Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Resmi! Pedro Acosta Tinggalkan KTM dan Bergabung ke Ducati, Dampingi Marc Marquez Mulai 2027

Tim Magang Radar Madiun • Kamis, 25 Juni 2026 | 09:35 WIB
Selamat Datang Di Ducati Pedro Acosta (motogp.com)
Selamat Datang Di Ducati Pedro Acosta (motogp.com)

Jawa Pos Radar Madiun - Rabu, 24 Juni 2026. Setelah berbulan-bulan menjadi pembicaraan paling panas di paddock MotoGP,

Ducati akhirnya resmi mengangkat tirai. Pedro Acosta akan bergabung dengan Ducati Lenovo Team untuk musim 2027 dan 2028,

berdampingan dengan juara dunia tujuh kali Marc Marquez. Pengumuman ini menjadi rahasia paling buruk yang tersimpan di MotoGP paddock,

Acosta sudah dikaitkan dengan kepindahan ke Ducati sejak sebelum musim 2026 dimulai. Dan kini, semua spekulasi itu resmi menjadi kenyataan.

Tiga Hari yang Mengguncang MotoGP

Pengumuman Acosta ini bukan berdiri sendiri. Ia adalah bagian dari rangkaian kejutan besar yang bergulir dalam hitungan hari.

Baca Juga: Pecco Bagnaia Resmi Dilepas Ducati usai MotoGP 2026: Bakal Merapat ke Aprilia Racing?

Pengumuman resmi ini muncul hanya beberapa jam setelah Ducati mengumumkan kepergian Francesco Bagnaia,

sementara perpanjangan kontrak Marquez sendiri baru dikonfirmasi sehari sebelumnya pada Selasa.

Dalam tiga hari, Ducati sepenuhnya merombak masa depan mereka: kehilangan juara ganda Bagnaia,

mempertahankan juara bertahan Marquez, dan mendatangkan bintang paling bersinar generasi berikutnya.

Keterlambatan dalam pengumuman ini disebabkan oleh negosiasi panjang antara para pabrikan dan MotoGP Sports Entertainment Group,

yang baru selesai Jumat pekan lalu, sehingga banyak pengumuman pembalap tertahan hingga saat ini. 

Siapa Pedro Acosta dan Mengapa Dia Layak Satu Garasi dengan Marquez?

Bagi yang belum mengikuti perjalanannya, nama Acosta sudah lama menjadi topik paling menarik dalam olahraga motor dunia.

Baca Juga: Marc Marquez Tetap Merah Hingga 2028: Kontrak Baru dengan Ducati Lenovo Team Resmi Diumumkan

Acosta memenangkan gelar juara dunia di Moto3 maupun Moto2 hanya dalam tiga tahun sejak debutnya di kejuaraan dunia.

Pembalap #37 ini juga membuat kesan luar biasa di debut MotoGP-nya, meraih gelar Rookie of the Year 2024,

finis keempat di klasemen keseluruhan 2025, dan mencatatkan 13 podium. Meski belum pernah memenangkan grand prix kelas premier,

Acosta sudah jauh melampaui rekan-rekan satu tim yang lebih berpengalaman di KTM sejak tiba di grid pada 2024.

Dengan 13 podium tanpa satu pun kemenangan grand prix, ia bahkan memegang rekor yang tidak menyenangkan,

namun tetap menjadi bukti betapa konsistennya performanya menghadapi mesin yang tidak kompetitif.

Dan hubungannya dengan Marquez sendiri sudah terjalin jauh sebelum kontrak ini ditandatangani.

Ia bahkan langsung berduel dengan Marc Marquez di balapan MotoGP pertamanya,

dan mereka sudah mengulang pertarungan mendebarkan itu berkali-kali sejak saat itu.

