Jawa Pos Radar Madiun - Nama mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, kembali ramai dikaitkan dengan kancah sepak bola Tanah Air.
Pelatih kawakan asal Korea Selatan tersebut kini disebut-sebut menjadi kandidat terkuat untuk menangani klub raksasa ibu kota, Persija Jakarta, pada musim depan.
Rumor panas ini mencuat kencang setelah manajemen Macan Kemayoran resmi berpisah dengan sang pelatih kepala, Mauricio Souza.
Kepergian Souza usai gelaran kompetisi Super League 2025/2026 tersebut praktis membuat kursi kepelatihan Persija kini kosong melompong.
Kabar mengejutkan ini rupanya tidak hanya ramai di Indonesia, melainkan turut menyita perhatian khusus dari media ternama asal Korea Selatan, News Worker.
Media setempat menilai bahwa masa depan karier Shin Tae-yong mulai menemukan titik terang jika ia benar-benar membesut skuad kebanggaan The Jakmania tersebut.
Nama pelatih yang akrab disapa STY ini memang menjadi sosok yang paling sering disebut karena dinilai memiliki profil mentereng yang sangat sesuai dengan kebutuhan Persija.
Berdasarkan kabar yang beredar, proses komunikasi awal antara pihak manajemen Persija dan kubu STY sebenarnya sudah terjalin sejak beberapa bulan lalu.
Saat itu, manajemen disebut mulai mempertimbangkan sejumlah opsi cadangan apabila Mauricio Souza terbukti gagal memenuhi target yang dibebankan oleh klub.
Kini, setelah Souza resmi angkat koper, rumor kedatangan Shin Tae-yong otomatis kembali menguat dan menjadi bahan perbincangan hangat.
Faktor krusial lain yang membuat rumor ini semakin menarik dan masuk akal adalah komposisi kedalaman skuad Persija saat ini.
Sejumlah pemain lokal andalan Macan Kemayoran nyatanya merupakan sosok yang pernah bekerja sama langsung dengan STY saat ia masih bertugas menangani Timnas Indonesia.
Nama-nama langganan timnas seperti Rizky Ridho, Witan Sulaeman, hingga pemain muda Dony Tri Pamungkas dinilai sudah sangat memahami karakter sang pelatih.
Mereka juga diyakini telah hafal dengan filosofi permainan dan disiplin keras yang selama ini selalu diterapkan oleh Shin Tae-yong di lapangan.
Situasi saling menguntungkan ini dipastikan dapat mempermudah proses adaptasi taktik apabila kerja sama tersebut benar-benar terwujud dalam waktu dekat.
Baca Juga: Hasil Sprint Race MotoGP Hungaria 2026: Marc Marquez Juara
Kedekatan Emosional dan Sinergi Sponsor
Selain menguntungkan dari sisi teknis permainan, kedekatan emosional STY dengan publik sepak bola Indonesia juga menjadi alasan kuat mengapa rumor ini begitu cepat berkembang.
Bahkan setelah resmi meninggalkan kursi pelatih Timnas Indonesia, ia diketahui masih beberapa kali menyempatkan diri datang berkunjung ke Tanah Air.
Pada bulan Maret lalu, pria berusia 55 tahun ini bahkan sempat terekam kamera tengah menyaksikan pertandingan Persija secara langsung di Jakarta International Stadium (JIS).
Kehadirannya di tribune stadion megah tersebut sontak langsung memunculkan berbagai spekulasi mengenai kemungkinan dirinya turun gunung menangani klub ibu kota.
Di sisi lain, media Korea Selatan juga turut menyoroti faktor keberadaan sponsor yang bisa menjadi celah keuntungan besar bagi pihak Persija.
Meski nominal gaji Shin Tae-yong dikenal sangat tinggi, keberadaan pabrikan otomotif raksasa asal negaranya, Hyundai, sebagai sponsor utama Persija disebut dapat menjadi solusi brilian.
Kerja sama dengan STY diklaim dapat menciptakan sinergi bisnis yang sangat menguntungkan, baik dari sisi kekuatan finansial maupun pelebaran strategi pemasaran klub. (naz)
Editor : Mizan Ahsani