Jawa Pos Radar Madiun - Timnas voli putri Indonesia mematok target yang cukup tinggi dalam ajang Piala AVC Putri 2026.
Skuad Merah Putih bertekad kuat untuk minimal menembus babak empat besar dalam turnamen bergengsi se-Asia tersebut.
Ajang olahraga bergengsi ini dijadwalkan berlangsung di Candon City Arena, Filipina, pada tanggal 6 hingga 14 Juni mendatang.
Manajer timnas bola voli putri Indonesia, Luciana Taroreh, sangat optimistis target tersebut bisa direalisasikan dengan baik.
Rasa percaya diri ini didorong oleh solidnya perpaduan antara pemain senior dan junior di dalam tubuh skuad saat ini.
"Kami berharap untuk AVC kali ini bisa meningkatkan peringkat dibandingkan tahun lalu," ujar Luciana pada hari Selasa (2/6) di Sentul, Jawa Barat.
Ia menargetkan timnya bisa menembus posisi empat besar, setelah pada edisi sebelumnya hanya mampu bertengger di peringkat kelima.
Menurut Luciana, komposisi skuad saat ini murni berisi gabungan pemain senior dan para mantan pemain andalan tim nasional U-21.
Total keseluruhan pilar utama yang akan dibawa berjuang ke Filipina berjumlah 14 orang pemain putri terbaik.
Baca Juga: Suka Gowes di Tanjakan Ekstrem? Ini Panduan Memilih Sepeda Listrik yang Tepat
Perpaduan dua generasi ini diharapkan mampu memberikan keseimbangan antara kematangan pengalaman bertanding dan daya juang energi muda.
Keseimbangan tersebut dinilai sangat krusial guna menghadapi peta persaingan yang dipastikan akan berjalan sangat ketat.
Luciana juga memastikan bahwa saat ini kondisi fisik dan mental seluruh pemain dalam keadaan yang sangat prima.
Hal tersebut memungkinkan tim pelatih untuk menjalankan program persiapan secara optimal menjelang keberangkatan ke Filipina.
"Mohon doa dari seluruh bangsa Indonesia agar anak-anak tampil all-out (habis-habisan)," harap Luciana dari Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto.
Lebih jauh, Luciana turut memetakan persaingan di Piala AVC Putri 2026 yang diprediksi akan berjalan sangat alot.
Kehadiran tim-tim raksasa dari kawasan Asia Barat dan Asia Tengah dipastikan akan menjadi batu sandungan utama bagi Indonesia.
Negara seperti Iran dan Kazakhstan masih menjadi rival utama yang paling diwaspadai kekuatannya oleh tim Merah Putih.
Iran akan datang dengan status mentereng sebagai juara bertahan, sementara Kazakhstan menyandang predikat runner-up di edisi sebelumnya.
Meski diadang oleh lawan yang sangat tangguh, armada voli putri Indonesia tetap optimistis mampu bersaing di atas lapangan.
Selain dua negara kuat tersebut, Indonesia juga sangat mewaspadai perlawanan sengit dari skuad Hong Kong dan Lebanon.
Kendati pada masa lalu pernah mengalahkan Hong Kong dengan relatif mudah, tim pelatih enggan bersikap jemawa sedikit pun.
Skuad Merah Putih dilarang keras meremehkan kekuatan lawan mana pun yang berada dalam jalur persaingan menuju takhta juara.
Demi mengamankan target empat besar, tim kepelatihan terus menggembleng fisik dan taktik skuad melalui program latihan yang sangat intensif.
Sejumlah agenda pertandingan uji coba juga telah sukses dipersiapkan untuk mematangkan strategi pamungkas sebelum terjun ke medan laga. (naz)
Editor : Mizan Ahsani