Baca Juga: Berujung Sanksi Larangan Balapan, Marco Bezzecchi Sesali Aksi Arogan di MotoGP Ceko

Ducati Berbicara: Ini Bukan Sekadar Penggantian Bagnaia

Pihak Ducati menegaskan bahwa kepindahan Acosta adalah bagian dari strategi jangka panjang yang jauh lebih besar dari sekadar mengisi kursi yang ditinggalkan Bagnaia.

CEO Ducati Motor Holding Claudio Domenicali menyatakan: "Kami sangat percaya pada potensinya,

dan berinvestasi pada profil seperti dia adalah bagian dari strategi yang sedang kami bangun untuk masa depan Ducati di MotoGP.

Bersama Marc, dia akan membentuk pasangan yang sangat kompetitif: sebuah tantangan yang menggembirakan,

bagi Ducati Corse dan sinyal yang jelas tentang ambisi kami untuk musim-musim mendatang." 

Luigi Dall'Igna, General Manager Ducati Corse, menambahkan: "Pedro mewakili kandidat ideal untuk masa depan Ducati Lenovo Team.

Setelah konfirmasi Marc, kami ingin menambahkan pembalap muda dan cepat ke proyek pengembangan Desmosedici GP.

Baca Juga: Jadwal Moto3 Belanda 2026: Veda Ega Pratama Sudah Familiar dengan Sirkuit Assen

Kedatangannya di tim akan menjadi stimulus bagi semua orang; dia akan membantu kami berkembang,

dan kami akan mendukungnya dalam perjalanan menuju kematangan penuh sebagai pembalap."

Drama yang Sudah Diprediksi: Dua Spanyol, Satu Garasi, Nol Kompromi

Di balik semua kegembiraan atas terbentuknya superteam ini, ada lapisan ketegangan yang tidak bisa diabaikan.

Marquez tidak ingin 'menghancurkan' Acosta, namun ingin 'menetapkan batasan' dan menempatkannya pada posisi yang tepat.

Ia ingin tetap menjadi pembalap nomor satu Ducati dan memastikan rekan setim barunya tetap berada di belakangnya.

Ducati dengan penyebutan bahwa mereka mendukung Acosta 'dalam perjalanan menuju kematangan penuh sebagai pembalap'

sedikit mengungkap bagaimana mereka memposisikan rekrutan baru ini sebagai penerus Marquez, bukan pesaing langsungnya dari hari pertama.

Baca Juga: Klasemen Moto3 2026 usai Seri Ceko: Hakim Danish Tempel Veda Ega Pratama 

Namun Acosta adalah pembalap yang tidak pernah puas di posisi kedua. Dan dengan mesin Desmosedici GP di bawah tubuhnya mulai 2027,

dinamika itu bisa berubah lebih cepat dari yang siapapun perkirakan.

Era 850cc Dimulai dengan Duo Paling Ditakuti

Ducati resmi mengkonfirmasi kesepakatan tersebut pada 24 Juni 2026. Acosta bergabung dengan Ducati setelah membuat kesan besar di MotoGP.

Marquez membawa pengalaman, gelar dunia, dan pengetahuan memenangkan balapan,

sementara Acosta menawarkan usia muda, kecepatan, dan potensi jangka panjang.

Tim berharap kombinasi ini akan membantu mereka tetap di barisan terdepan MotoGP selama bertahun-tahun.

Dengan Marquez kini berusia 33 tahun, Acosta adalah yang pertama dari beberapa talenta 'generasi berikutnya'

yang akan mengendarai Ducati musim depan bersama kontrak baru Fermin Aldeguer di VR46,

Baca Juga: Jadwal Lengkap MotoGP Ceko 2026: Misi Balas Dendam Duo Aprilia dan Kebangkitan Marquez

kedatangan Nicolo Bulega di VR46, dan rookie Dani Holgado di Gresini. 

MotoGP era 850cc akan dimulai dengan lineup paling berbahaya yang pernah ada.

Dan Ducati sudah menyiapkan dua Spanyol terbaik dunia untuk memimpin jalannya. (*)

*Dwiki Dermawan, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Magang Radar Madiun
#Pedro Acosta #marc marquez #motogp