Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Baru Setahun Menjabat, CEO Juventus Damien Comolli Dipecat, Ini 4 Kesalahannya

Andi Chorniawan • Jumat, 12 Juni 2026 | 10:05 WIB
Damien Comolli dikabarkan dipecat dari jabatan CEO Juventus.
Damien Comolli dikabarkan dipecat dari jabatan CEO Juventus.

Jawa Pos Radar Madiun – Kabar mengejutkan datang dari Juventus. Damien Comolli dikabarkan tidak lagi menjabat sebagai CEO setelah keputusan pemilik klub, John Elkann, yang disebut menghentikan masa kerjanya pada Jumat (12/6).

Informasi tersebut pertama kali ramai dibahas sejumlah jurnalis sepak bola Eropa, termasuk Fabrizio Romano.

Jika kabar tersebut benar, maka masa jabatan Comolli di Juventus menjadi salah satu yang paling singkat dalam sejarah manajemen klub.

Comolli baru bergabung dengan Juventus pada Juni 2025 sebagai General Manager sebelum kemudian mendapat promosi menjadi CEO lima bulan berselang. 

Baca Juga: Imbas Insiden Berdarah Derby Turin, Pendukung Juventus dan Torino Kena Larangan Bertandang

Laporan media Italia La Stampa menyebut ada sejumlah keputusan yang menjadi bahan evaluasi serius di internal klub.

Beberapa kebijakan Comolli bahkan dianggap gagal memberikan dampak positif bagi proyek olahraga Juventus.

1. Kebijakan Transfer

Salah satu kritik terbesar mengarah pada aktivitas transfer Juventus selama berada di bawah pengaruh Comolli.

Sejumlah pemain yang didatangkan dengan ekspektasi tinggi dinilai belum mampu memberikan kontribusi sesuai harapan.

Nama seperti Lois Openda menjadi sorotan karena biaya transfer yang besar dianggap belum sebanding dengan performa yang ditampilkan di lapangan.

Selain Openda, pemain lain seperti Jonathan David, Edon Zhegrova, dan Joao Mario juga disebut belum menunjukkan performa terbaiknya bersama Juventus.

Di antara sederet rekrutan tersebut, hanya Jeremie Boga yang dinilai mampu memberikan kontribusi relatif positif dan tampil cukup konsisten.

2. Kasus Igor Tudor Dipertanyakan

Keputusan lain yang menuai kritik adalah terkait pelatih Igor Tudor. Juventus sempat memperpanjang kontrak Tudor.

Baca Juga: Juventus Ikut Berebut Mattia Liberali, Trequartista yang Bawa Gli Azzurrini Juara Euro U17 2026

Namun, hanya berselang sekitar tiga bulan setelah keputusan tersebut, klub justru memilih mengakhiri kerja sama dengan sang pelatih.

Situasi ini memunculkan pertanyaan mengenai arah perencanaan jangka panjang manajemen klub, terutama dalam menentukan figur yang memimpin tim utama.

3. Kontrak Rugani Jadi Beban

Kebijakan memperpanjang kontrak Daniele Rugani juga disebut masuk dalam daftar keputusan yang dipersoalkan.

Alih-alih meningkatkan nilai jual pemain, perpanjangan kontrak tersebut justru disebut membuat Juventus kesulitan mencari klub peminat.

Akibatnya, Rugani dianggap masih menjadi beban dalam struktur pengeluaran klub. 

4. Perpanjangan Kontrak Spalletti

La Stampa juga menyoroti keputusan memperpanjang kontrak Luciano Spalletti. 

Sebagian pihak menilai Juventus seharusnya menunggu hingga akhir musim sebelum mengambil keputusan jangka panjang.

Namun kontrak baru diberikan lebih awal, yang kemudian memunculkan perdebatan.

Editor : Andi Chorniawan
#damien comolli #Juventus #ceo #pecat