Jawa Pos Radar Madiun - Di sirkuit legendaris TT Assen, Belanda, MotoGP dan Yamaha Motor Co., Ltd. mengumumkan visi baru yang akan mengubah wajah kelas junior Grand Prix.
Mulai musim 2028, Yamaha akan menjadi supplier tunggal sepeda motor untuk FIM Moto3 World Championship hingga 2033.
Proyek ambisius ini menghadirkan prototype balap full-size berbasis platform CP2 produksi Yamaha yang direkayasa ulang khusus untuk kompetisi, menandai era baru yang lebih terjangkau, global, dan berfokus pada talenta murni.
Latar Belakang dan Tujuan Proyek
Pengumuman ini disampaikan melalui konferensi pers bersama di Dutch GP 2026. Sejak Moto3 diperkenalkan pada 2012, kelas ini menggunakan mesin 250cc single-cylinder dari berbagai pabrikan (terutama KTM dan Honda).
Kini, MotoGP beralih ke format one-make series dengan Yamaha untuk mengurangi biaya, meningkatkan aksesibilitas, dan menciptakan platform pengembangan rider yang lebih stabil serta adil.
Baca Juga: Hasil Practice Moto3 Belanda 2026: Veda Ega Pratama P23
Tujuan utama adalah menjadikan talenta sebagai faktor penentu utama, bukan dominasi pabrikan atau biaya tinggi. Sepeda motor baru dirancang dengan power-to-weight ratio lebih unggul dibanding mesin Moto3 saat ini,
sambil menggunakan ukuran full-size yang lebih sesuai dengan postur dan gaya riding rider muda masa depan.
Spesifikasi dan Karakteristik Motor Baru
Motor ini dikembangkan dari platform CP2 Yamaha (seperti pada YZF-R7) yang telah terbukti andal. Mesin akan direkayasa secara ekstensif menjadi racing prototype dengan estimasi output sekitar 90 hp dan bobot sekitar 120 kg.
Desain ini menjanjikan handling yang lebih baik dan performa yang menantang sekaligus aman untuk rider junior.
Motor akan diresmikan secara publik pada 2027, dengan program pengujian prototype yang dimulai akhir 2026.
Mulai 2029, versi spesifikasi lebih rendah akan digunakan di FIM Moto3 Junior World Championship dan berpotensi diadopsi oleh kejuaraan regional lainnya, menciptakan ekosistem pengembangan rider yang terintegrasi secara global.
Baca Juga: Jadwal Moto3 Belanda 2026: Veda Ega Pratama Sudah Familiar dengan Sirkuit Assen
Reaksi dan Kutipan Resmi
Carlos Ezpeleta, Chief Sporting Officer MotoGP: “Kami sangat bangga mengungkap masa depan Moto3, tidak hanya untuk World Championship tapi juga pentingnya bagi program grassroots secara global.
Dengan proyek ini, kami bekerja dengan Yamaha untuk menciptakan platform global bagi rider muda. Ini akan membawa banyak manfaat bagi olahraga ini, baik di luar paddock maupun di dalam MotoGP.”
Paolo Pavesio, Managing Director Yamaha Motor Racing: “Moto3 selalu menjadi titik awal mimpi Grand Prix. Tujuan kami bukan hanya membangun motor,
melainkan menciptakan platform yang mendukung rider, tim, dan kejuaraan untuk banyak tahun ke depan. Proyek ini adalah upaya global Yamaha yang mencerminkan komitmen jangka panjang kami terhadap balap motor dan pengembangan rider."
Dampak bagi Masa Depan Grand Prix
Perubahan ini diharapkan menurunkan biaya operasional tim secara signifikan dan membuka kesempatan lebih luas bagi rider berbakat dari berbagai negara.
Dengan struktur tiga kelas (Moto3, Moto2, MotoGP) yang tetap utuh, penggemar tetap bisa menikmati aksi balap murni sejak sesi awal setiap akhir pekan Grand Prix.
Bagi Yamaha, kembalinya ke kelas Moto3 memperkuat komitmen mereka di dunia balap setelah sukses di kelas atas. Proyek ini juga melibatkan kolaborasi antara Yamaha Motor Co., Yamaha Motor Racing, dan Yamaha Motor Europe.
Baca Juga: Klasemen Moto3 2026 usai Seri Ceko: Hakim Danish Tempel Veda Ega Pratama
Menuju 2028 dan Beyond
Dengan milestone pengujian akhir 2026 dan peluncuran resmi 2027, dunia balap menanti dengan antusias motor Yamaha Moto3 yang baru.
Inisiatif ini bukan sekadar pergantian supplier, melainkan fondasi bagi generasi rider Grand Prix berikutnya di mana talenta, aksesibilitas, dan semangat balap menjadi prioritas utama.
Bagi penggemar di Indonesia dan Asia, ini berarti lebih banyak peluang bagi talenta muda lokal untuk naik ke panggung dunia melalui platform yang lebih merata.
Era Yamaha di Moto3 siap membuka babak baru yang menarik di dunia Grand Prix racing. (*)
*Dwiki Dermawan, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Magang Radar Madiun