Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Dendam Belum Terbalas! Leviatán Tumbangkan EDG 3-0, Siap Hadapi Paper Rex di Grand Final Masters London 2026

Tim Magang Radar Madiun • Sabtu, 20 Juni 2026 | 23:40 WIB
Grand Final Valorant Master London 2026 (ValorantEsports)
Grand Final Valorant Master London 2026 (ValorantEsports)

Jawa Pos Radar Madiun - Panggung Grand Final VCT Masters London 2026 resmi terkunci.

Setelah melewati drama panjang di Lower Bracket Final, LEVIATÁN berhasil menumbangkan EDward Gaming dengan skor telak 3-0,

memastikan diri sebagai lawan Paper Rex di partai puncak yang akan digelar besok, Minggu, 21 Juni 2026.

ni bukan laga sembarangan. Pemenang akan bertemu Paper Rex di Grand Final pada 21 Juni untuk memperebutkan hadiah $1.000.000. 

Dan Leviatán, yang sempat diragukan banyak pihak, justru menjadi tim yang melangkah lebih jauh dari ekspektasi siapapun.

Baca Juga: PRX Buktikan Region Pacific Tak Bisa Diremehkan Kalahkan Vitality di Upper Bracket dan Selangkah Lebih Dekat Untuk Menjuarai Masters London

Drama Tiga Map yang Menguras Emosi

Final Score Team Leviatan vs Edward Gaming Valorant Master London 2026 (ValorantEsports)
Final Score Team Leviatan vs Edward Gaming Valorant Master London 2026 (ValorantEsports)

Laga Lower Bracket Final ini berjalan dengan alur yang penuh ketegangan. Berikut rangkumannya:

Map 1 Haven: 13-5 untuk Leviatán Leviatán langsung tancap gas sejak map pembuka.

EDward Gaming kesulitan menemukan ritme permainan mereka, dan Leviatán menutup map dengan dominasi telak.

Map 2 Pearl: 13-9 untuk Leviatán EDG mencoba bangkit, namun Leviatán kembali tampil solid dan menjaga keunggulan mereka.

Skor mulai lebih ketat, tapi momentum tetap di tangan tim asal Amerika ini.

Map 3 Split: 13-11 untuk Leviatán Di sinilah EDward Gaming benar-benar memberikan perlawanan sengit.

Sebagai juara bertahan Champions 2024, mental mereka diuji habis-habisan. Namun di ujung pertarungan yang ketat,

Leviatán berhasil menutup map dengan skor 13-11 memastikan kemenangan bersih 3-0 dan tiket ke Grand Final.

EDward Gaming: Perjalanan Berat yang Berakhir di Sini

Nice Try Edward Gaming at Valorant Master London 2026 (ValorantEsports)
Nice Try Edward Gaming at Valorant Master London 2026 (ValorantEsports)

Kekalahan ini menjadi akhir perjalanan EDG di Masters London 2026. EDward Gaming tiba di Masters London sebagai juara VCT China Stage 1.

Baca Juga: Meccha Chameleon, Cerita Game Indie Jepang yang Bikin Heboh Steam dan Hasilkan $10 Juta

Mereka masuk ke bracket Playoffs sebagai seed langsung, bertemu FUT Esports di upper quarterfinal dan menang 2-1

dalam seri yang membutuhkan overtime dramatis di map kedua untuk ditutup, sebelum mengalahkan sesama tim China Xi Lai Gaming untuk memastikan upper semifinal sesama China.

Upper final melawan Paper Rex adalah titik di mana perjalanan mereka menabrak tembok

Sebagai catatan, ini adalah skuad yang memenangkan gelar Valorant Champions 2024, mengalahkan Team Heretics 3-2 di Grand Final tersebut.

EDG mencatat sejarah sebagai organisasi China pertama yang meraih gelar internasional Valorant.

Sayangnya, pengalaman juara itu tidak cukup untuk membendung Leviatán hari ini.

Leviatán: Cerita Underdog yang Menjadi Nyata

GGWP Team Leviatan at Valorant Master London 2026 (ValorantEsports)
GGWP Team Leviatan at Valorant Master London 2026 (ValorantEsports)

Kisah Leviatán di turnamen ini layak disebut sebagai salah satu narasi terbaik Masters London 2026.

Baca Juga: Calon Pesaing Berat Palworld? Ini Aniimo, RPG Penangkap Monster yang Gameplay Showcase Terbarunya Bikin Heboh

Ketika organisasi ini memutuskan untuk membangun ulang skuad setelah kehilangan Aspas menjelang 2026,

keputusan yang diambil adalah membangun dari nol. Veteran kiNgg menjadi jangkar roster, namun empat pemain lainnya membawa identitas baru bagi tim ini.

Performa mereka di laga melawan EDG sangat impresif kiNgg mencatatkan rating tertinggi 1.43 dengan KAST 81%, 

sementara Neon dan spike sama-sama tampil dominan dengan rating di atas 1.1. Sebaliknya, 

seluruh roster EDG tampil di bawah performa terbaik mereka, dengan rating tertinggi hanya 0.94 dari nobody.

Sebelumnya Sudah Bentrok dan Paper Rex Menang Tipis

Yang membuat Grand Final besok semakin menarik: ini bukan pertemuan pertama*antara kedua tim di turnamen ini.

Di babak Upper Quarterfinal, Paper Rex sudah lebih dulu bertemu Leviatándan menang dengan skor 2-1.

Artinya, Leviatán datang ke Grand Final dengan satu misi tambahan: membalas kekalahan yang sempat mereka terima dari Paper Rex di awal turnamen.

Apakah dendam itu akan terbayar di panggung tertinggi, atau justru Paper Rex kembali membuktikan superioritas mereka untuk kedua kalinya?

Baca Juga: Indonesia Kirim Dua Wakil ke MSC EWC 2026! Ini Daftar Lengkap 16 Tim yang Akan Mengguncang Paris

Paper Rex: Sang Raja Pasifik yang Menunggu di Puncak

Sementara Leviatán berjuang habis-habisan melalui jalur lower bracket,

Paper Rex melangkah ke Grand Final dengan cara yang jauh lebih efisien finis sebagai juara Upper Bracket setelah mengalahkan EDward Gaming di Upper Final.

Bagi PRX, ini adalah kesempatan emas untuk mengukuhkan diri sebagai kekuatan dominan VALORANT global musim ini.

Sebuah kemenangan di Grand Final besok akan menjadi trofi Masters kedua mereka,

sekaligus bukti nyata bahwa kawasan Pasifik benar-benar layak disegani di level tertinggi kompetisi internasional.

Preview Grand Final: Siapa yang Akan Berjaya?

Dua narasi besar akan bertabrakan besok. Di satu sisi, Paper Rex datang sebagai favorit yang sudah membuktikan dominasi mereka sepanjang turnamen lewat jalur upper bracket yang lebih mulus.

 Di sisi lain, Leviatán datang sebagai cerita underdog paling inspiratif musim ini skuad yang dibangun ulang dari nol,

namun berhasil menembus Grand Final dengan determinasi luar biasa.

Satu pertanyaan besar akan terjawab besok: akankah Leviatán berhasil membalaskan dendam mereka dan menciptakan kejutan terbesar Masters London 2026?

Atau Paper Rex akan membuktikan sekali lagi bahwa mereka memang pantas disebut Sang Raja Pasifik?

Saksikan langsung Grand Final paling dinanti tahun ini karena trofi, sejarah, dan satu juta dolar sedang dipertaruhkan. (*)

*Dwiki Dermawan, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Magang Radar Madiun
#Valorant #VCT