Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ganda Putra Devin/Faathir Petik Pelajaran Berharga di Macau Open 2026, Sempat Unggul Jauh tapi Kena Comeback

Titis Osi Kurniawan • Senin, 22 Juni 2026 | 07:41 WIB
Ganda putra Indonesia Devin Artha Wahyudi/Ali Faathir Rayhan (kiri) bersama pasangan Korea Selatan Jin Yong/Lee Jongmin (kanan) dalam upacara penerimaan medali Macau Open 2026 di Macau, China, Minggu (21/6). (PBSI)
Ganda putra Indonesia Devin Artha Wahyudi/Ali Faathir Rayhan (kiri) bersama pasangan Korea Selatan Jin Yong/Lee Jongmin (kanan) dalam upacara penerimaan medali Macau Open 2026 di Macau, China, Minggu (21/6). (PBSI)

Jawa Pos Radar Madiun - Ganda putra masa depan Indonesia, Devin Artha Wahyudi dan Ali Faathir Rayhan, harus puas keluar sebagai runner-up di ajang Macau Open 2026.

Langkah impresif mereka dihentikan oleh pasangan wakil Korea Selatan, Jin Yong dan Lee Jongmin, pada laga puncak yang digelar hari Minggu (21/6).

Pasangan muda kebanggaan Tanah Air tersebut bertekad untuk segera memperbaiki tingkat fokus dan konsentrasi mereka saat bertanding di lapangan.

Hilangnya fokus saat sudah berada dalam posisi unggul dinilai menjadi pekerjaan rumah terbesar yang harus segera dibenahi untuk menatap turnamen-turnamen berikutnya.

Baca Juga: 10 Temuan BPK Jadi Catatan Pemkab Magetan, Dari Proyek hingga Pengelolaan Aset

Kena Comeback di Gim Kedua

Pada partai final turnamen BWF World Tour Super 300 tersebut, Devin/Faathir dipaksa menyerah lewat pertarungan sengit tiga gim dengan skor 21-18, 19-21, dan 10-21.

Padahal, pasangan Indonesia ini sebenarnya tampil sangat menjanjikan dan percaya diri setelah sukses merebut kemenangan 21-18 pada gim pertama.

Dominasi mereka bahkan sempat berlanjut di gim kedua saat unggul jauh dengan skor 11-6 pada jeda interval hingga memperlebar jarak menjadi 15-10.

Nahasnya, pasangan Korea Selatan mampu bangkit secara dramatis dan menyamakan kedudukan menjadi 16-16 sebelum memaksakan jalannya laga ke gim ketiga.

Ali Faathir Rayhan menilai bahwa keberhasilan lawan dalam mengejar ketertinggalan poin pada gim kedua tersebut menjadi momentum yang mengubah total jalannya pertandingan.

"Tadi setelah berhasil mengejar ketertinggalan di game kedua, lawan lebih percaya diri jadi lebih kuat dari segi defence-nya," ujar Faathir memberikan analisis.

Baca Juga: Viral Gedung KDMP Dipakai Resepsi Pernikahan, Kodim Pacitan: Tidak Ada Larangan

Evaluasi Fokus dan Ketenangan

Memasuki gim penentuan, pasangan Yong/Lee yang sudah terlanjur mendapatkan angin segar tampil sangat dominan dan terus menekan pertahanan Indonesia.

Devin/Faathir terlihat kesulitan untuk mengembangkan ritme permainan mereka hingga akhirnya harus menyerah telak dengan skor akhir 10-21.

"Untuk ke depannya evaluasi kami yang penting fokusnya dulu, karena kami sering sekali ketika sudah unggul malah tersusul," tegas Faathir.

Sementara itu, Devin Artha Wahyudi mengungkapkan bahwa kurangnya ketenangan saat poin mereka mulai dikejar lawan juga menjadi kendala utama di laga final.

"Kendala kami tadi, hilang fokus dan kurang tenang saat terkejar," ungkap Devin yang tetap bersyukur bisa menyelesaikan pertandingan berat tersebut tanpa cedera.

Ia juga tak segan memuji kualitas lawan yang tampil lebih tangguh, memiliki daya tahan mumpuni, serta jauh lebih tenang dalam berbagai situasi di lapangan.

Meskipun gagal merengkuh gelar juara, capaian runner-up ini tetap menjadi sebuah hasil yang sangat positif bagi perjalanan karier Devin/Faathir.

Prestasi membanggakan ini tercatat sebagai keberhasilan pertama kalinya bagi pasangan muda tersebut dalam menembus babak final turnamen bergengsi level BWF Super 300. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#macau open 2026 #Devin Artha Wahyudi #indonesia #Ganda Putra #Ali Faathir Rayhan