Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Rumor BYD Gabung F1 Semakin Nyata, Disebut Bakal Akuisisi Saham Alpine

Satrio Jati • Selasa, 16 Juni 2026 | 08:04 WIB
Ilustrasi mobil balap BYD di lintasan Formula 1. (Facebook)
Ilustrasi mobil balap BYD di lintasan Formula 1. (Facebook)

Jawa Pos Radar Madiun - Potensi masuknya pabrikan otomotif raksasa BYD ke ajang balap jet darat Formula 1 (F1) kini semakin menjadi sorotan hangat di kalangan pencinta motorsport.

Langkah strategis tersebut terendus kuat setelah Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, kedapatan mengadakan pertemuan penting saat gelaran Grand Prix Monako.

Stella Li dilaporkan telah duduk bersama dengan CEO F1 Group, Stefano Domenicali, serta Presiden FIA, Mohamed Ben-Sulayem.

Rentetan Pertemuan Petinggi

Melansir laporan Carnewschina pada Selasa (9/6) waktu setempat, pertemuan dengan Stefano Domenicali tersebut dilangsungkan pada tanggal 5 Juni.

Sehari berselang, Stella Li kembali melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden FIA, yang fotonya turut dibagikan Ben-Sulayem melalui akun media sosial pribadinya.

Rentetan pertemuan ini tampaknya bukan kali pertama, melainkan menjadi agenda lanjutan bagi Stella Li dengan kedua pejabat tertinggi di dunia balap tersebut.

Dalam sebuah wawancara bersama PlanetF1, Stella menegaskan bahwa perusahaannya sangat serius dalam mengeksplorasi masa depan teknologi dan memperkenalkan identitas BYD ke kancah global.

Pendekatan sejak Akhir 2025

Jejak ketertarikan BYD terhadap dunia balap internasional sebenarnya sudah mulai terlihat sejak Stella Li bertemu dengan Presiden FIA di Grand Prix Abu Dhabi pada akhir Desember 2025 lalu.

Kemudian pada Maret 2026, mencuat laporan yang menyebutkan bahwa BYD tengah menilai kemungkinan untuk ikut serta di ajang F1 dan World Endurance Championship (WEC).

Pada bulan April, pihak BYD akhirnya mengonfirmasi bahwa mereka memang sedang mempertimbangkan peran di F1 setelah Stella Li kembali bertemu dengan Domenicali di Shanghai.

Baca Juga: Ambisi Besar BYD: Sesumbar Bakal Salip Toyota dalam 5 Tahun, Padahal Saham Anjlok

Rumor Akuisisi Saham Tim Alpine

Selain menjalin komunikasi dengan petinggi penyelenggara, rumor di paddock juga menyebut BYD tengah melirik peluang untuk mengakuisisi sebagian saham tim balap F1.

Perusahaan asal Tiongkok itu dikabarkan menjadi salah satu pihak yang berniat membeli 24 persen saham tim Alpine Formula 1 bersama dengan Mercedes-Benz.

Di luar urusan korporasi, Stella Li juga diketahui sempat bertemu dengan tokoh penting F1, Christian Horner, di sela-sela acara Festival Film Cannes.

Pertemuan tersebut memicu rumor liar bahwa BYD mungkin saja bekerja sama dengan Horner, yang belakangan ini santer diisukan tengah mengalami dinamika karier bersama Red Bull Racing.

Benturan Nilai Regulasi Mesin

Meski kemungkinan keterlibatan BYD di F1 terus menjadi topik panas sepanjang tahun 2026, prospek nyata perusahaan tersebut di dunia motorsport masih menjadi misteri.

Salah satu tantangan terbesarnya adalah menyelaraskan nilai identitas perusahaan dengan arah pengembangan regulasi mesin F1 di masa depan.

Sempat beredar rumor bahwa F1 akan menggunakan mesin V8 bensin dengan komponen listrik minimal pada 2031, meski faktanya roadmap FIA saat ini justru terus memperbesar porsi tenaga listrik pada mesin V6 hibrida mereka.

Bagi BYD yang murni berfokus memproduksi Kendaraan Energi Baru (NEV) seperti mobil listrik penuh dan hybrid, keselarasan kampanye ramah lingkungan di ajang F1 tentu akan menjadi poin pertimbangan yang sangat krusial. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#byd masuk f1 #presiden fia #monako #f1 #byd