Jawa Pos Radar Madiun – Keputusan Juventus dan Dusan Vlahovic untuk berpisah ternyata membawa dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar kehilangan seorang striker utama.
Di balik gagalnya negosiasi kontrak baru, Juventus justru memperoleh keuntungan finansial yang sangat signifikan.
Klub asal Turin tersebut diperkirakan bisa menghemat hingga €42 juta atau sekitar Rp780 miliar pada musim 2026/2027.
Angka fantastis tersebut menjadi salah satu alasan mengapa manajemen Bianconeri terlihat cukup tenang menghadapi kepergian penyerang asal Serbia tersebut.
Kontrak Berakhir Tepat di Akhir Tahun Fiskal
Menurut analisis yang dipublikasikan Calcio Finanza, kontrak Vlahovic akan berakhir pada 30 Juni 2026.
Tanggal tersebut bukan sekadar akhir masa kerja pemain, tetapi juga bertepatan dengan penutupan tahun fiskal Juventus.
Artinya, mulai 1 Juli 2026 atau awal tahun buku baru klub, nama Vlahovic tidak lagi tercatat sebagai beban keuangan Juventus.
Seluruh biaya yang selama ini melekat pada sang striker otomatis hilang dari laporan keuangan musim berikutnya.
Bukan Hanya Gaji yang Hilang
Banyak penggemar mengira penghematan Juventus hanya berasal dari hilangnya gaji Vlahovic yang memang termasuk tertinggi di skuad.
Padahal, komponen terbesar bukan hanya gaji. Dalam akuntansi sepak bola modern, biaya pemain terdiri dari dua bagian utama, yakni gaji tahunan dan amortisasi nilai transfer.
Amortisasi adalah pembagian biaya transfer pemain selama masa kontraknya.
Ketika Juventus merekrut Vlahovic dari Fiorentina pada Januari 2022 dengan nilai transfer yang sangat besar, biaya tersebut tidak dicatat sekaligus dalam satu musim. Nilainya dibagi ke dalam beberapa tahun kontrak.
Baca Juga: Terungkap! Adu Mulut Vlahovic dan Bos Juventus Jadi Titik Akhir Negosiasi Kontrak
Selama Vlahovic masih terikat kontrak, Juventus wajib membebankan nilai amortisasi tersebut setiap musim.
Namun setelah kontraknya berakhir, seluruh kewajiban itu juga ikut lenyap.
Total Penghematan Capai €41,75 Juta
Perhitungan Calcio Finanza menunjukkan bahwa kombinasi antara hilangnya gaji bruto dan berakhirnya amortisasi membuat Juventus membebaskan ruang keuangan sebesar €41,75 juta.
Angka tersebut kemudian dibulatkan menjadi sekitar €42 juta.
Dengan kata lain, musim 2026/2027 menjadi musim pertama sejak kedatangan Vlahovic di mana Juventus tidak lagi mengeluarkan biaya apa pun terkait sang pemain.
Dana Segar untuk Era Baru Spalletti
Penghematan sebesar €42 juta memberi Juventus fleksibilitas yang sangat besar di bursa transfer.
Dana tersebut bisa dialokasikan untuk beberapa kebutuhan sekaligus.
Pertama, membantu pendanaan perekrutan striker baru yang akan menggantikan Vlahovic.
Kedua, menjaga kepatuhan terhadap regulasi UEFA Financial Sustainability Regulations yang semakin ketat.
Ketiga, mendukung strategi klub yang saat ini sedang berupaya menurunkan total pengeluaran gaji pemain.
Dalam beberapa musim terakhir, Juventus memang menjalankan kebijakan pengendalian biaya setelah mengalami tekanan finansial yang cukup berat.
Manajemen ingin membangun skuad kompetitif tanpa kembali mengulangi struktur penggajian yang terlalu tinggi.
Editor : Andi Chorniawan