Jawa Pos Radar Madiun - Nasib keberangkatan tim nasional bola voli putra dan putri Indonesia menuju ajang bergengsi Asian Games 2026 masih diselimuti tanda tanya.
Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) saat ini masih sabar menanti lampu hijau dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI).
Kebijakan final dari KOI atau NOC Indonesia tersebut akan menjadi penentu utama partisipasi skuad Merah Putih di Aichi-Nagoya, Jepang, pada September mendatang.
Ketua Umum PP PBVSI, Imam Sudjarwo, memastikan bahwa induk cabang olahraga sejatinya telah menyiapkan langkah antisipasi sejak awal.
Pihaknya telah merampungkan dan menyerahkan daftar panjang (long list) nama-nama pemain untuk kebutuhan pembentukan kerangka tim nasional.
Namun, keputusan akhir terkait pengiriman atlet ini masih harus menunggu arahan lebih lanjut karena terganjal berbagai pertimbangan strategis.
Salah satu pertimbangan krusial yang saat ini tengah dibahas oleh pihak komite adalah mengenai kondisi keterbatasan anggaran negara.
"Kami menyadari bahwa ada keterbatasan anggaran, jadi ini lagi efisiensi atau bagaimana," ujar Imam di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Selasa (2/6).
Meski dihadapkan pada ketidakpastian anggaran keberangkatan, Imam menegaskan bahwa pihaknya sangat membutuhkan kepastian nasib secepat mungkin.
Baca Juga: Tatap Piala AVC 2026 di Filipina, Timnas Voli Putri Indonesia Bidik Target Empat Besar
Skuad Terbentuk dan Siap Berangkat
Lebih lanjut, Imam memaparkan bahwa PBVSI sama sekali tidak akan mengalami kendala teknis jika timnas pada akhirnya diputuskan berangkat.
Kerangka utama skuad nasional pada dasarnya sudah terbentuk sangat matang dan siap dimobilisasi kapan saja.
Para pemain yang masuk dalam bursa proyeksi timnas saat ini juga tengah aktif menjalani berbagai agenda kompetisi dan program pembinaan klub.
Fakta tersebut membuat proses pemanggilan atlet dapat dilakukan dengan sangat cepat begitu surat keputusan resmi dari KOI diterbitkan.
"Kami tinggal panggil pemain-pemain itu dan PBVSI tidak sulit untuk mempersiapkannya," tegas Imam memberikan jaminan kesiapan.
PBVSI tentu sangat berharap timnas voli kebanggaan Tanah Air bisa ikut unjuk gigi mendulang prestasi dalam pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut.
Namun, mereka juga mencoba bersikap legawa jika nantinya pemerintah terpaksa melakukan pembatasan kuota cabang olahraga yang diberangkatkan.
Fokus Tatap AVC 2026
Sembari menunggu kepastian nasib terbang ke Jepang, fokus PBVSI saat ini juga tengah tertuju penuh pada persiapan timnas voli putri.
Mereka telah resmi memberangkatkan skuad putri untuk berlaga di ajang Asian Volleyball Confederation (AVC) Women's Volleyball Cup 2026.
Turnamen tingkat Asia tersebut dijadwalkan berlangsung sangat sengit di Candon City Arena, Filipina, pada 6 hingga 14 Juni mendatang.
Dalam ajang bergengsi pembuka pertengahan tahun ini, skuad srikandi voli Indonesia mematok target tinggi untuk minimal menembus babak empat besar. (naz)
Editor : Mizan Ahsani