan ini menyusul maraknya kontroversi tarik-menarik seragam dan blok kotor di area kotak penalti, khususnya di Premier League.
Sebagai bagian dari aturan baru, para pengadil lapangan diminta untuk jauh lebih jeli mengamati pergerakan pemain di area terlarang.
Baca Juga: Adik Bungsu Jihyo TWICE Dikabarkan Debut di Grup Proyek HYBE ABD
Jika VAR mendeteksi adanya pelanggaran jelas dari tim penyerang, wasit dapat langsung meninjau ulang kejadian tersebut lewat layar monitor.
Apabila terbukti ada pelanggaran, gol akan otomatis dibatalkan dan wasit akan memerintahkan agar situasi bola mati tersebut diulang.
Selain urusan tendangan sudut, FIFA rupanya juga menyoroti taktik pura-pura cedera yang merusak sportivitas pertandingan.
Trik menghentikan laga demi membunuh momentum lawan dan memberikan instruksi taktik tambahan ini akan sangat dibatasi.
Menurut Collina, isu krusial tersebut telah dibahas secara mendalam bersama jajaran pelatih dari 48 negara peserta dalam sebuah lokakarya khusus.
Meski pelarangan ini tidak langsung disertai sanksi kartu, Collina memastikan wasit akan bertindak jauh lebih proaktif untuk mencegah tim mengambil keuntungan sepihak. (naz)
Editor : Mizan Ahsani