Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Mobil Listrik Jangan Terlalu Sering Pakai Fitur Fast Charging, Awas Kesehatan Baterai Terancam

Yunita Tri Desianti • Jumat, 5 Juni 2026 | 10:41 WIB
Ilustrasi baterai mobil listrik. (FACEBOOK)
Ilustrasi baterai mobil listrik. (FACEBOOK)

Jawa Pos Radar Madiun - Tren penggunaan kendaraan ramah lingkungan kini semakin diminati oleh masyarakat di tengah pesatnya perkembangan industri otomotif.

Penggunaan harian yang intens tentu menuntut pemahaman mendalam mengenai sistem kerja komponen utama, khususnya pada sektor baterai.

Perawatan sel daya yang tepat sangat krusial agar performa mobil listrik tidak mengalami penurunan kapasitas secara drastis.

Mempelajari langkah perawatan yang benar di iklim tropis menjadi solusi jitu untuk menjaga efisiensi energi sekaligus menekan biaya perbaikan.

Melansir dari situs teknologi Tom's Guide, langkah perawatan pertama adalah dengan menjaga level pengisian daya secara konsisten.

Pemilik sangat disarankan untuk mempertahankan kapasitas daya baterai selalu berada di rentang angka 20 persen hingga 80 persen.

Level pengisian yang terlalu penuh atau terlalu kosong diklaim dapat memberikan tekanan berlebih pada sel ion litium di dalamnya.

Langkah kedua yang tak kalah penting untuk diterapkan sehari-hari adalah kebiasaan memarkir kendaraan di tempat yang teduh.

Suhu panas yang menyengat di kawasan tropis dapat memicu penurunan kualitas komponen secara lebih cepat jika mobil dijemur di tempat terbuka.

Baca Juga: Rekan Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate Catat Rekor Gaji Tertinggi, Akui Tergoda Tawaran Main di Luar Negeri

Lokasi parkir tertutup yang sejuk akan sangat membantu sistem pendingin mobil bekerja lebih ringan tanpa perlu menguras banyak daya.

Selanjutnya, panduan ketiga menyarankan para pemilik kendaraan untuk mulai membatasi penggunaan fitur pengisian daya cepat.

Aliran listrik tegangan tinggi dari fast charging berpotensi meningkatkan suhu komponen secara drastis dalam waktu yang sangat singkat.

Metode pengisian daya lambat di rumah tetap menjadi pilihan paling aman dan bersahabat untuk menjaga struktur kimia di dalam sel baterai.

Langkah keempat adalah membiasakan diri memberikan jeda waktu istirahat sejenak sebelum mulai mencolokkan kabel pengisi daya.

Kendaraan listrik sering kali masih menyimpan suhu panas yang cukup tinggi sesaat setelah selesai digunakan untuk berkendara.

Memberi jeda waktu pendinginan alami akan membuat proses masuknya aliran listrik berjalan jauh lebih lancar dan efektif.

Cara kelima ternyata sangat berkaitan erat dengan kebiasaan pengemudi di jalan, yakni menerapkan gaya berkendara yang halus.

Menghindari akselerasi yang mendadak akan sangat membantu mencegah terjadinya lonjakan beban listrik secara tiba-tiba pada mesin.

Langkah terakhir untuk memperpanjang usia baterai adalah mengoptimalkan penggunaan fitur pengereman regeneratif saat mobil melambat.

Fitur cerdas ini akan membantu mengisi ulang daya secara otomatis setiap kali pengemudi melepas pedal gas secara perlahan.

Perawatan yang disiplin pada keenam aspek tersebut dipastikan mampu memperlambat proses penurunan kualitas sel daya kendaraan Anda secara alami. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#baterai awet #baterai #fast charging #mobil listrik