Jawa Pos Radar Madiun - Riot Games baru saja mengumumkan perubahan paling fundamental dalam sejarah VALORANT Champions Tour (VCT).
Lewat video singkat berjudul The VCT in 2027: This time with DETAILS
yang dibawakan dengan santai dan penuh humor oleh Bill Pan, Riley Yurk, dan Ohm Srukhosit,
Riot membongkar detail format VCT 2027 dan perubahannya sangat besar.
Inti dari semuanya bisa diringkas dalam satu kalimat: tidak ada lagi liga reguler panjang. Semua menjadi turnamen.
Selamat Tinggal Format Liga, Selamat Datang Era Turnamen Murni
Selama ini, VCT berjalan dengan sistem liga jadwal musiman panjang dengan banyak pertandingan mingguan, mirip format olahraga tradisional.
Mulai 2027, sistem itu dihapus total.
Tujuannya jelas: memberi lebih banyak kesempatan kepada tim baru (open teams), menghadirkan event di lebih banyak kota,
dan membuat setiap pertandingan benar-benar berarti sejak hari pertama.
Partner teams tetap eksis, tapi mereka tidak lagi punya jaminan otomatis lolos ke setiap event besar. Performa buruk kini punya konsekuensi nyata.
Partner Teams Dipangkas Hanya 8 per Region
Salah satu perubahan paling mengejutkan: jumlah partner teams dipotong menjadi hanya 8 tim per region, turun dari sebelumnya sekitar 10–12 tim.
Secara global, total partner teams diperkirakan sekitar 32 tim.
Alasannya sederhana namun tegas: memberi ruang minimal 4 slot open teams di setiap major event,
sambil tetap mempertahankan dukungan finansial untuk partner teams yang ada.
Baca Juga: Daftar Laptop Gaming Termurah Maret 2026: Main Valorant & Dota 2 Tanpa Kantong Bolong!
Kontrak partnership pun ikut dipersingkat dari 4 tahun menjadi 2 tahun saja. Status partner kini bukan lagi privilege permanen.
Struktur Musim 2027: Empat Tahap Menuju Champions
1. Kick Off (awal tahun), Satu-satunya turnamen yang menjamin slot untuk semua partner teams.
Menggunakan format triple elimination minimal tiga kekalahan baru tersingkir. Open teams pun bisa ikut lewat qualifier sebelumnya.
2. Open Qualifiers (Opens) Terbuka untuk semua tim di 14 region dunia.
Yang menarik: partner teams yang underperform wajib ikut dari sini juga tidak ada privilege permanen lagi.
3. VCT Cups Turnamen regional baru berbasis LAN dengan suasana finals weekend yang hype.
Digelar dua kali per region per tahun, mempertemukan partner teams terbaik melawan open teams terbaik di kota-kota baru yang selama ini diminta oleh fans.
4. Masters & Champions Jalur lengkapnya: Opens → Cups → Masters → Champions.
Tim yang berhasil lolos Masters akan mendapat advanced placement di Open Qualifiers berikutnya tidak perlu mulai dari nol lagi.
14 Region di Seluruh Dunia
VCT 2027 membagi dunia menjadi 14 region kompetitif:
Americas: North America, Latin America North, Latin America South, Brazil
EMEA: Europe, Türkiye, MENA (Middle East & North Africa)
Pacific/Asia: South Korea, Japan, Thailand, Indonesia, Vietnam, Southeast Asia lainnya (Philippines, Malaysia, Singapore, dll.), China
Uang Nyata untuk Tim Open Bukan Sekadar Mimpi
Salah satu aspek paling revolusioner dari format ini adalah skema fixed payout untuk tim non-partner:
Lolos ke Cup: $100.000, Lolos ke Masters: $200.000, Lolos ke Champions: $400.000
Angka-angka ini di luar prize pool reguler, yang totalnya diperkirakan melebihi $6 juta USD per tahun untuk seluruh turnamen.
Ada pula insentif tambahan misalnya tim yang lolos ke Game Changers Championship mendapat bonus tambahan $100.000.
Riot juga menjanjikan dukungan travel dan visa untuk tim yang berlaga di event besar.
Baca Juga: Indonesia Kirim Dua Wakil ke MSC EWC 2026! Ini Daftar Lengkap 16 Tim yang Akan Mengguncang Paris
Apa Artinya Ini untuk Indonesia dan SEA?
Bagi fans Valorant Tanah Air, ini kabar yang patut disambut antusias. Dengan Indonesia ditetapkan sebagai region terpisah,
peluang munculnya event lokal bahkan VCT Cup di Jakarta menjadi sangat realistis.
Namun persaingan di region SEA tidak akan mudah.
Dengan hanya 8 slot partner team, nama-nama besar seperti PRX, RRQ, FS, T1, dan Team Secret kemungkinan akan saling berebut posisi.
Tim open dari Indonesia maupun SEA lainnya kini punya jalur realistis menuju Cup, Masters,
hingga Champions tapi harus siap menghadapi Open Qualifiers yang diprediksi sangat padat dan kompetitif.
Tantangan terbesar bagi organisasi lokal adalah mempersiapkan infrastruktur dan manajemen yang memadai untuk bersaing di sistem yang jauh lebih terbuka ini.
Lebih Merit-Based, Lebih Dinamis
Perubahan format ini pada dasarnya menggeser DNA kompetisi VALORANT dari sistem berbasis privilege menjadi sistem berbasis prestasi murni.
Baca Juga: Drama Tiga Map di Wuhan, RRQ Buktikan Indonesia Layak di Panggung World Championship Delta Force
Partner teams tetap mendapat keistimewaan seperti base payment tahunan, performance bonus,
dan revenue share tapi mereka harus terus tajam, karena status itu kini bisa hilang.
Bagi penonton, dampaknya jelas: lebih banyak cerita underdog, lebih banyak kejutan, dan stake yang lebih tinggi di setiap pertandingan sejak awal musim.
Riot sendiri menegaskan bahwa struktur ini masih dalam pengembangan dan bisa disesuaikan berdasarkan feedback komunitas.
Detail final seperti jadwal pasti dan lokasi kota event akan diumumkan secara bertahap.
Earn Your Spot, Era Baru Sudah di Depan Mata
VCT 2027 menandai pergeseran filosofi besar dalam esports VALORANT,
dari stabilitas liga jangka panjang menuju dinamika turnamen yang penuh tekanan dan peluang.
Bagi tim besar, ini adalah panggilan untuk tetap konsisten.
Bagi tim kecil dan lokal termasuk dari Indonesia ini adalah pintu yang lebih lebar dari yang pernah ada sebelumnya.
Satu hal yang pasti: mulai 2027, tidak ada lagi yang namanya "aman" hanya karena status partner. Semua harus dibuktikan, setiap turnamen, setiap saat. (*)
*Dwiki Dermawan, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Magang Radar Madiun