Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Drama Tiga Map di Wuhan, RRQ Buktikan Indonesia Layak di Panggung World Championship Delta Force

Tim Magang Radar Madiun • Kamis, 18 Juni 2026 | 12:06 WIB
Delta Force Invitational : Warfare, Wuhan 2026 (DFGameEsports)
Delta Force Invitational : Warfare, Wuhan 2026 (DFGameEsports)

Jawa Pos Radar Madiun - Wuhan, 18 Juni 2026. Di dalam Wuhan Hongshan Gymnasium,

di hadapan ribuan penonton yang menyaksikan langsung salah satu turnamen tactical shooter paling bergengsi di dunia,

Rex Regum Qeon menorehkan sesuatu yang luar biasa. Dalam laga Upper Bracket Quarterfinal Delta Force Invitational Warfare 2026,

RRQ berhasil menumbangkan Toxido Esports dengan skor 2-1, sebuah kemenangan yang rasanya lebih besar dari sekadar angka,

karena lawan yang mereka hadapi bukan sembarangan.

Toxido Esports adalah juara bertahan DFIW yang datang ke Wuhan dengan reputasi penuh dan ambisi mempertahankan mahkota mereka.

RRQ datang sebagai wakil Asia Tenggara ketiga dan pulang sebagai tim yang baru saja menjatuhkan sang raja.

Baca Juga: Hari Ini Dimulai! Kualifikasi Mobile Legends Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Resmi Bergulir, Rebutan 12 Tiket Asian Games 2026

Apa Itu Delta Force Invitational Warfare?

Sebelum membahas dramanya, penting untuk memahami betapa besarnya panggung ini.

Delta Force Invitational Warfare 2026 adalah turnamen World Championship untuk mode Warfare di musim 2026, diselenggarakan di Wuhan, China.

Warfare mempertemukan setiap aspek infanteri, penguasaan kendaraan, dan pengetahuan peta Delta Force dalam satu pertempuran berskala masif.

Setiap tim menurunkan 20 pemain, menuntut koordinasi tinggi dalam menguasai peta dan menyelesaikan objektif

Turnamen S-Tier ini berlangsung dari 17 hingga 21 Juni 2026 dengan 8 tim bersaing untuk total hadiah ¥3.000.000 CNY (sekitar $443.954 USD). 

Format yang digunakan adalah Double Elimination setiap kekalahan masih memberi kesempatan, tapi di babak Upper Bracket, setiap kemenangan punya nilai lebih besar.

Delapan tim yang bertarung mewakili 6 region: Americas (FX), Chinese Mainland (LT), EMEA (RBN), Japan (HYD), Korea (HAN),

dan Pan-Pacific yang diwakili tiga tim: AHR di posisi pertama, TXD di kedua, dan RRQ di ketiga. 

Baca Juga: Indonesia Kirim Dua Wakil ke MSC EWC 2026! Ini Daftar Lengkap 16 Tim yang Akan Mengguncang Paris

Map 1 Trench Lines: RRQ Tersandung di Awal

Laga dibuka di map Trench Lines, dengan RRQ mendapat peran sebagai penyerang. Di atas kertas,

peran ini memberi RRQ inisiatif untuk menekan tapi Toxido Esports tidak memberi celah sekecil apapun.

Barisan pertahanan Toxido tampil solid dan disiplin. Setiap jalur serangan yang dicoba RRQ berhasil dibaca dan dipadamkan.

Tekanan demi tekanan kandas di tembok pertahanan sang juara bertahan, dan Trench Lines pun jatuh ke tangan Toxido.

Skor berubah 0-1 untuk Toxido. RRQ harus bangkit, dan cepat.

Map 2 Trench Lines: RRQ Balik Menerkam

Map kedua masih di Trench Lines namun kali ini giliran RRQ yang memegang kendali sebagai bertahan. Dan di sinilah karakter RRQ yang sesungguhnya mulai terlihat.

Alih-alih terpuruk setelah kekalahan di map pertama, RRQ tampil lebih terorganisir dan fokus.

Setiap gelombang serangan dari Toxido berhasil diredam dengan baik. Komunikasi antar pemain mengalir lebih lancar,

pertahanan zona berjalan rapi, dan Toxido yang mencoba mengulang dominasinya justru menemukan tembok yang jauh lebih keras dari yang mereka kira.

RRQ menutup map kedua dengan kemenangan meyakinkan. Skor imbang 1-1 dan Toxido Esports untuk pertama kalinya dalam turnamen ini terpaksa masuk ke map penentu.

Baca Juga: Rekor Bersejarah! Bigetron Bawa 5 Divisi Mobile ke EWC 2026 Paris Kini Bertarung dengan Nama Team Vitality

Map 3 Ascension: RRQ Sempurna, Toxido Tumbang

Map ketiga berpindah ke Ascension, dengan RRQ kembali berperan sebagai penyerang.

Sebuah pengulangan skenario map pertama namun dengan hasil yang sama sekali berbeda.

RRQ yang tampil di Ascension adalah RRQ yang sudah menemukan ritmenya. Serangan dibangun dengan sabar,

eksekusi di titik-titik kritis terlihat tajam, dan pertahanan kokoh Toxido yang di map pertama terasa tak tertembus kali ini berhasil dijebol satu per satu.

Toxido Esports menyerah. Ascension jatuh ke RRQ dan skor akhir 2-1 untuk Rex Regum Qeon menjadi kenyataan yang mengejutkan banyak pihak.

Selanjutnya: HYDRANGEA Menanti di Upper Bracket Semifinal

Full Bracket Delta Force Invitational : Warfare 2026 (LIquipedia.net)
Full Bracket Delta Force Invitational : Warfare 2026 (LIquipedia.net)

Kemenangan ini bukan akhir perjalanan justru sebaliknya. RRQ kini melangkah ke Upper Bracket Semifinal untuk menghadapi HYDRANGEA,

wakil Jepang di DFIW 2026 yang juga tampil impresif di hari pertama. Laga RRQ vs HYDRANGEA dijadwalkan berlangsung pada: 8 Juni 2026, 19.30 WIB

HYDRANGEA bukan lawan yang bisa diremehkan mereka lolos melalui jalur seleksi Jepang dan sudah membuktikan diri layak berada di panggung ini.

Tapi RRQ yang baru saja menjatuhkan juara bertahan datang dengan momentum dan kepercayaan diri yang sedang berada di puncaknya.

Baca Juga: PRX Buktikan Region Pacific Tak Bisa Diremehkan Kalahkan Vitality di Upper Bracket dan Selangkah Lebih Dekat Untuk Menjuarai Masters London

Indonesia Ada di Wuhan dan RRQ Membuatnya Bangga

Dengan kombinasi eksplosif antara pertempuran berskala besar yang strategis dari mode Warfare,

dan pemain-pemain Delta Force terbaik di dunia yang bermain langsung dari Wuhan Hongshan Gymnasium turnamen ini menjanjikan laga-laga yang mendebarkan

Dan di tengah semua itu, bendera merah putih berkibar lewat RRQ. Kemenangan atas Toxido bukan hanya milik organisasi,

ini milik seluruh komunitas Delta Force Indonesia yang selama ini percaya bahwa kita punya tempat di panggung dunia.

Saksikan RRQ vs HYDRANGEA malam ini di channel youtube Garena Delta Force. Karena perjalanan belum selesai dan yang terbaik mungkin baru saja akan dimulai. (*)

*Dwiki Dermawan, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Magang Radar Madiun
#Delta Force #rrq #china