Jawa Pos Radar Madiun - Panggung Grand Final VCT Masters London 2026 resmi terkunci.
Setelah melewati drama panjang di Lower Bracket Final, LEVIATÁN berhasil menumbangkan EDward Gaming dengan skor telak 3-0,
memastikan diri sebagai lawan Paper Rex di partai puncak yang akan digelar besok, Minggu, 21 Juni 2026.
ni bukan laga sembarangan. Pemenang akan bertemu Paper Rex di Grand Final pada 21 Juni untuk memperebutkan hadiah $1.000.000.
Dan Leviatán, yang sempat diragukan banyak pihak, justru menjadi tim yang melangkah lebih jauh dari ekspektasi siapapun.
Drama Tiga Map yang Menguras Emosi
Laga Lower Bracket Final ini berjalan dengan alur yang penuh ketegangan. Berikut rangkumannya:
Map 1 Haven: 13-5 untuk Leviatán Leviatán langsung tancap gas sejak map pembuka.
EDward Gaming kesulitan menemukan ritme permainan mereka, dan Leviatán menutup map dengan dominasi telak.
Map 2 Pearl: 13-9 untuk Leviatán EDG mencoba bangkit, namun Leviatán kembali tampil solid dan menjaga keunggulan mereka.
Skor mulai lebih ketat, tapi momentum tetap di tangan tim asal Amerika ini.
Map 3 Split: 13-11 untuk Leviatán Di sinilah EDward Gaming benar-benar memberikan perlawanan sengit.
Sebagai juara bertahan Champions 2024, mental mereka diuji habis-habisan. Namun di ujung pertarungan yang ketat,
Leviatán berhasil menutup map dengan skor 13-11 memastikan kemenangan bersih 3-0 dan tiket ke Grand Final.
EDward Gaming: Perjalanan Berat yang Berakhir di Sini
Kekalahan ini menjadi akhir perjalanan EDG di Masters London 2026. EDward Gaming tiba di Masters London sebagai juara VCT China Stage 1.
Baca Juga: Meccha Chameleon, Cerita Game Indie Jepang yang Bikin Heboh Steam dan Hasilkan $10 Juta
Mereka masuk ke bracket Playoffs sebagai seed langsung, bertemu FUT Esports di upper quarterfinal dan menang 2-1
dalam seri yang membutuhkan overtime dramatis di map kedua untuk ditutup, sebelum mengalahkan sesama tim China Xi Lai Gaming untuk memastikan upper semifinal sesama China.
Upper final melawan Paper Rex adalah titik di mana perjalanan mereka menabrak tembok
Sebagai catatan, ini adalah skuad yang memenangkan gelar Valorant Champions 2024, mengalahkan Team Heretics 3-2 di Grand Final tersebut.
EDG mencatat sejarah sebagai organisasi China pertama yang meraih gelar internasional Valorant.
Sayangnya, pengalaman juara itu tidak cukup untuk membendung Leviatán hari ini.
Leviatán: Cerita Underdog yang Menjadi Nyata
Kisah Leviatán di turnamen ini layak disebut sebagai salah satu narasi terbaik Masters London 2026.
Ketika organisasi ini memutuskan untuk membangun ulang skuad setelah kehilangan Aspas menjelang 2026,
keputusan yang diambil adalah membangun dari nol. Veteran kiNgg menjadi jangkar roster, namun empat pemain lainnya membawa identitas baru bagi tim ini.
Performa mereka di laga melawan EDG sangat impresif kiNgg mencatatkan rating tertinggi 1.43 dengan KAST 81%,
sementara Neon dan spike sama-sama tampil dominan dengan rating di atas 1.1. Sebaliknya,
seluruh roster EDG tampil di bawah performa terbaik mereka, dengan rating tertinggi hanya 0.94 dari nobody.
Sebelumnya Sudah Bentrok dan Paper Rex Menang Tipis
Yang membuat Grand Final besok semakin menarik: ini bukan pertemuan pertama*antara kedua tim di turnamen ini.
Di babak Upper Quarterfinal, Paper Rex sudah lebih dulu bertemu Leviatándan menang dengan skor 2-1.
Artinya, Leviatán datang ke Grand Final dengan satu misi tambahan: membalas kekalahan yang sempat mereka terima dari Paper Rex di awal turnamen.
Apakah dendam itu akan terbayar di panggung tertinggi, atau justru Paper Rex kembali membuktikan superioritas mereka untuk kedua kalinya?
Baca Juga: Indonesia Kirim Dua Wakil ke MSC EWC 2026! Ini Daftar Lengkap 16 Tim yang Akan Mengguncang Paris
Paper Rex: Sang Raja Pasifik yang Menunggu di Puncak
Sementara Leviatán berjuang habis-habisan melalui jalur lower bracket,
Paper Rex melangkah ke Grand Final dengan cara yang jauh lebih efisien finis sebagai juara Upper Bracket setelah mengalahkan EDward Gaming di Upper Final.
Bagi PRX, ini adalah kesempatan emas untuk mengukuhkan diri sebagai kekuatan dominan VALORANT global musim ini.
Sebuah kemenangan di Grand Final besok akan menjadi trofi Masters kedua mereka,
sekaligus bukti nyata bahwa kawasan Pasifik benar-benar layak disegani di level tertinggi kompetisi internasional.
Preview Grand Final: Siapa yang Akan Berjaya?
Dua narasi besar akan bertabrakan besok. Di satu sisi, Paper Rex datang sebagai favorit yang sudah membuktikan dominasi mereka sepanjang turnamen lewat jalur upper bracket yang lebih mulus.
Di sisi lain, Leviatán datang sebagai cerita underdog paling inspiratif musim ini skuad yang dibangun ulang dari nol,
namun berhasil menembus Grand Final dengan determinasi luar biasa.
Satu pertanyaan besar akan terjawab besok: akankah Leviatán berhasil membalaskan dendam mereka dan menciptakan kejutan terbesar Masters London 2026?
Atau Paper Rex akan membuktikan sekali lagi bahwa mereka memang pantas disebut Sang Raja Pasifik?
Saksikan langsung Grand Final paling dinanti tahun ini karena trofi, sejarah, dan satu juta dolar sedang dipertaruhkan. (*)
*Dwiki Dermawan, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Magang Radar Madiun