Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Deretan Mitos Piala Dunia yang Menghantui Gelaran 2026, dari Kutukan Pelatih Asing hingga Tuah Amerika Latin

Titis Osi Kurniawan • Sabtu, 6 Juni 2026 | 09:34 WIB
Para pemain Timnas Inggris merayakan gol. (YAHOO)
Para pemain Timnas Inggris merayakan gol. (YAHOO)

Jawa Pos Radar Madiun - Gelaran Piala Dunia 2026 dipastikan akan menjadi ajang pembuktian krusial untuk mematahkan sejumlah mitos bersejarah yang selama ini menghantui tim-tim peserta.

Terdapat empat mitos menarik yang sangat patut disorot sepanjang sejarah penyelenggaraan turnamen sepak bola terakbar di dunia tersebut sejak tahun 1930.

Belum Ada Timnas yang Juara saat Ditangani Pelatih Asing

Mitos pertama dan yang paling terkenal menyebutkan bahwa belum pernah ada satu pun timnas yang sukses merengkuh gelar juara saat ditangani oleh pelatih asing.

Pencapaian terbaik tim dengan pelatih asing sejauh ini hanya sebatas menjadi runner-up, yakni Swedia pada tahun 1958 dan Belanda pada 1978.

Fakta sejarah ini tentu menjadi tantangan besar pada edisi 2026 mengingat 27 dari 48 tim peserta ternyata datang dengan menggunakan jasa pelatih asing.

Beberapa tim raksasa yang patut dinanti kiprahnya adalah Brasil bersama Carlo Ancelotti, Inggris dengan Thomas Tuchel, serta Portugal di bawah asuhan Roberto Martinez.

Tak Ada Kapten yang Bawa Negaranya Juara Lebih dari Sekali

Mitos kedua berkaitan erat dengan rekor pemain, di mana belum pernah ada seorang kapten yang sukses membawa negaranya meraih gelar juara lebih dari satu kali.

Sejarah mencatat bahwa tim langganan juara beruntun seperti Italia dan Brasil pun selalu mengangkat trofi dengan sosok kapten yang berbeda di lapangan.

Kutukan ini jelas akan menjadi tantangan tersendiri bagi megabintang Lionel Messi yang dipastikan kembali memimpin skuad Argentina pada turnamen mendatang.

Amerika Latin Selalu Juara di Amerika Utara

Mitos ketiga sangat identik dengan Amerika Utara sebagai wilayah penyelenggara yang sejauh ini selalu menjadi tempat yang sangat ramah bagi tim asal Amerika Selatan.

Pada tiga edisi sebelumnya di kawasan tersebut, gelar juara selalu sukses didominasi dan direbut oleh dua raksasa sepak bola, yakni Brasil dan Argentina.

Menariknya lagi, tim yang selalu ditumbangkan oleh Brasil dan Argentina pada partai puncak di tanah Amerika Utara tersebut selalu berasal dari perwakilan benua Eropa.

Rekor Gol di Partai Final

Mitos terakhir yang juga mengiringi penyelenggaraan di Amerika Utara adalah terciptanya rekor total lima gol pada setiap laga final yang dimainkan.

Tradisi hujan gol ini tercatat sejak kemenangan 4-1 Brasil atas Italia pada 1970, kemenangan 3-2 Argentina atas Jerman Barat di 1986, serta adu penalti 3-2 Brasil atas Italia pada 1994. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#messi #mitos #argentina #Piala Dunia 2026