Jawa Pos Radar Madiun - Esports Foundation resmi mengungkap 16 tim yang mendapat direct invite ke panggung Esports Nations Cup 2026,
turnamen esports antarnegara bergengsi yang akan berlangsung di Riyadh, Arab Saudi pada November mendatang.
Dan bagi para fans Valorant Indonesia, pengumuman ini datang dengan satu kepahitan yang tidak bisa dihindari: nama Indonesia tidak ada dalam daftar tersebut.
Bukan karena Indonesia tidak mendaftarkan tim. Tapi karena angka yang tertera di peringkat nasional tidak cukup untuk menembus batas yang ditetapkan Indonesia berada di peringkat ke-19,
sementara hanya 16 negara teratas yang berhak mendapat undangan langsung ke babak final di Riyadh.
Baca Juga: Selamat Datang di Summit, Map Baru Valorant dengan Mekanik Droppable Wall, Rilis 24 Juni!
Bagaimana Sistem Poin ENC Bekerja?
Sistem National Team Ranking ENC 2026 digunakan untuk menentukan direct invite ke turnamen utama.
Poin diperoleh melalui keikutsertaan di turnamen resmi VALORANT Champions Tour,
di mana poin yang diterima klub didistribusikan secara merata kepada seluruh anggota yang berpartisipasi.
Peringkat suatu negara dihitung berdasarkan total poin dari lima pemain teratas dalam roster yang diajukan.
16 tim teratas pada tanggal cut-off akan diundang langsung ke Main Event. Cut-off date ditetapkan pada 21 Juni 2026.
Baca Juga: Dari SEA ke Riyadh: Bagaimana Tim Merah Putih Siap Rebut Kehormatan Bangsa di Esports Nations Cup?
Artinya, akumulasi poin yang dikumpulkan sepanjang musim VCT 2026 hingga tanggal tersebut yang menentukan nasib setiap tim nasional,
dan Indonesia tidak berhasil mengumpulkan cukup poin dari lima pemain terbaiknya untuk menembus top 16.
16 Negara yang Berhasil Masuk Direct Invite
Berikut 16 negara yang berhasil mengamankan direct invite beserta poin mereka: Amerika Serikat memimpin dengan 13.000 poin,
disusul Korea Selatan (8.525), China (7.975), Kanada (6.250), Türkiye (6.200), Brasil (5.800), Singapura (5.750), Polandia (5.225), Filipina (4.875),
Inggris Raya (4.750), Chinese Taipei (3.975), Malaysia (3.800), Finlandia (3.675), Lithuania (3.650), Thailand (3.450), dan Chile (3.300) di urutan ke-16.
Yang menarik untuk diperhatikan adalah posisi Singapura di urutan ke-7 dengan 5.750 poin sebagian besar didorong oleh kontribusi poin dari Jinggg (Paper Rex).
Hal serupa terjadi pada Malaysia di posisi ke-12 yang sangat ditopang oleh poin d4v41.
Fakta ini menunjukkan betapa besar pengaruh kehadiran satu pemain VCT tier-1 dalam menentukan posisi nasional sebuah negara.
Nama-Nama Besar yang Kembali ke Panggung
Salah satu daya tarik terbesar ENC 2026 adalah kembalinya sejumlah legenda Valorant yang sudah lama vakum.
Nama-nama yang menjadi sorotan utama dari 16 tim yang diundang adalah TenZ, Marved,
dan Sacy ketiganya sudah absen dari dunia pro play selama lebih dari satu tahun namun kini kembali ke panggung internasional melalui jalur ENC.
TenZ dan Marved bergabung dalam skuad Kanada yang sangat berbahaya, sementara Sacy kembali bersama Brasil yang juga menampilkan aspas dan Less.
Dari Singapura, Jinggg yang baru saja tampil cemerlang di VCT Masters London turut hadir memperkuat tim negaranya.
Roster Indonesia: xffero dan Kawan-Kawan Siap Berjuang
Meski harus menempuh jalan yang lebih panjang, Indonesia sudah memiliki skuad yang siap berjuang di jalur kualifikasi.
Roster resmi Indonesia untuk ENC 2026 Valorant terdiri dari xffero, Kushy, NcSlasher, Nakya, dan BerserX, dengan Splash dan deLb sebagai pemain cadangan.
Lima pemain utama ini merupakan representasi terbaik dari scene kompetitif Valorant Tanah Air
Kualifikasi 26-28 Juni: Satu Jalan Masih Terbuka
Tertinggal dari direct invite bukan berarti perjalanan Indonesia di ENC 2026 berakhir di sini. Kualifikasi akan berlangsung dari 26-28 Juni 2026.
Dari total 32 slot yang tersedia di babak final, 16 sudah dikunci oleh tim direct invite,
14 slot dari kualifikasi regional, dan 2 slot wildcard masih terbuka untuk diperebutkan.
Indonesia akan bertanding di jalur kualifikasi SEA & Oceania, bersaing dengan tim-tim dari kawasan yang sama termasuk Myanmar dan Vietnam.
Hanya sejumlah kecil negara dari region ini yang akan berhasil merebut tiket menuju Riyadh,
dan setiap pertandingan di kualifikasi ini akan menentukan segalanya. (*)
*Dwiki Dermawan, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Magang Radar Madiun