Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Rekan Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate Catat Rekor Gaji Tertinggi, Akui Tergoda Tawaran Main di Luar Negeri

Mizan Ahsani • Jumat, 5 Juni 2026 | 10:04 WIB
Duo pemain Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri dan Kim Da-in.
Duo pemain Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri dan Kim Da-in.

Jawa Pos Radar Madiun - Pemain andalan timnas voli putri Korea Selatan, Kim Da-in, telah menentukan langkah masa depannya.

Setter berbakat tersebut memutuskan untuk tetap bertahan membela klub lamanya, Hyundai Hillstate, untuk mengarungi kompetisi V-League musim mendatang.

Keputusan besar ini diambil sesaat setelah dirinya sukses menyandang status bebas transfer atau Free Agent (FA) perdananya pada tahun 2026.

Kontrak baru yang disepakati ini bernilai sangat fantastis, yakni mencapai angka 540 juta won atau menyentuh batas maksimal aturan pembatasan gaji di divisi putri liga voli Korea.

Angka tersebut praktis menjadikannya sebagai penerima bayaran tertinggi di kompetisi tahun ini sekaligus mencetak rekor tersendiri bagi seorang pemain berposisi setter.

Baca Juga: Terungkap! Adu Mulut Vlahovic dan Bos Juventus Jadi Titik Akhir Negosiasi Kontrak

Lahir pada tahun 1998, Kim Da-in akhirnya berhasil masuk ke dalam daftar pemain bebas transfer setelah menghabiskan sembilan musim penuh perjuangan di kancah V-League.

Pemain yang dipilih oleh Hyundai Hillstate pada putaran kedua draf rookie tahun 2017 ini sebelumnya sempat gagal memenuhi syarat FA karena minimnya jam terbang.

Saat ditemui di Pusat Pelatihan Nasional Jincheon pada hari Rabu (7/6), Kim Da-in secara terbuka menceritakan pergolakan batinnya sebelum mengambil keputusan.

"Jujur saja, pada awalnya saya memiliki keinginan yang lebih kuat untuk mengambil tantangan baru ke luar negeri," ungkapnya secara blak-blakan.

Namun, setelah berdiskusi panjang dan memikirkan postur tubuhnya yang tidak terlalu tinggi, ia memilih bersikap realistis dan mengubur mimpi tersebut.

Baca Juga: Akhir Pelarian Bo Feng Mei: Buron Penggelapan MLM sejak 2012 Ditangkap di Surabaya

Sebagai gantinya, Kim Da-in kini bertekad kuat untuk fokus meningkatkan kemampuan teknis di dalam negeri, khususnya dalam melepaskan umpan yang lebih presisi.

Ia juga berambisi untuk mengurangi gerakan yang tidak perlu di lapangan dan bekerja lebih keras dalam hal pertahanan untuk menutupi kelemahannya dalam blocking.

Terkait keputusannya bertahan, ia mengaku sangat tersentuh dengan kesungguhan pihak manajemen klub dan jajaran pelatih yang terus meyakinkannya.

Meskipun mendapat bayaran tertinggi yang sejajar dengan middle blocker Jung Ho-young, ia tetap menunjukkan sikap yang sangat rendah hati dan membumi.

Ia menaruh harapan besar agar apresiasi finansial yang diterimanya ini dapat membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan para setter lainnya di masa depan.

Baca Juga: Brian Uriarte Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026: Posisi di Klasemen Turun 4 Tingkat

Tantangan berat kini sudah menanti Kim Da-in seiring dengan perombakan besar-besaran di skuad Hyundai E&C menyambut kompetisi musim 2026.

Pasca pensiunnya pemain legenda Yang Hyo-jin, klub langsung bergerak cepat merekrut middle blocker veteran Bae Yu-na dan outside hitter Lee Han-bi.

Selain itu, kekuatan tim juga dipastikan bertambah ngeri dengan hadirnya Megawati Hangestri serta Jordan Wilson.

Sementara di level timnas, Kim Da-in juga tengah bersiap menghadapi era baru di bawah asuhan pelatih kepala Cha Sang-hyun yang ditugaskan mengembalikan kejayaan voli putri.

Ia bertekad tampil maksimal di berbagai ajang kejuaraan demi mendongkrak peringkat dunia dan memburu tiket Olimpiade pada ajang Kejuaraan Asia mendatang. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#kim da in #Hyundai Hillstate #Megawati Hangestri #Liga Voli Korea #V-League